
Happy Reading...
***
"Queen?"
.
.
.
Seolah mimpi, Atea membuka matanya, dan memanggil namanya. Mata Queen berkaca-kaca lalu ia segera memeluk Atea dengan erat. Veera pun berlari dan ikut berhambur dalam pelukan.
"Queen? Kenapa aku ada disini?" tanya Atea bingung. Lalu ia menatap Kris dan teman-temannya yang lain dengan tatapan bingung. Mereka hanya diam tidak berkutip.
"Kau tidak ingat? Kau disini untuk mengorbankan kristal hatimu." Queen menyahut heran, Atea saja bingung apalagi dirinya bukan?
"Kau bercanda? Seingatku kita sedang menjalankan misi dan menuju Aheria City. Dan ini dimana?"
"Kita sudah sampai dari pagi Atea, dan sekarang sudah mau pagi lagi yang artinya kita sampai disini kemarin," jelas Veera tak kalah bingung.
"Enggak! Kalian juga tau dari mana kalau aku mempunyai kristal hati? Kan jika kristal hati ini diambil pasti kesempatan buat aku hidup itu kecil! Nggak mungkin!"
"Atea! Kau kenapa?" tanya Kris seraya datang menghampiri mereka. Fath dan Ardolf pun tak kalah penasaran antara percakapan Atea, Queen, juga Veera.
"Kak Kris? Kok kita bisa ketemu?" tanya balik Atea. Mereka semua saling tatap untuk sesaat.
Memory loss?
Entahlah, tapi tidak semua ingatan Atea hilang. Hanya saat perjalanan dari kota Fire Blow saja yang ia tak ingat. Fath menatap Atea lalu menunduk.
"Jadi ... dia tidak ingat ya? Berarti ... dia tak mengingat kejadian saat di perjalanan?" gumam Fath kecewa. Entah ada apa dengan Fath, ia pun langsung pergi keluar dari goa itu. Di luar sana ia melihat Nick yang sedang duduk merenung di sebuah batu besar. Fath menghampiri Nick seraya menepuk bahunya.
"Yo!" sapa Fath. Nick hanya menoleh sekejap lalu kembali merenung.
"Fath?" panggil Nick dan Fath pun menyahut bingung, "Ada apa? Kok tumben senyum-senyum sendiri?" tanya Fath lalu Nick kembali dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Kalo jantung berdetak kencang saat didekat seseorang itu tandanya apa ya?" tanya Nick tiba-tiba dan sontak membuat Fath kaget dibuatnya.
WHATTT?!
"Kau sedang jatuh cinta! Hah? Aku tak salah dengar kan?!"
Nick menatap Fath bingung lau bertanya, "Cinta itu apa?" Fath terdiam setelah mendengar pertanyaan dari Nick.
"Iya sih kuat banget, tapi masa gatau cinta? Dasar jones! Bukan umur aja yang abadi! Tapi jonesnya, jones abadi," gumam Fath sangat pelan. Nick melotot kearah Fath.
"Aku mendegarnya!"
"Hehe, maaf. Emangnya kau jatuh cinta pada siapa Nick?" tanya Fath. Nick pun menatap Fath seraya tersenyum dan dilengkapi dengan kedipan mata genit yang ia lontarkan kearah Fath.
"JANGAN BILANG KAU MENYUKAIKU?!" teriak Fath histeris.
***
Sejak kejadian tadi, Fath berusaha menjauh dari Nick karena takut. Queen menatap Fath yang sendari tadi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya ngeri. Queen pun menghampiri Fath.
"Fath? Ayo! Kenapa kau diam terus disitu? Kita harus mengantar Atea ke rumah perawatan," ujar Queen dan Fath pun menoleh seraya mengangguk. Dengan susah payah Fath melupakan kejadian tadi namun apa daya jika otaknya terus memutar ulang kejadian itu.
Tak membutuhkan waktu yang lama, mereka sampai disebuah bangunan besar bernuansa biru langit dan putih. Mereka berjalan di koridor Rumah perawatan atau bisa kalian sebut rumah sakit. Kris segera memanggil para perawat untuk membantu Atea naik ke brangkar yang dibawa.
Dengan sabar mereka menunggu penangganan yang diberikan dokter kepada Atea. Veera dengan bosan hanya bersenandung seraya mengayun-ayunkan kakinya seperti anak kecil. Ardolf yang menyadari kebosanan Veera pun mengajaknya ke kafetaria.
"Veera? Kalau bosan kita bisa makan di kafetaria. Kau mau?" tanya Ardolf. Veera menoleh lalu mengangguk antusias.
"Aku ikut!" seru Fath dan Kris bersamaan. Lalu Ardolf menatap Nick dan Queen. Sang empu yang ditatap pun hanya menggeleng sebagai jawaban.
Mereka berempat pergi dan kini yang tersisa hanya Nick dan Queen yang sedang duduk bersebelahan namun saling memalingkan wajahnya masing-masing seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar.
"Hei jelek? Apa kata Mr. Atiza?" tanya Queen dan Nick tidak mengubrisnya. Queen pun kesal dan tangannya langsung melayang memukul lengan Nick. Nick akhirnya mengalah dan menoleh kearah Queen dengan tatapan malas.
"Hm?" sahutnya cuek.
Nafas Queen menggebu-gebu ketika mendengar respon Nick yang begitu irit. Queen menarik nafas lalu menghembuskannya kasar.
__ADS_1
"Jadi ... apa kata Mr. Atiza?!" tanya Queen kesal. Nick pun menghela nafas dan berkata, "Kita pulang."
"Ha?"
"Kupikir telingamu cukup jelas mendengarnya!" sarkas Nick dan Queen pun hanya mengerucutkan bibirnya kesal.
"Pulang katanya? Sudah susah payah kita mendapatkan semua inti kristal ini! Tinggal inti kristal Darkness saja kan?!" tanya Queen kesal. Nick hanya mendelik karena pertanyaan panjang yang dilontarkan Queen.
"Nanti kita bicara lagi sama master itu!" ketus Nick. Queen pun mengagguk tak ingin membuat masalah dengan Nick.
Ngomong-ngomong, di Aheria itu sistemnya masih menggunakan dokter dan healer hanya digunakan ketika keadaan yang benar-benar kritis saja. Pintu ruangan pemeriksaan Atea terbuka dan menampakan seorang dokter gagah nan tampan itu. Queen dan Nick pun segera menghampiri dan menanyakan keadaan Atea.
"Jadi dok bagaimana?" tanya Queen khawatir. Dokter itu menatap Queen dan Nick secara bergantian lalu tersenyum ramah.
"Pasien untuk kali ini hanya mengalami memory loss untuk sementara. Butuh beberapa hari untuk mengembalikan ingatannya, dimohon jangan terlalu memaksakan ia untuk mengingat karena itu bisa menyebabkan sakit kepala yang amat sakit. Dan pasien boleh pulang malam ini setelah administrasi selesai. Oh ya ngomong-ngomong kalian pasangan yang sangat serasi." Setelah mengucapkan itu, dokter itu pun berlalu pergi meninggalkan Nick dan Queen yang mematung.
Mereka dengan tak sengaja melirik menggunakan ekor mata secara bersamaan namun hal itu tak bertahan lama dan mereka mengakhiri tatapan aneh itu. Queen mengajak Nick untuk masuk kedalam ruangan rawat Atea dan hal itu hanya diangguki oleh Nick.
Setelah bercakap-cakap bersama Atea, teman-temannya yang lain pun datang menghampiri seraya membawa makanan.
"Ini untuk Atea dan ini untuk kalian Nick, Queen." Veera menyerahkan satu kantung penuh camilan. Kris menghampiri Atea lalu mengusap rambutnya perlahan.
"Kamu boleh pulang sekarang. Kakak sudah mengurus administrasinya," ucap Kris lembut. Atea mengangguk antusias lalu menatap teman-temannya satu persatu atau salah satu dari mereka adalah pacarnya? Ups.
"Kata Mr. Atiza kita langsung pulang ke Academy saja." Mereka semua menatap Nick bingung. Nick pun mengeluarkan kotak seperti rubik lalu memencetnya dan ajaibnya rubik itu menampakan Mr. Atiza.
"Halo? Saya Mr. Atiza memulangkan semua murid Fancy Academy dikarenakan kedatangan Dr. Anston Danely dalam rangka mengenalkan senjata Vanceli Sword. Nah bukan karena itu saja tapi juga karena ada redar bahwa ratu penyihir hitam telah bangkit dari kematian. Khusus untuk tim Galaxyan kalian tidak usah mencari inti kristal Darkness karena inti kristal itu selalu berada kemana kalian berjalan. Sekian, dan terimakasih."
Mereka semua pun akhirnya paham tapi ada yang aneh dari kata-kata Mr. Atiza. Siapa ratu penyihir hitam? Dan maksud dari inti kristal darkness yang selalu berada dimana pun meraka berjalan.
Nick menunduk lalu ia membatin, aku tahu ada satu alasan lagi kenapa Mr. Atiza memulangkan kami. Karena ....
.
.
.
__ADS_1
Inti kristal darkness itu adalah jantungku.
-¤-