Princess Of The Moon Goddes

Princess Of The Moon Goddes
24. Penobatan


__ADS_3

Happy Reading...


***


Dua hari kemudian ....


04:05 WXX


"Siang nanti penobatan Nick kan?" tanya Veera dan diangguki oleh Atea. Sedangkan Queen hanya diam di depan televisi. Ya, mereka kini sedang mengobrol di ruang tengah. Karena semua murid diundang ke acara penobatan, jadi mereka semua diliburkan untuk bersiap-siap.


"Kau sudah ada baju?" tanya Atea pada Veera. Veera menoleh lalu mengangguk sebagai tanggapan. Atea kini menatap Queen yang sedang merenung bersama bantal di pangkuannya.


"Kalau kau Queen?" tanya Atea. Queen menoleh lalu menjawab tak acuh, "Ya."


"Kau sedang memikirkan apa? Dari dua hari yang lalu selalu murung dan malas makan," ujar Veera bertanya. Queen hanya menggeleng sebagai jawaban.


"Karena kita satu tim dengannya jadi kita akan dirias di ruangan khusus bersama yang lainnya. Dan kita harus datang ke Darkvil (Dark Evil) dengan cepat, kira-kira jam 6 pagi dan kita di rias di kerajaan Nick." Atea berkata seraya masuk kedalam kamar mandi. Queen hanya merenung khawatir.


Jadi usahaku untuk menjauhinya sia-sia?


Queen berdiri lalu mengambil handuk dikamarnya dan masuk kedalam kamar mandi ketiga.


***


Queen, Atea, dan Veera menunggu Nick dan yang lainnya di dekat gerbang sepagi ini. Lalu mereka melihat Nick, Ardolf, dan Fath berlari mendekat.


"Kalian bawa gaun kalian kan?" tanya Ardolf lalu Atea dan Veera mengangguk kecuali Queen yang hanya duduk di pos jaga sendirian.


"Queen kenapa?" tanya Ardolf kebingungan ketika melihat Queen.


"Tidak tahu, dia selalu murung dan mogok makan," jawab Veera.


Nick menatap Queen sebentar lalu kembali mengalihkan pemandangannya cuek.


"Sebentar lagi." Mereka menatap Nick bingung.


"Sampai." Lalu terdengar suara klakson mobil. Mereka melihat mobil terbang mewah ala-ala bangsawan. Mereka pun segera masuk. Queen dengan sial harus duduk di sebelah Nick. Sepanjang jalan, Queen hanya menatap jendela mencoba menghindari Nick.


Mobil terbang itu menembus sebuah hutan hitam. Queen agak merinding dengan pemandangan di hutan ini. Apalagi Veera hanya terus menutup matanya takut-takut bersama dengan Atea disampingnya.


Mobil itu sampai di depan sebuah castle besar bernuansa hitam keabuan. Perjalanan ini memakan waktu 5 jam. Mereka satu persatu turun dan disambut oleh para pelayan. Enam orang penata rias menghampiri mereka dan menyuruh mereka masuk kedalam sebuah ruangan di Darkvil Kingdom. Harusnya nama istana ini adalah Dark Evil Kingdom namun lebih banyak orang menyingkatnya menjadi Darkvil.


Mereka memasuki ruangan hias satu-persatu. Queen menatap dirinya di depan cermin, tadi ia disuruh untuk langsung ganti baju dengan gaun. Ia sedang menunggu periasnya. Sesekali ia bingung dengan peralatan yang ada di hadapannya.


"Maaf membuatmu menunggu lama. Nona bernama Queen kan?" tanya si penata rias itu dan diangguki oleh Queen.


"Perkenalkan nama saya Mica." Si penata rias itu memperkenalkan diri. Setelah berkenalan, Mica mulai merias wajah Queen.


"Rambut Nona sangat indah," puji Mica dan hanya dibalas dengan senyuman malu-malu oleh Queen.


"Panggil aku Queen saja." Mica pun mengangguk saat mendengar perkataan Queen. Sepanjang merias, Mica terus-terusan memuji kecantikan Queen. Begitu pula di ruangan rias Atea dan Veera.


Queen telah selesai, kini ia tinggal memakai sepatu heels yang telah disiapkan oleh Mica. Ia memilih heels berwarna biru agar sesuai dengan matanya yang sudah berubah warna menjadi sebiru sapphire.


"Mari biarku antarkan menuju ruangan yang lain. Teman-temanmu sudah menunggumu di sana. Sepertinya ini gara-gara diriku yang telat datang." Mica menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Wanita berkacamata itu menggandeng Queen menuju ruangan penaikan tahta. Pintu terbuka dan menampakan teman-temannya yang sedang menunggu bosan. Nick dengan video game ditangannya, Ardolf dengan Fath sedang bermain kertas gunting batu, Veera yang sedang bersenandung ria, dan Atea dengan novel yang always ia bawa. Teman-teman Queen sangat mempesona.


Saat pintu itu terbuka mereka semua mengalihkan pandangannya kearah Queen. Veera menganga dengan penampilan Queen. Atea yang sedang membaca novel pun menjatuhkan novelnya. Fath yang kalah kertas gunting batu juga mengubah tangannya dari gunting menjadi kertas saat Ardolf tak sengaja salah fokus dengan Queen. Lalu Nick ... dia tak bergeming di tempatnya.


"Prince Nickhole, sebaiknya anda jangan dulu disini. Kan memang sudah tradisi seorang penerus tahta akan datang diakhir dengan penyambutan? Sebaiknya anda ikut saya untuk memilih jubah anda." Nick mengangguk dan mengikuti asisten prianya. Nick dengan cuek melewati Queen begitu saja membuat nyali Queen semakin menciut.

__ADS_1


"Yo, Queen!" sapa Ardolf dan dibalas dengan senyuman manis Queen. Veera dan Atea segera menghampiri Queen dan terus memuji kecantikannya. Queen benar-benar lelah dengan mereka semua.


***


12.00


Para tamu sudah datang dan duduk di kursi yang ada. Mereka semua ada di ruang penobatan dan bukan ruang pesta karena penobatan harus lebih dahulu sebelum pesta dimulai. Mereka menunggu Nick dengan tegang, bersiap-siap dengan ketampanan yang akan menampar para tamu. Para murid perempuan Academy pun tak henti-hentinya tersenyum. Queen bersama timnya duduk di barisan paling depan, selaku orang yang sangat dekat dengan Nick.


"Eh? Atea? Raja Iblis sama Raja Kegelapan beda ya?" tanya Queen menyadari kalau misalnya Nick dilahirkan oleh Raja Iblis ... berarti Nick dan Keturunan Goddes itu saudaraan dong?


"Beda, lah! Kamu pasti berfikir yang tidak masuk akal kan? Akan kucerirakan sejarahnya. Dulu Raja kegelapan yaitu Ayah dan Ibu Nick membuat perjanjian dengan Raja Iblis dan goddes. Mereka berjanji akan menjodohkan anak mereka, karena hal itu jarang terjadi dengan keturunan lainnya. Mereka lahir di bulan yang sama saat bulan purnama bersinar terang. Lalu Goddes dan Ibu Nick mengangkat anak mereka dan terciptalah sebuah tanda di mata. Dan hal itu bisa membuat mata mereka berubah-ubah warna. Kira-kira begitulah keturunan 168 dianggap paling istimewa. Karena jodoh si pangeran kegelapannya adalah anak dari goddes sendiri. Kekuatan mereka juga disegel dan saat bulan purnama tiba atau tepat diulang tahun mereka, kekuatan mereka kembali," jelas Atea panjang lebar.


"Lalu kenapa Nick saat itu memiliki julukan 'iblis tampan' dan bukan 'shadow tampan'?" tanya Queen kepo. Atea menghembuskan nafasnya kasar lalu mulai bercerita.


"Dari sejak kecil dia sudah sangat kejam, dia tak kenal ampun, dan tak pernah memandang musuh dari jenisnya. Maka dari itu dia dijuluki sebagai iblis padahal tak ada darah iblis di tubuhnya ya kecuali dia menginginkan kekuatan lebih lalu bersekutu dengan iblis neraka," sahut Atea. Queen pun mengangguk paham. Pintu besar itu terbuka dan menempakan Nick dengan jubah yang luar biasanya panjangnya. Ia diantar dengan sepasang anak kecil kembar tak identik. Wajah mereka bertiga sungguh datar.


Terompet dibunyikan sangat keras pertanda sebagai sambutan. Anak kecil imut di belakangnya terus menaburkan bunga dengan ekpresi datar kecuali anak perempuannya yang mulai ceria saat mendengar musik. Nick berjalan dengan anggun. Para tamu wanita memandang kagum Nick. Queen juga setuju dengan pesona Nick yang luar biasa dasyatnya.


Nick sampai di depan pendeta yang di sebelahnya terdapat seorang maid pembawa mahkota dan tongkat. Pendeta itu menyuruh Nick menaiki tangga kecil. Nick membalikan badannya dan menatap para tamu lalu tatapannya jatuh pada Queen. Mereka saling bertatapan untuk beberapa saat dan dengan buru-buru Queen mengakhiri tatapan itu. Queen hanya memalingkan wajahnya yang sudah semerah kepiting rebus.


Pendeta itu maju dan berhadapan dengan Nick.


"Ucapkan janji suci ini. Saya Nick Ainsley Xenophon berjanji dengan sepenuh hati untuk membawa kemakmuran, membawa kesejahteraan, membawa kedamaian, menciptakan ketenangan. Dengan ini saya akan meneteskan darah saya di api suci sebagai bukti janji saya," tutur Pendeta itu. Nick mengangguk lalu maid itu menghampiri dan menyerahkan tongkat lalu pendeta itu memasangkan mahkota dengan butiran tiara dimana-mana tepat dikepala Nick. Nick menatap seluruh tamu lalu mengangguk mantap.


Nick mengangkat tongkatnya tinggi-tinggi, " Saya Nick Ainsley Xenophon berjanji dengan sepenuh hati untuk membawa kemakmuran, membawa kesejahteraan, membawa kedamaian, dan menciptakan ketenangan di Darkvil Kingdom. Dengan ini saya akan meneteskan darah saya di api suci sebagai bukti janji saya." Nick melukai tangannya lalu meneteskan darahnya di api suci. Setelah itu berbagai tepuk tangan memenuhi ruangan penobatan. Terompet di mainkan dan musik dialunkan.


Nick tersenyum tipis karena penyerahan tahtanya berjalan lancar sesuai rencana. Tunggu ... apa tadi? Rencana?


Para tamu undangan perlahan maju dan memberi selamat pada Nick. Queen memberi sebuket bunga dan mengucapkan 'Selamat atas penobatanmu' lalu berlalu pergi menuju ruang pesta.


***


"Dia kenapa?" tanya Nick seraya menunjuk Queen yang terus melamun. Nick bahkan tidak dapat membaca pikiran Queen.


"Tidak tahu, bahkan dia nampak sangat sedih," ujar Area khawatir.


Queen terus kepikiran dansa nanti malam. Ia akan berdansa dengan siapa? Sebaiknya ia berdiam diri dan menatap para insan yang berdansa.


Waktu terus berjalan hingga sekarang sudah waktunya untuk pesta dansa. Queen berdiri di samping meja kue. Mata Queen tiba-tiba menangkap sosok Nick.


"Nick kau benar-benar akan berdansa dengan dirinya?" tanya Queen seraya menghampiri Nick.


"Ya, memang kenapa? kau cemburu?" Nick bertanya balik dengan wajah datar.


"Tidak kok. Aku hanya bertanya hehe," balas Queen seraya tersenyum tulus.


Nick tidak peduli, dia hanya pergi meninggalkan Queen begitu saja tanpa sejarah kata apapun.


Kini terlihat Nick yang menghampiri Naomi. Queen menatap wajah Naomi seksama. Memang benar Naomi terlihat cantik, mungkin lebih cantik dari pada dirinya?


"Naomi, mari berdansa?" ajak Nick seraya tersenyum tulus.


Queen menunduk dengan air mata berlinang.


Bahkan Nick tidak pernah memperlihatkan senyuman setulus itu kepadaku.


Batinnya sedih.


Mata Naomi berbinar lalu mengangguk senang. Mereka berdansa di tengah ruangan yang membuat para pendansa lainnya berhenti dan menatap dua insan itu. Queen yang kesal pun terus melahap semua kue dengan rakus. Seorang pria terkekeh disebelahnya.

__ADS_1


"Haha, menuruku Nick lebih pantas bersamamu." Queen menyergit. Siapa yang berbicara tadi? Ia menoleh ke sampingnya dan ternyata itu adalah ....


.


.


.


.


Rez.


Masih ingat dengan pria berkacamata yang waktu itu melawan Queen saat tes? Queen menyergit.


"Rez? Ada apa?" tanya Queen heran. Rez hanya tersenyum sinis penuh arti. Lalu Rez melihat kearah Queen. Elf satu ini memang menyusahkan.


"Aku tahu kau cemburu kan? Lihatlah para tamu menganggap mereka berdua sepasang kekasih. Dengarkan celotehan mereka!" Queen menurut dan menajamkan telinganya.


*Gila cocok banget!


Naomi sama Nick pacaran ya?


Mereka kekasih?


Mereka saling mencintai?


Apasih jijik sama cewek genit kayak gitu! sumpah muak banget!


Lebih cocok sama Queen!


Aku tetap memilih Nick dan Queen!


Mereka serasi banget!


Naomi cantik dan Nick ganteng, cocok!


Bener nih, mending sama Naomi kebanding sama si cewek sombong yang bernama Queen itu*.


Kalimat terakhir itu membuat dada Queen sesak. Ia tak tahu harus berbuat apa. Memang Nick dan Naomi sangat cocok. Rez tersenyum sinis.


"Aku akan membantumu. Mari kita berdansa!" usul Rez. Queen mengangguk mantap lalu bersiap dengan posisi berdansa. Rez pun sama halnya dengan Queen.


"Lampiaskan saja dalam tarian." Queen mengangguk atas usul Rez satu lagi. Mereka berdansa dan menuju ke tengah ruangan. Kini di tengah ruangan itu ada empat orang yang sedang berdansa. Queen melampiaskan perasaannya kedalam tarian ini. Rez sedikit kewalahan dengan Queen yang terlalu bersemangat. Queen berputar dan diakhiri dengan Rez menopang tubuh Queen layaknya di sinetron-sinetron. Semua tamu bertepuk tangan.


*Yang matanya biru sebiru shappire itu siapa? Gila cantik banget!


Itu Queen! Ya jelaslah cantik, katanya dia mempunyai sihir yang sangat hebat!


Itu kan Queen dan murid level tinggi Rez! Gila dansanya sangat menganggumkan!


Nice*!


*Apaansih pasti caper!


Iri aja kamu!


Queen cantik banget ya*!


Queen hanya tersenyum lalu berterimakasih pada Rez karena telah membantunya dalam hal ini. Rez benar-benar baik padanya dan usulannya itu membuat Queen senang. Queen menatap sinis Nick lalu kembali duduk bersama Rez.

__ADS_1


-¤-


__ADS_2