Princess Of The Moon Goddes

Princess Of The Moon Goddes
Bab 17 : Kembali Melihat Dunia


__ADS_3

Happy Reading...


****


"Astaga aku tak menyangka inti kristal fire itu dicuri!" frustasi Ardolf.


"Bagaimana ini? Cara menemukan pencurinya bagaimana?!" Ardolf terus mundar-mandir tak karuan.


Sedangkan yang lainnya juga ikut cemas kecuali Nick yang sedang duduk dengan Queen terpakar disebelahnya.


"Dan Queen juga belum di makam kan! Dia belum menjalani upacara suci kematian kau tahu!" teriak Atea frustasi.


Nick menatap mereka semua malas. "Aku bisa melacaknya dengan penglihatan ku bodoh!" marah Nick. Mereka semua terdiam menatap Nick lalu mereka bernafas lega.


"Kau tak bilang huft!" kesal Veera.


"Kalian tak menanyakannya!" gerutu Nick.


Lalu Ardolf, Veera, dan Atea tertawa garing. Sedangkan Fath nampak sibuk memperhatikan tangan Queen, Fath tak salah liat kan? Tadi ia melihat tangan Quern bergerak yang menandakan ada kehidupan didalam tubuhnya.


"Hey Fath?! Ada apa?" tanya Ardolf bingung. Fath menoleh kearah Ardolf lalu ia menunjuk tangan Queen.


"Tadi tangan Queen bergerak. Bukannya dia sudah mati? Tapi jelas-jelas aku melihatnya. Penglihatanku tak mungkin salah." Setelah mendengar penjelasan Fath, semuanya menatap Queen. Nick pun menoleh kearah gadis yang terbaring di sebelahnya.


Tangannya tiba-tiba bergerak dan tubuhnya kembali hangat membuat mereka berlima menatap penasaran kearahnya.


"Enghh .... " terdengar erangan yang keluar dari mulut Queen. Cukup erangan saja membuat mereka kecuali Nick tersenyum girang mendapati Queen yang hidup kembali.


Mata Queen mengerjap beberapa kali untuk menstabilkan penglihatannya. Cahaya terak menusuk retinanya, lalu ia tersenyum mendapati dirinya yang bisa kembali melihat dunia yang indah setelah menjalani tes pantas atau tidaknya ia hidup di dunia replika milik Shine.


"Halo?" ucap Queen masih dengan keadaan terbaring karena tubuhnya terasa lemas dan susah digerakan. "A-aku dimana?" Pertanyaan yang dilontarkannya lagi membuat kelima anggota lain mendekat. "Queen?" tanya balik Veera dengan mata yang berkaca-kaca.


Queen dengan susah payah menolehkan kepalanya. "Vee-ra?" balasnya terbata.


"To-to-long ba-ban-tu ak-u untuk du-duduk," Nick yang merasa paling dekat dengan tubuh Queen pun langsung dengan sigap membantu Queen agar bisa duduk.


"Kau kembali Queen! Kau kembali!" ucap Atea haru dengan air mata berlinang.


***


"Jadi inti ksristal itu dicuri?" tanya Queen yang berada di punggung Ardolf. Ya, Ardolf berubah menjadi serigala agar Queen bisa menaiki tubuhnya. Toh Queen masih susah untuk menopang tubuhnya sendiri sedangkan yang lain berjalan di sdbelah serigala itu.


"Ya, dan inti kristal itu dicuri oleh para bandit," jelas Fath membuat Queen mengangguk.

__ADS_1


"Aku ingin segera menghajar para bandit sialan itu! Mereka itu menyebalkan dan aku membenci mereka semua dasar bandit sialan!" kesal Veera sembari menghentak-hentakan kakinya.


"Tapi Veera, para bandit itu Vampire loh. Iya kan Nick?" ucap si Serigala Ardolf.


"Ya." Setelah mendengar ucapan Nick, Veera hanya terdiam seolah seperti orang tuli dan bisu.


"Ah-! Apa-apaan ini, tidak seru. Masa para banditnya ganteng dong?!" tanya Veera dengan nada menggerutu.


"Tentu saja!" ucap Atea sembari merangkul Veera.


"Misi ini memang menyebalkan!" Veera memanyunkan bibirnya. "Kuharap aku segera pulang ke academy dan mandi air hangat!" Lanjutnya dengan bersemangat.


"Ya, setelah dari sini kita akan pergi ke Aheria Kingdom!" sahut Atea tak kalah bersemangat.


"Disana aku akan bertemu dengan teman-teman masa kecil ku yeee!" Girangnya, lagi.


"Jarak para bandit itu sudah dekat, aku bisa merasakan aura mereka," ujar Nick membuat semua perhatian terarah padanya.


"Yeah, tapi dengan kondisi tubuhku yang seperti ini mana mungkin ada pertarungan," keluh Queen sedih.


"Kita tak akan bertarung, aku akan membuat tubuhku menjadi transparan dan menghilangkan aromaku lalu akan ku ambil inti kristal itu." Nick tersenyum licik.


"Baiklah kita menunggu dimana Nick?" Tanya Atea. "Disini." Seketika Nick berhenti.


"Dan jika aku tak kembali dalam waktu satu jam .... "


"Kalian langsung pulang ke academy tanpa diriku." Setelah mengucapkan itu ia hanya menghilang...


Tanpa jejak.


'Oke Queen jangan mengkhawatirkannya! Nick itu jagoan dan dia pasti bisa!' Batin Queen.


Mereka pun masuk keruangan tersembunyi itu dengan lesu. Mengingat Nick yang akan melawan banyak bandit dan tentunya mereka ras vampire.


"Ku harap dia bisa," gumam Queen, lagi.


*Nick berada


"Sial! Tak ada peluang masuk! Aku harus berteleportasi tapi titikku berteleport pasti akan tercium oleh mereka," geram Nick.


Lalu ia tersenyum dan setelah itu mulutnya berkomat-kamit merapalkan mantra dan munculan jubah berwarna merah.


"Akan kupakai jaket penghilang aroma tubuh pemberian Ayah dulu." Nick memakai jubah itu dan ia pun berteleportasi ke ruangan bawah tanah para bandit.

__ADS_1


.


.


.


"Sial! Sangat banyak lorong disini!" kesal Nick. Lalu matanya memejam menajamkan penglihatannya menuju tempat para bandit sialan itu menyembunyikan inti kristal fire.


"Ketemu, holala aku akan membuat tubuhku menjadi tak terlihat." Bibir merahnya mengukir senyuman licik.


Setelah membuat tubuhnya tak terlihat ia pun berjalan lurus lalu setelah itu berbelok kearah kiri dan kembali lurus. Sampai akhrinya ia menemukan ruangan dengan pintu kayu dengan emas di sisi-sisinya.


Seketika ia menghilang dan masuk kedalam ruangan itu, bodohnya para bandit itu tak menjaga ruangan ini.


Saat Nick muncul di dalam ruangan, ia dikejutkan dengan seorang bandit yang tertidur pulas di atas tumpukan emas. Dan parahnya ....


Inti kristal itu—


Digenggam erat oleh si bandit tampan itu.


***


Mereka berlima duduk melingkar dengan muka cemasnya masing-masing. Karena sampai sekarang Nick belum kembali, sebentar lagi akan menuju satu jam kepergiannya.


"Bagaimana ini?" tanya Veera cemas.


"Tenang saja, Nick bukan orang yang lemah!" tegas Ardolf.


"Kalian ingat kan?! Lima hari lagi penobatannya sebagai King Darkness! Yang artinya dia bukan anak kecil lagi," lanjutnya. Namun jelas-jelas wajahnya sangat khawatir dari biasanya.


Lalu pintu ruangan mereka berdecit, menandakan ada seseorang yang akan memasuki ruangan mereka. Seolah lupa kalau hanya mereka yang bisa melihat dan masuk ruangaan itu, mereka dengan gesit mengambil posisi bertarung mereka. Kecuali dengan Queen yang sedang duduk karena susah bergerak.


Perlahan tubuh orang itu nampak. Dia pria berjubah merah, dan dengan perlahan juga ia membuka tudungnya.


Lalu seluruh wajahnya nampak, dengan beberapa bercak darah di pipinya. Dia adalah...


.


.


.


Nick.

__ADS_1


\-°\-


__ADS_2