
Happy Reading....
****
Queen membuka pintu kamar asramanya, ia mencoba untuk melupakan kejadian tadi. Tapi yang tadi itu sungguh pengalaman yang sangat susah untuk dilupakan. Atea dan Veera yang sedang menonton pun menatap Queen yang baru datang.
"Queen?! Dari mana saja kau? Dari pelajaran pertama mendadak menghilang!" khawatir Veera. Atea menatap Queen dengan seringainya.
"Karena kau tak masuk dan Nick, Naomi latihan khusus ... jadi kalian ketinggalan pelajaran Mrs. Oliv hahaha! Disuruh nyanyi loh, dan besok jam pertama adalah pelajarannya." Queen menatap Atea heran. Apa hubungannya dengan Queen?
"Apa hubungannya denganku? Tidak penting, huh!" sarkas Queen. Veera dan Atea tersentak. Sikap Queen berubah drastis.
"Hmm ... ya karena itu kau, Nick, Naomi tes bernyanyinya besok! Tapi ada kemungkinan Nick dan Naomi berduet." Queen menunduk lalu menelan salivanya. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat dan pergi menuju kamar tidur tanpa mengatakan sepatah kata apapun.
Veera dan Atea hanya bisa menatap kepergian dengan mata berkaca-kaca.
Queen menenggelamkan tubuhnya kedalam selimut. Ia kembali membayangkan bagaimana ketika Nick menolongnya. Saat cahaya bulan itu menyorot wajahnya ... dan itu sangat membuatnya terpesona. Jika dilihat-lihat Nick memang sangat tampan. Tetapi ....
Ingat Queen, dia udah jadi milik orang!
Queen memejamkan matanya lalu menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Ia tak boleh memikirkan Nick, tidak boleh!
Dengan sigap, Queen pun segera tidur. Menyambut mimpinya dengan hangat, kembali mengejar mimpi di dalam mimpi.
***
Pagi hari Queen tengah berkaca, memasang dasi merah dengan garis kotak-kotak berwarna hitam. Veera dan Atea Queen suruh untuk ke kantin duluan karena sekarang ia sangat tak minat dengan yang namanya 'makan'. Kali ini Queen mengubah rambutnya yang biasa ia urai dan sekarang ia ikat rapih. Setelah selesai, ia mengambil tas gendongnya dan pergi dengan permen loli di mulutnya.
Queen menatap tajam para murid yang membicarakannya. Dan sekarang ... ia kembali menjadi Queen yang tak bisa ditebak. Perubahan sikapnya pun sangat cepat.
Queen berjalan cepat menuju perpustakaan untuk menemukan buku tentang bangsa demon. Ia ingin mencari tahu kenapa bangsa demon tidak diperbolehkan ada di Academy ini? Bukan hanya di Academy ... namun di area para kingdom.
Queen dengan lihai meneliti setiap buku di perpustakaan ini. Matanya menatap salah satu buku dengan mata bersinar. Queen dengan cepat mengambil buku itu dan pergi menuju kursi yang disediakan. Langkahnya terhenti, ia menatap pria yang sedang duduk di salah satu kursi itu. Queen hanya bisa menggeram kesal lalu duduk agak jauh dari si pria pucat dengan mata merah itu. Siapa lagi kalau bukan Nick?
Nick yang merasakan pergerakan seseorang pun menoleh dengan mata mengerjap beberapa kali. Queen yang merasa di perhatikan pun ikut menoleh. Queen menatap garang kearah Nick.
"Apa kamu lihat-lihat?!" ketus Queen kejam. Nick tersentak lalu tersenyum simpul. Ia berdiri dan menarik kursi di sebelah Queen. Sejenak Queen memperhatikan pergerakan Nick dengan was-was.
"Hei," kata Nick.
"Apa?! Aku mau pergi minggir!" Nick mencekal lengan Queen. Queen menoleh kesal seraya mengangkat salah satu halisnya.
"Apa?! Kalo gapenting aku pergi aja!" sarkas Queen. Nick menatap Queen dengan tatapan tajam.
"Aku ingin bertanya sesuatu!" Queen menghembuskan nafasnya kasar ketika mendengar sahutan Nick.
"Yasudah cepatlah!"
"Orang yang kau sayangi itu siapa?" tanya Nick dengan tatapan penasaran. Queen menyergit heran, apa katanya?
"Ha? Apa?" sahut Queen bingung.
"Itu ... kau pernah datang ke kelas dengan girang dan saat itu selalu tersenyum lalu kau bilang karena kau bertemu dengan orang yang kau sayangi dan kau cintai. Nah, orang itu siapa?" Queen terkejut dengan pertanyaan dan penjelasan dari Nick. Queen menghempaskan tangan Nick kasar lalu ia menatap manik Nick tajam.
"Bukan urusanmu! Urusi saja pacar manjamu itu!" Setelah mengatakan itu Queen pergi meninggalkan Nick yang terdiam kaku.
***
Queen menatap Nick dan Naomi yang sedang duet di depan sana. Dipikir-pikir suara Naomi dan Nick sangat merdu terlebih lagi dilengkapi dengan permainan piano Nick. Queen tiba-tiba tersenyum ketika melihat wajah Nick yang diterangi cahaya pagi hari kala itu.
Queen menggelengkan kealanya keras. Ia tak boleh seperti ini! Tak boleh. Penampilan Nick dan Naomi selesai dan kini tinggal Queen yang belum.
Mrs. Oliv menatap Queen seraya tersenyum dan menyuruh Queen untuk maju. Queen mengangguk girang lalu maju ke depan.
"Lagu apa? Dan dengan memainkan alat musik apa?" tanya Mrs. Oliv dengan senyuman lembut.
"Lagu impossible! Sambil main gitar," jawab Queen kembali semangat. Mrs. Oliv mempersilahkan Queem untuk memulai bernyanyi. Queen menarik nafas dalam-dalam lalu ia memunculkan gitar dan kursi dengan sihir miliknya. Queen duduk dan mulai kebait pertama sebelum petikan gitarnya terdengar.
__ADS_1
Mm, Oh ... Oh, Yeah, Mm
Petikan gitar mulai terdengar. Semua murid menatap Queen dengan tatapan serius.
I remember years ago
Someone told me I should take
Caution when it comes to love, I did
And you were strong and I was not
My illusion, my mistake
I was careless, I forgot, I did
Nick tersenyum seraya menatap Queen yang sudah muali bernyanyi beberapa bait. Dan sepertinya ... Queen bernyanyi sesuai perasaannya.
*And now
When all is done, there is nothing to say
You have gone and so effortlessly
You have won, you can go ahead, tell them
Tell them all I know now
Shout it from the rooftops
Write it on the skyline
All we had is gone now
Tell them I was happy
And my heart is broken
All my scars are open
Impossible ...
Impossible ...
Impossible* ....
Nick terus memperhatikan rambut Queen yang tergerai sendirinya. Angin berhembus dan membuat rambutnya bergoyang-goyang penuh ketenangan.
*Hey ...
Falling out of love is hard
Falling for betrayal is worse
Broken trust and broken hearts
I know, I know
And thinking all you need is there Building faith on love and words Empty promises will wear
I know
I know and now
When all is done, there is nothing to say
And if you're done with embarrassing me
__ADS_1
On your own you can go ahead, tell them
Tell them all
I know now Shout it from the rooftops
Write it on the skyline
All we had is gone now
Tell them I was happy
And my heart is broken
All my scars are open
Tell them what I hoped would be impossible ...
Impossible ...
Impossible ...
Impossible* ....
Queen membuka matanya dan tersenyum tipis lalu kembali mengalunkan bait selanjutnya.
*Hey
And I remember years ago
Someone told me I should take
Caution when it comes to love I did
Tell them all I know now
Shout it from the rooftops
Write it on the skyline
Yeah, hey, all we had is gone now
I tell them I was happy, ayy
And my heart is broken, yeah Yeah, yeah, yeah, yeah, yeah
Impossible ...
Impossible ...
Impossible* ...
Queen marik nafasnya dalam-dalam.
Impossible ....
Semuanya bertepuk tangan dan Mrs. Oliv menatap Queen haru. Penampilan Queen benar-benar menakjubkan.
****
Sepulang pembelajaran, Queen pergi menuju taman belakang untuk melanjutkan bacaannya. Unrung tadi ia sempat meminjam buku tentang clan demon di perpustakaan.
Queen duduk santai di rerumputan itu dan mulai membaca.
**Sejarah mengapa bangsa demon tak diperbolehkan masuk ke perbatasan kingdom
Ras paling menakutkan, kekuatannya pun sangat besar terlebih lagi sang raja iblis Satan. Satan raja iblis dari setiap iblis kelas atas. Dia menguasai semua tingkat neraka, anak buahnya sangat banyak. Namun kala itu bangsa demon merencanakan penyerangan terhadap para kingdom di planet ini. Namun rencana itu dapat di hentikan oleh goddes. Lalu anehnya sang raja yaitu satan jatuh cinta pada goddes. Ia mulai sering menemui goddes di penghujung senja. Mereka menikah dan hubungan mereka di ketahui oleh Scarlett si penyihir hitam yang diketahui menyukai Satan. Scarlett dengan kemarahannya membantai semua ras lalu menyegel Satan dan Goddes di salah satu tempat yang tidak diketahui siapapun. Dan tanpa sepengetahuan Scarlett, ternyata goddes melahirkan seorang bayi perempuan sebelum 1 bulan pernikahannya. Scarlett semakin marah dan terus membabat habis para pasukan antar kingdom dan untungnya seorang kudeta suci menyegelnya di sebuah kuil kuno serta para kingdom menghabisi sisa pengikutnya. Kelahiran bayi hubungan antara Satan dan Goddes pun sampai ketelinga para malaikat. Mereka marah karena seorang dewi melakukan hal itu, karena itu sampai sekarang para demon tidak diperbolehkan datang ke area kingdom lagi**.
__ADS_1
"Jadi begitu ya ... tapi kenapa anak dari goddes bisa ditakdirkan dengan keturunan raja kegelapan? Dan kenapa keturunan asli dari goddes disebut anak ramalan yang akan menyelamatkan negeri ini? Ah ini benar-benar membuatku pusing!" Queen menutup buku itu lalu pergi meninggalkan taman.
-¤-