Princess Of The Moon Goddes

Princess Of The Moon Goddes
Bab 6 : Phobia menghancurkan segalanya


__ADS_3

Happy Reading...


***


Dan suasana kembali seperti semula, tapi dengan Queen yang beda. Ia memiliki sayap seperti seorang peri suci.


"Bukannya kau ras penyihir ? Tapi sayap itu .... " Mr. Atiza terbelak kaget melihat penampilan Queen yang baru. Mr. Atiza dengan cepat membaca mantra phobia. Pasti ini akan berhasil.


Munculah mahluk kecil yang lucu dan sangat imut.


"Meow." ya! Itu adalah seekor kucing yang lucu. Lalu semua murid hanya terbelak kaget. Si kucing dengan santai melompat kesana kemari dan sesekali menjilati kakinya.


"Queen, kau phobia kucing?" tanya salah satu murid namun tak ditanggapi oleh Queen. Keringat dingin membanjiri tubuh Queen. Ia terbang dengan cepat menuju Mr. Atiza. Ia menjabak Mr. Atiza dengan sangat kejam.


"Hilangkan kucing itu! HILANGKAN! HILANGKAN!" teriak Queen marah dan kucing itu menghampiri Queen.


"Hilang- HACIWW!!" Tiba-tiba Queen bersin disertai guncangan bumi. Ia terbang keatas lalu kepalanya terbentur atap.


"Aduhhh!!" Ia meringis kesakitan. Queen menatap Mr. Atiza dengan penuh amarah seperti ingin mencabik-cabik masternya yang satu ini.


"Hilangkannn KUCING ITU!!!" teriaknya dengan sangat keras dan membuat semua orang menutup telinga mereka.


"Baik!!" sahut Mr. Atiza gelagapan. Ia sangat khawatir jika Queen akan merusak barang-barang lainnya. Kucing itupun menghilang sesuai dengan permintaan Queen.


"Baik kita sudahi semua ini, Queen kau boleh duduk. Kita tunggu bulan purnama saja, jika kau bersinar berarti kau kateruran dewi bulan, jika tidak mungkin marga itu hanya kebetulan," tutur Mr. Atiza kesal. Queen kembali kepenampilannya semula, tapi dengan rambut warna Abu-abu.


Ia kembali duduk.


"Ternyata gadis aneh sepertimu bisa phobia kucing!" ejek Nick sembari tersenyum meremehkan. Queen menoleh kearahnya.


"Terserahlah!" ketusnya dan Queen hanya mendelik tak suka.


"Oke, baiklah, kalian boleh istirahat!" Queen melesat, membuat semua orang kaget.


"LAPAAR!!" Mereka dikagetkan dengan teriakan itu juga. Queen memang ada-ada saja.


"Sekedar info, besok pemilihan senjata, semoga beruntung!" Semua murid pun pergi berhamburan ke kantin untuk makan.


"Kurasa ini terlalu cepat hm," ujar Veera seraya mengangkat bahu.


"Eh? Queen kemana? Sepertinya dia sudah selesai makan, tapi kemana ia sekarang?" tanya Veera kebingungan.


"Dia pasti ke perpustakaan, gak salah lagi," ujar Atea seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Disisi lain ....


"Ih! ih! Mengapa buku ini sangat susah diraih!!! Buku kampret, ayolah!" kesal Queen dan Queen hanya bisa merengek setelah itu.

__ADS_1


"Makannya tumbuh itu keatas, bukan kesamping. Dasar gadis aneh!" sarkas seseorang kejam dan Queen pun berbalik.


"Iblis jelek? Mengapa kau disini!! Kemarikan buku itu!" sahut Queen sebal. Nick mengangkat salah satu halisnya.


"Terserahlah, nih!" Nick melempar buku itu tepat diwajah Queen membuat Queen menggeram marah.


"Aww sakit! Menyebalkan!" geram Queen dan ia langsung berlalu pergi meninggalkan Nick.


"Dih, aneh!" Nick mengangkat bahu dan segera mengambil buku yang diinginkannya.


****


Queen berteleportasi menuju teman-temannya dengan perasaan yang masih kesal.


"Ah ternyata kalian sedang mengobrol, kalian sedang membicarakan apa?" tanya Queen heran.


"Queen! Kebetulan kau ada disini, tadi aku dan Atea melihat Naomi, sena, dan lolita! Mereka semua tebar pesona kepada Nick, Ardolf dan Fath," jelas Veera pada Queen.


"Hah? Benarkah? Mana mungkin Naomi seperti itu!" Queen mengelak.


"Jika kau tidak percaya, mari kita ketaman belakang!" sahut Veera sembari menarik tangan Queen dan Atea menuju taman belakang sekolah.


***


Disinilah mereka bertiga, di hamparan taman yang amat luas, ada kolam yang disertai air mancur di tengah taman. Hamparan bunga ada dimana-mana, dan terdapat juga 5 rumah pohon dan 1 perpustakaan pohon di taman itu. Ya, sangat menakjubkan bukan?


"Tunggu dulu, liat itu!" ujar Veera dengan nada yang ketus. Queen melihat ke arah yang ditunjuk oleh Veera. Ia terbelak, pemandangan apa itu. Ketiga gadis yang sedang menggoda tiga pria? Menjijikan. Pikir Queen.


"Naomi berubah?" tanya Queen pada dirinya sen diri. Ia berkedip beberapa kali.


"Aku harus kesana!" Queen hendak beranjak pergi dari tempat itu, namun tangannya di cekal oleh Atea.


"Jangan Queen, biarkan saja mereka!" ucap Atea bijak. Baiklah, kali ini Queen hanya membiarkan Naomi cs. Mereka pun segera pergi, namun penglihatan Ardolf tidak bisa dikalahkan. Ia sempat melihat Veera disana.


Ardolf kemudian berbisik kepada Fath dan Nick tentang apa yang dilihatnya tadi.


"Barusan ada Queen, Veera, dan Atea. Tapi entah kenapa mereka pergi lagi," bisiknya. Fath dan Nick hanya menganguk mengerti.


Disisi lain...


"Naomi itu tergila-gila pada Nick, kalian tahu? Bisa saja Sena dan Lolita tergila-gila pada Ardolf dan Fath," ucap Queen dengan menebak-nebak lalu setelah itu ia hanya mengangkat bahu.


"Aku gak terima! Ardolf ku direbut," lirih Veera seraya memanyunkan bibirnya.


"Dia bukan siapa-siapamu Veera," ujar Atea menyadarkan Veera. Queen hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Iya juga sih!" kesal Veera masih dengan keadaan cemberut.

__ADS_1


"Bukan urusan kita juga kan? Mending kita ke perpustakaan!" ajak Queen. Veera dan Atea mengangguk setuju.


"Kami setuju!" ucap Veera dan Atea kompak. Queen segera memegang kedua pundak teman-temannya dan segera berteleportasi ke perpustakaan.


Kini mereka sedang menelusuri perpustakaan. Veera telah mengambil lima buku dongeng. Queen hanya geleng-geleng kepala melihatnya, Veera ini memang menyukai dongeng. Sedangkan Atea memilih buku sejarah yang sangat tebal. Queen tidak tentu memilih buku apa. Tiba-tiba ....


Brakk!!


Kepalanya tertimpa buku.


"Aduh sakit!" Ia meringis kesakitan, matanya terfokuskan kearah buku itu. Buku itu nampak mengesankan dimata Queen. Buku itu berjudul 'Segel Dewi Bulan' .


Queen segera menganggkuk tanda ia menyukai buku tersebut. Ia berbalik dan terjatuh karena tersandung sesuatu.


Buku lagi?


Batin Queen. Queen tidak peduli, ia mengambil buku yang telah membuatnya terjatuh lalu berlari menuju penjaga perpustakaan.


****


Queen kini sedang berada di kamarnya sendirian. Ya, kedua temannya pergi untuk makan malam, sedangkan Queen terlalu antusias untuk membaca buku tersebut.


Ia membaca terlebih dahulu buku yang berjudul 'Segel Dewi Bulan' ia membuka lembaran pertama.


Kekuatan keturunan Dewi Bulan akan di segel dalam sebuah kalung yang mempunyai kristal berwarna Silver. Tidak semua kekuatan sang keturunan di segel. Tapi sebegaian besarnya disegel. Dan jika sang keturunan menginginkan kekuatannya utuh, ia harus membuka segel itu dengan mantra yang berada di buku kuno tua, semua orang tidak tahu buku itu dimana, tapi sang keturunan akan mengetahuinya secara perlahan-lahan.


Mata Queen berkilau.


"Wah, keturunannya sangat beruntung, pasti dia sangat kuat!" gumam Queen kagum.


Kleek


Pintu terbuka menampilkan kedua temannya.


"Hai Queen, aku dan Atea ingin bercerita," ucap Veera dengan raut muka sedih. Queen nampaknya tertarik. Ia menyimpan bukunya dan segera menghampiri kedua temannya.


"Apa yang ingin kalian ceritakan?" tanya Queen.


"Tadi pakaian Naomi sangat seksi, dia benar-benar berbeda," ujar Veera pada Quen. Queen pun menyergit heran.


"Dia nampak cantik namun gayanya menjijikan," timpal Atea.


"Dia ini selalu saja membuat masalah kau tahu?" Veera cemberut.


"Tadi dia berpura-pura tidak mengenaliku, dia bilang aku ini gadis gendut, jelek, bantet, dekil, dan miskin. Dia keterlaluan!" tutur Veera sambil tertunduk.


"HAH?!" Queen berteriak hingga lampu di kamar mereka pecah.

__ADS_1


-¤-


__ADS_2