Princess Of The Moon Goddes

Princess Of The Moon Goddes
Bab 25 : Kesakitan Mendalam


__ADS_3

Happy Reading


***


Tok ... tok ....


Pintu kamar Queen beberapa kali diketuk. Queen yang sedang nonton televisi bersama ketiga temannya pun kesal. Mereka sedang menginap di istana milik Nick. Sedangkan murid lainnya sudah pulang ke Academy. Dan sekarang jam menunjukan pukul 19.00-


"Apa?!" kesal Queen saat membuka pintu. Dan ternyata oh ternyata ... yang di depannya sekarang ini adalah Nick, Afdolf, dan Fath. Queen melotot garang.


"Mau apa?" Queen bertaya seraya berkacak pinggang. Ardolf menggaruk kepalanya yang ta gatal.


"Boleh kami masuk?" tanya Fath. Queen diam sebentar lalu mengangguk malas. Mereka bertiga masuk dan mendapati Veera dan Atea yang sedang bermain lempar bantal dan sesekali smackdown.


Atea yang menyadari kedatangan teman-temannya pun mengakhiri permainannya dan duduk malu. Gadis mana yang tak malu coba?


"Ih Tea! Ayo main lagi!" kesal Veera dan Atea pun menahan tawanya sembari menunjuk kearah belakang tubuh Veera. Veera membalikan badanya dam terbelak kaget.


"Kok gabilang dari tadi?! Jadi malu kan?!" Veera mengerucutkan bibirnya kesal. Nick dkk hanya terkekeh. Queen duduk dan melahap keripik kentangnya.


"Kami mau mengajak kalian ke kota Darkvil baru setelah itu pulang ke Academy," ujar Ardolf membuat ketiga gadis itu menoleh. Lalu Atea dan Veera mengagguk semangat sedangkan Queen hanya memandang malas mereka semua.


"Kau mau Queen?" tanya Fath. Queen menoleh denga mata ala lazy nya, "Ya."


"Baiklah ayo berangkat!" Semangat Veera membara. Mungkin jika di animasi-animasi akan ada kobaran api di sekitarnya.


***


Mereka telah sampai di kota Darkvil. Kota ini begitu mengagumkan, berbagai teknologi ada seperti kalanya kota Hazel. Sepertinya Darkvil kota kedua yang penuh teknologi setelah kota Hazel? Yap.


Queen hanya diam malas disamping Nick. Keempat teman kampretnya itu meninggalkan mereka berdua di toko eskrim, sialan memang! Nick melirik Queen sekilas yang nampak malas melakukan hal apapun.


"Hey!" kesal Nick ketika Queen tak acuh saat Nick memanggilnya berkali-kali. Queen menoleh malas lalu mengangkat satu halisnya.


"Apa?" tanya Queen cuek. Sebenarnya ia bukan cuek, tapi menghindar. Tau kan seperti apa susahnya? Tapi Queen menjalankan itu semua dengan mudah. Nick menatap manik Queen yang sudah berubah menjadi ungu.


"Mau jalan-jalan?" tanya Nick. Queen diam sebentar karena belum paham.


"Ha?"


"Jalan-jalan."


"Oke." Percakapan yang begitu singkat. Beginilah ketika Queen disatukan dengan Nick. Mereka berjalan menyusuri toko-toko. Sesekali ada yang membungkuk hormat kearah Nick dan hal itu membuat Nick kesal.


"Mau kemana?" tanya Nick tumben-tumbenan. Queen menoleh lalu ia berfikir.

__ADS_1


"Makan!" sahutnya mulai semangat. Nick melotot garang, jika ia mengajak Queen makan akan banyak yang hilang dari dompetnya. Yap, uangnya. Tahu sendirikan porsi makan seorang 'Queen'?


Nick menggeleng keras, "Tidak!" tolaknya kesal. Queen menghentakan kakinya kesal lalu pergi meninggalkan Nick.


"Hey nenek lampir! Tunggu aku sialan!" Nick berlari mengejar Queen. Queen berdiri tepat di depan spanduk pasar malam. Matanya berbinar-binar seraya menunjuk-nunjuk pasar malam.


Nick menepuk jidatnya lalu menggusur Queen kedalam pasar malam itu. Di sana lebih banyak orang yang memandang mereka heran. Ada hubungan apa antata sang penguasa dengan gadis rambut silver itu?


Nick melepaskan Queen sehingga Queen tersungkur dan mengaduh kesakitan. Nick tersenyum miting ketika Queen memarahinya dan memukulnya sekeras mungkin.


"Sudah selesai cueknya?" tanya Nick dengan seringaian. Queen terbelak.


Astaga aku lupa!


Queen menggerutu lalu menarik tangan Nick menuju tempat permen kapas. Nick mengangkat salah satu halisnya seraya menatap Queen.


"Belikan itu lima!" Nick terbelak. Banyak sekali ... apakah Queen sanggup memakan permen kapas sebanyak itu? Gadis ini memang benar-benar gila.


"Nih! Kalau sakit perut jangan mengeluh." Queen mengangguk lalu melahap permen kapas itu dengan rakus. Sudah lama ia tak memakan permen kapas. Kok di Darkvil ada permen kapas? Entahlah Queen juga tidak tahu.


Setelah itu mereka pergi berjalan mengelilingi pasar malam. Queen tak mau menaiki wahana saat diajak Nick. Dan sekarang Queen sudah mulai bosan akan hal ini.


"Akan kuajak kau kesuatu tempat." Queen menyergit. Nick memegang pundak Queen dan mereka pun berteleportasi menuju kesbuah tempst.


"Bagaimana?" tanya Nick. Queen terbelak saat melihat pemandangan ini. Mereka sedang berada di tebing pinggir laut. Queen duduk di rerumputan dan Nick pun menyusulnya. Queen tersenyum seraya melihat bintang-bintang di langit.


"Kau menyukai bintang mana?" tanya Nick pada Queen. Queen menoleh seraya tersenyum, angin menerbangkan rambutnya dan itu menambah kesan cantik Queen. Queen menunjuk keatas sana.


"Sirius!" sahut Queen girang.


"Karena sirius adalah bintang yang paling terang! Kau menyukai yang mana?" tanya balik Queen. Nick tersenyum tipis lalu.


"Tidak ada." Queen menyergit heran dengan jawaban Nick.


"Karena bintang yang paling terang adalah kau. Kau bintang yang paling terang di dalam hidupku. You are my sun, my moon, and all my star's."


***


Queen berguling-guling di kasurnya. Sejak semalam. Mereka kini harus masuk kelas pagi lagi sedangkan Queen masih saja guling-guling di tempat tidurnya. Tapi jauh dilubuk hantinya Queen membatin.


Gaboleh berharap ih!


Atea yang sudah kesal pun mengguyur Queen dengan air yang sangat banyak. Queen terbelak kaget lalu saat ia menoleh, ia mendapati Veera dan Atea yang sedang berkacak pinggang. Queen hanya nyengir lalu masuk kedalam kamar mandi.


"Kalau dia tidak mau mandi di kamar mandi ... yasudah aku siram saja! Jadi mandi di kasur kan!" gerutu Atea sembari berlalu pergi menuju ruang tengah.

__ADS_1


"Kita harus sarapan." Atea menoleh kearah Veera yang sudah memegangi perutnya.


"Biasanya Queen dan aku jarang sarapan, sepertinya kau duluan saja ke kantin. Sementara aku menunggu Queen disini!" Veera mengangguk lalu pergi meninggalkan asrama. Queen telah selesai dan berjalan menghampiri Atea.


"Veera dimana?" tanya Queen.


"Kantin." Queen mengangguk namun saat mereka pergi ... televisi tiba-tiba menyala dan menampakan seorang wanita dengan tudung merah.


Halo para rakyat antar kindom!


Wanita itu menyapa seraya menyeringai. Atea terbelak saat mengetahui siapa yang berada di dalam  televisi itu.


"Astaga Scarlett! Queen jangan dulu ke kantin!" Queen menoleh dengan panik.


Aku Scarlett! Masih ingat denganku? Salam ya untunk semua kingdom juga semua ras yang ada. HAHAHA! Mana yang katanya keturunan asli Goddes? Belum ada kan? Hahahaha! Kasihan sekali kalian! Bulan purnama nanti aku akan menyerang seluruh kingdom ini hahaha! Jadi persiapkan diri untuk ... perang besar BERSAMAKU!


Seketika layar televisi itu mati. Mereka rasa seluruh media dikuasai oleh Scarlett. Scarlett benar-benar merepotkan. Atea menatap Queen cemas.


"Bagaimana ini?" tanya Atea cemas. Queen pun tidak tahu menahu tentang keturunan goddes maupun Scarlett.


"Pasti kita akan melawan Scarlett! Seluruh Academy akan dilatih Queen," ujarnya tambah cemas. Lantas Queen segera menenangkan Atea.


"Ayo sebaiknya kita menyusul Veera. Takutnya dia menunggu!" Atea mengangguk dan berjalan disamping Queen menuju kantin. Saat memasuki pintu besar itu mereka melihat banyak orang mengerubuni sesuatu. Telinga Queen menajam dan mendengar kegaduhan di sana. Queen menerobos lalu menemukan Nick yang sedang berlutut di depan Naomi. Jangan lupakan dengan tangannya yang memegang tangan Naomi.


"Aku tahu kaulah keturunan goddes Naomi! Jadi maukah kau menjadi kekasihku? Dan patner bertarungku?" Kepala Queen berdenyut sakit. Apa yang dilihatnya bukanlah mimpi kan?


Bangun! Please bangun! Aku ingin bangun please please!


Semua siswa berbisik atas pernyataan Nick. Dan apa ini ... Nick mengira Naomi keturunan goddes?


Kumohon bangun! Bangun!


Naomi menatap Nick dengan mata berbinar-binar. Air mata mengalir deras di wajah Queen. Queen meremas tangan Atea kencang. Atea yang mengetahui itu pun langsung mendekap Queen dan mengusap kepalanya.


Kenapa? Kenapa? Padahal kemarin Nick membuat dia melayang, tapi kenapa sekarang harus jatuh? Kenapa?


Kumohon jangan! Tolak! Kumohon!


Queen terus berdoa agar Nick dan Naomi tidak menjadi sepasang kekasih.


"Aku tahu kaulah keturunan goddes! Maka jadilah kekasihku sekaligus patnerku!" ucap Nick sekali lagi. Naomi perlahan mengucapkan, "ya."


NO! NO! NO! tidak tidak tidak!


Atea menarik Queen keluar dari kerumunan. Dan saat mereka berhasil keluar ... tubuh Queen terperosok. Pandanganya menggelap dan setelah itu Queen pingsan.

__ADS_1


-¤-


__ADS_2