Princess Of The Moon Goddes

Princess Of The Moon Goddes
Bab 22 : Queen of Black Witch


__ADS_3

Happy Reading...


***


Queen, Veera, dan Atea kini sedang berjalan di koridor yang ramai. Sesekali mereka tertawa karena lelucon yang tidak seberapa. Tak sengaja mereka berpapasan dengan Naomi and the gang.


Naomi, Sena, dan Lolita tersenyum kearah Queen tetapi menatap sinis Veera dan Atea. Veera pun membalasnya dengan pelototan garang, sangat amat garang. Atea tidak terlalu peduli karena memang pada dasarnya ia tidak peduli haha.


Queen yang tak ingin berlama-lama pun menarik tangan Atea dan Veera untuk masuk kedalam kelas. Kondisi kelas sangat ramai karena semua murid sudah pulang dari misinya, kecuali satu tim! Sepertinya tim Delano belum pulang?


Queen, Veera, dan Atea duduk di kursi kelompok mereka. Queen menatap Nick yang sejak tadi hanya menelungkupkan wajahnya. Karena kebetulan Nick ada disebelahnya, ia pun menunduk menatap Nick.


"Hei? Kau tidur? Ini sudah mau masuk!" bisik Queen kesal. Nick dengan buru-buru mendongak cepat dan hal itu membuat kening mereka berbenturan.


"Aw-!" pekik Queen kesakitan. Nick melotot lalu dengan sigap mendekap Queen kedalam pelukannya dan seketika satu kelas hening. Para kaum hawa kembali berteriak histeris dengan aksi heroik Nick yang langsung menarik Queen kedalam dekapannya.


Dada Queen berpacu kencang saat ini, namun ia tak mau mempermalukan harga dirinya. Queen pun menarik tubuhnya kembali dengan tatapan kesal.


"Apa sih—" sebelum menyelesaikan kalimatnya, Nick keburu mengusap kening Queen lembut. Queen menelan salivanya susah payah saat Nick mengusap keningnya.


"Keningmu ... memar," ujar Nick namun seketika ia menurunkan tangannya seraya melihat seseorang dibelakang Queen.


"Ekhem-! Aku mengganggu adegan pacaran kalian ya?" Suara itu ... sontak Queen langsung menoleh kaget. Dan yang didapatinya adalah si master tengil, siapa lagi kalau bukan wali kelas mereka Mr. Atiza?


"Sialan! Kami tidak pacaran! Dasar master tengil, homo!" umpat Queen kesal. Satu kelas melongo dibuatnya.


Mr. Atiza melotot ketika ia disebut homo.


"Homo?! Kalau iya emang kenapa?!"

__ADS_1


"Eyy ... " satu kelas langsung protes dan sebagian ada yang gangguan jantung jarena terkejut dengan ucapan Mr. Atiza.


"Bercanda, lagi pula masa orang tampan seperti saya homo? Gini-gini juga saya masih doyan lubang," sahut Mr. Atiza yang membuat semua murid melongo. Namun setelah itu mereka mendengar suara kebisingan dari lantai bawah. Dan terdengar juga beberapa teriakan seperti, "RATU PENYIHIR HITAM BANGKIT! Kami bertemu dengannya saat di perjalanan! Siapa pun tolong! Delano terluka!"


Mr. Atiza dengan sigap pergi ke lantai bawah dengan buru-buru. Tim Galaxyan pun mengikuti Mr. Atiza karena penasaran. Mereka sampai dan melihat tim Delano dengan penampilan yang sangat memprihatinkan.


"Siapapun! Mr. Atiza tolong! Delano terluka parah! Aileen dan Steven juga!" ujar seorang gadis bernickname Vilia.


"Kenapa mereka bisa begini?" tanya Mr. Atiza seraya memeriksa keadaan Delano, Aileen, dan Steven. Lalu pria dengan nickname Calvin maju untuk menjelaskan. Tangannya nampak ada luka cakar dan ia juga sedikit kesusahan berjalan. Veera maju untuk membantu mengobati. Disaat genting seperti ini, kemana master yang lain?


Calvin duduk dengan Veera yang sedang mengobati lengannya.


"Saat itu .... " Calvin menggantung kalimatnya.


"Kami sedang berjalan pulang lalu tak sengaja kami mendengar suara wanita yang sedang meminta tolong ... dan kami dengan cepat menghampiri sumber suara. Namun yang kami lihat tangan wanita itu sedang dimakan oleh nenek tua yang perlahan kembali muda. Kami terkejut dan meneriakinya, nenek itu berubah menjadi muda setelah memakan setengah badan gadis itu. Kami melihat tatoo di keningnya, dan itu simbol clan black witch. Dan yang bisa kembali muda dengan memakan manusia hanyalah Scarlett si Ratu Penyihir Hitam kan? Kami bingung, bukannya dia sudah mati dan mayatnya dibekukan disebuah kuil suci? Kami tidak tahu. Scarleet menembakan sinar hitam kearah Aileen dan ia terjatuh lalu tubuhnya mengejang .... " ia menarik nafas lalu kembali melanjutkan ceritanya.


"Aku dan Vilia berusaha mengobati Aileen, sedangkan Delano dan Steven mencoba menyerang dengan penuh tenaga. Steven tumbang karena dia menghirup asap racun dari Scarlett. Delano tak tinggal diam, ia dengan mana yang sedikit masih bisa menggunakan sihir pengunci. Delano dengan tepat menguncinya di gelembung air. Karena kami tahu itu tak akan bertahan lama, akhirnya kami segera melarikan diri dan Dalano kehabisan mana karena menggunakan sihir pengunci itu. Steven keracunan dan ditambah luka-lula ditubuhnya. Sedangkan Aileen tidak tahu, yang jelas sinar itu melesat dan menembus dadanya." Mr. Atiza mengangguk ketika mendengar penjelasan dari Calvin. Lalu ia menyeruh tim Galaxyan membantu membawa tim Delano ke ruang perawatan.


Mereka sampai dan segera membantu penyembuhan luka-luka ditubuh tim Delano. Sungguh sial nasib mereka karena mereka harus berhadapan dengan Scartlett. Queen duduk disebelah Atea dan bertanya, "Bisa jelaskan sesuatu tentang Scarlett?" tanya Queen. Atea menoleh dan mengangguk.


"Scarlett adalah pengkhianat, dia melanggar aturan dengan menyalah gunakan kekuatan penyihirnya. Sebelum ada dirimu, Scarlett dan pengikutnya adalah penyihir hitam. Mereka mengacaukan planet ini dan mereka juga yang telah membuat Dewi Bulan dan Raja Iblis/kegelapan menghilang. Lalu ada kudeta suci yang menyegelnya di kuil miliknya. Dan mungkin kudeta itu sudah mati termakan umur. Setelah sang ratu disegel, para raja dan seluruh prajurit antar Kingdom membabat habis kaum penyihir hitam. Sebenarnya ada penyihir putih atau bisa kita sebut penyihir murni tapi sudah punah. Dan yang tersisa hanya kau," jelas Atea panjang lebar. Ia memang ahli dengan sejarah seperti ini. Beruntung kejadian itu tak membuatnya lupa akan sejarah. Queen termenung lalu entah dari mana ia teringat kejadian kemarin malam. Kata-kata dirinya yang lain selalu terngiang-ngiag dalam telinganya.


"Ini bukan saatnya, kembalilah besok! Dan sampai jumpa!"


Karena Mr. Atiza sedang menanggani tim Delano ia pun pergi ke perpustakaan secara diam-diam. Queen tersenyum kearah pria tua penjaga perpustakaan itu lalu pergi menuju tempat kemarin. Ia kembali membaca mantra dan rak buku itu berubah menjadi dinding dengan simbol rumit. Tanganya ia letakan tepat di tengah-tengah simbol itu. Cahaya datang, bersamaan dengan menggelapnya pandangan Queen.


***


"Kau kembali?" tanya diri Queen yang lain dengan ramah. Queen hanya menatapnya sinis seraya berkata, "Tidak usah bertele-tele!" Queen berkata ketus karena ia sangat tidak menyukai hal yang bertele-tele seperti ini.

__ADS_1


"Oke, ini sudah saatnya kau tahu hmm. Tapi ini terlalu cepat jadi sebaiknya kau kemari lagi dua atau tiga hari kedepan?" Queen menggeram marah.


"Kau ini bagaimana?! Jangan membuat omong kosong seperti itu dong!" kesal Queen. Diri Queen yang lain hanya tersenyum.


"Ini bukan saatnya, kembalilah besok! Dan sampai jumpa!" Seketika pandangan Queen kembali menggelap. Queen terbangun lalu ia berdiri dengan keadaan kesal. Setelah kejadian itu, ia tak akan peduli lagi dengan si 'dia' yang lain!


"Lihat saja! Akan kubuat kau menungguku, cuih!" ketus Queen dan langsung berlalu pergi dari perpustakaan. Di jalan ia berpapasan dengan Nick.


Mereka menghentikan langkah secara bersamaan. Lalu mereka berbalik seraya mengucapkan nama satu sama lain.


"Queen/Nick!" Mereka diam terkesiap. Queen mendelik lalu menghampiri Nick.


"Bagaimana? Kalian sudah selesai mengobati tim Delano? Apa katanya?" tanya Queen serius.


"Tidak tahu."


"Lalu kau mau ke asrama mu?"


"Tidak."


"Lalu kau mau kemana?"


"Kelas."


Queen menepuk jidatnya, benar sekali! Sekarang jam pelajaran sudah berganti dan ia masih santai? Ia pun dengan kilat berlari menuju kelasnya, sedangkan Nick hanya berjalan santai. Padahal awalnya Nick akan mengajak Queen membolos.


"Tapi kenapa aku harus mengajaknya?" Bingung Nick. Kenapa juga Nick harus repot-repot mengajak Queen sementara ia bisa membolos sendirian?


Tapi ia tak jadi membolos karena teringat akan pelajaran Mrs. Nafa. Sekarang adalah tentang pemanggilan roh. Ia menjadi bersemangat ketika berkaitan dengan kematian, roh, dan kegelapan.

__ADS_1


-¤-


__ADS_2