Princess Of The Moon Goddes

Princess Of The Moon Goddes
Bab 39 : Pengorbanan Veera


__ADS_3

Happy Reading ....


***


"TIDAAAKKK!"


Bukan Queen. Bukan pula Atea. Namun ... itu Veera.


Kekuatan dahsyat itu menembus tepat ke jantungnya. Darah terciprat di segala tempat. Tubuhnya ambruk seketika.


Mengapa harus Veera? Mengapa?


Semuanya terdiam, mata Queen dan Atea mulai berair. Tak ada sepatah kata apapun yang keluar dari mulut mereka. Veera, dia terluka parah. Namun untungnya dia sedikit-sedikit masih bisa bernafas. Apa yang terjadi jika tadi Veera tak berkorban? Tentu saja Queen akan mati dengan keadaannya yang masih terjebak di bebatuan.


Queen menggeram penuh amarah. Beraninya Naomi melakukan hal ini pada Veera, sungguh tidak dapat di maafkan. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat. Matanya berubah menjadi hitam sepenuhnya. Taringnya kian menajam. Rambutnya berubah menjadi hitam pekat.


BUGH!


Ia terlepas dari bebatuan yang mengurungnya. Matanya terus menatap tajam Naomi dan kedua temannya. Sepertinya akan ada pertarungan yang semakin sengit.


Disisi lain Nick, Ardolf, dan Fath menatap serius kejadian itu. Entah mengapa, seperti ada yang mengganjal di hati Ardolf dikala melihat Veera yang terkena serangan.


"Kau yakin ini tak berlebihan Nick?" tanya Ardolf ragu.


"Tentu saja tidak." Mata merah darahnya terus menatap serius ke arah Queen dan yang lainnya.


"Pertarungan sesungguhnya ... menurutku baru dimulai sekarang. Kekuatan iblisnya bangkit sempurna. Aku tidak menyangka hal ini." Nick tersenyum lalu menyeruput darah segar di gelas yang ia genggam.


"Atea ... kau obati Veera. Walaupun kau bukan healer tapi ... berusahalah untuk mengobatinya," ucap Queen dingin. Atea mengangguk lalu membawa Veera ke ujung pilar.


Queen mengepalkan tangannya lalu melesat menyerang Naomi, Sena, dan Lolita secara bergantian. Gara-gara mereka Veera terluka parah, Queen tidak mau kejadian Rez terulang kembali. Apakah semua orang yang ia sayangi akan berakhir mati? Meninggalkannya?


Lebih baik aku yang mati dari pada kalian yang mati. Aku tidak ingin kalian semua pergi meninggalku sendirian. Aku yang lebih pantas mati, bukan kalian.


Batinnya.


Semuanya terasa begitu cepat, padahal jika diingat-ingat ... ia baru beberapa bulan bersekolah di Fancy Academy. Perjalanannya belum selesai, perjalanannya masih panjang.


Akankah ia mengembalikan semua keadilan dan kebajikan? Ataukah hanya menambah kegelapan dan kehancuran?


Anak dewi? Semua itu tidak penting, ia berfikir bahwa dirinya tak pantas mendapatkan gelar itu. Menjaga teman-temannya saja tidak bisa, apalagi menjadi seorang putri dewi yang mempunyai berlipat tanggung jawab?


Kerja keras bagai kuda, berlatih sihir, mantra, elemen, dan ritual lainnya. Apakah semua itu belum cukup untuk mengembalikan kebajikan? Bersatu dengan kegelapan? Apakah bisa? Jika boleh ... kebajikan dan kegelapan bersatu menjadi sebuah keseimbangan di antara para Kingdom, malaikat, dan iblis.


Queen, dan generasi lainnya akan berusaha sekuat mungkin. Menyeimbangangkan semua itu.


***

__ADS_1


Sudah lama ia menyerang Naomi, Sena, dan Lolita tanpa henti. Namun ... kapan berakhirnya pertarungan ini? Mereka sudah bertarung berapa jam lamanya? Peperangan itu akan segera terjadi tepat bulan purnama besok malam. Akankah sempat?


"Keparat!" umpat Naomi seraya memegangi tangannya yang terluka parah. Ternyata Queen dapat mengoyak tangan Naomi. Usaha yang sangat bagus Queen!


Kuku Queen memanjang, sayap hitamnya juga telah keluar. Ia bagaikan iblis yang dipenuhi amarah.


"Aku akan membunuhmu Naomi! Aku akan membunuhmu!!" Queen terus melesat dengan sayapnya, mengitari Naomi, Sena, dan Lolita.


Mereka bertiga yang di kelilingi Queen pun terkejut dan membuat lingkarang dengan menempelkan punggung mereka. Mata mereka terus waspada jika tiba-tiba ada serangan dari Queen.


BOAAM!!


"Akh!!" Sena menjerit kesakitan, racun peledak yang dilemparkan Queen mengenai lehernya.


"Sena!" pekik Lolita terkejut. Queen terus mengitari mereka seraya merapalkan mantra misterius.


Naomi menggeliat layaknya cacing kepanasan. Ia terus memekik kesakitan, akar merah terus merayapi bagian tubuh-tubuh Naomi.


Lolita yang sedang mengobati Sena pun tiba-tiba tumbang dengan tanda kutukan yang menjalar di wajahnya. Queen tersenyum sinis karena merasa musuh-musuh bajingannya ini kesakitan.


Ia menatap Veera dengan ujung matanya, ia betkaca-kaca melihat keadaan Veera yang sepertinya susah untuk diselamatkan. Tapi Queen percaya, Atea bisa mengobati Veera.


Naomi bangun setelah lepas dari akar-akar merah yang melilitnya. Ia mengepalkan tangannya seraya menatap Queen dengan nata tajam bersinar merah muda.


Queen dengan mata iblisnya menatap Naomi tak kalah tajam. Yah, ternyata hanya Naomi yang bisa terlepas dari serangan yang Queen buat.


"Aku takkan membiarkan dirimu membawa Nick kembali! Nick milikku dan akan terus milikku! Kau hanya wanita penggangu hubungan kami!"


"Mungkin kau harus aku bawakan cermin besar untuk berkaca? Lihat dirimu sendiri sebelum mengatai orang lain. Rasanya kau benar-benar harus ku bawakan cermin super besar, cermin kecil tak akan membuatmu sadar," ujar Queen seraya terkekeh geli.


Naomi yang mendengar itu pun menggeram marah. Apa katanya? Berkaca? Mahluk ******** seperti Naomi mana mau berkaca kan?


"Lihatlah kekuatanku yang hebat!" Naomi mengangkat tangannya. Mulutnya berkomat-kamit merapalkan mantra. Penampilannya perlahan berubah menjadi serba merah. Matanya merah dengan pupil hitam tajam, rambutnya berwarna merah gelap kehitaman, dan ditangannya nampak senjata sabit hitam.


"Yakin bisa melawan nyonya Xenophon sepertiku?" Naomi tersenyum remeh.


"Nyonya Xenophon?" tanya Queen heran. Mana mungkin Naomi sudah menikah dengan Nick kan? Kapan nikahnya coba. Queen terus menatap Naomi dengan pandangan yang tak bisa diartikan.


"Ya sebenarnya aku sudah menikah dengannya. Tepat hari pertama kita melarikan diri dari academy. Kau tahu kan betapa mempesonanya diriku? Yah aku sangat bahagia bisa menikah dengannya."


Deg.


Atmosfer terasa berhenti. Apa? Nick menikah? Ratu shadow? Bahagia? Kesedihan? Ini semua bukan mimpi?


Seseorang tolong katakan ini hanya mimpi, dan aku mohon bangunkan aku segera. Siapapun bangunkan aku!


Batin Queen.

__ADS_1


"Aku dan Nick selalu menghabiskan waktu bersama. Dimulai dari jalan-jalan, dan melihat bintang saat malam hari! Nick sangat romantis!"


*Bintang ....


Bintang ....


"Kau menyukai bintang mana?" tanya Nick pada Queen. Queen menoleh seraya tersenyum, angin menerbangkan rambutnya dan itu menambah kesan cantik Queen. Queen menunjuk keatas sana.


"Sirius!" Sahut Queen girang.


"Karena sirius adalah bintang yang paling terang! Kau menyukai yang mana?" tanya balik Queen. Nick tersenyum tipis lalu.


"Tidak ada." Queen menyergit heran dengan jawaban Nick.


"Karena bintang yang paling terang adalah kau. Kau bintang yang paling terang di dalam hidupku. You are my sun, my moon, and all my star's*."


Kenangan itu berputar terus-menerus di otaknya. Ada apa dengannya? Tangannya bergetar tak kuat merasakan rasa sakit ini. Matanya berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata. Queen kuat, dia harus kuat. Naomi pasti hanya halu, ini tidak nyata.


Ia terus menepis semua kenyataan pahit ini, enggan menelannya.


"Dan ada juga yang harus kau tahu tentang aku dan Nick. Ya, pasti ini akan membuatmu sangat terkejut!" ujar Naomi nampak sangat bersemangat. Memangnya ada apa?


"Apa?" tanya Queen tegar.


"Dia sangat buas di ranjang," balas Naomi sambil mengedipkan matanya.


*Deg.


Apa?


Buas? Di ranjang? Mereka ... benar-benar telah menikah?


Tidak. Ini hanya mimpi. KUMOHON BANGUNKAN AKU*!


Queen melesat cepat, mendaratkan bogeman mentah tepat di hidung Naomi. Hidung mulusnya itu kini berdarah.


"Ini tidak mungkin! Ini tidak mungkin!" Queen terus menyerang Naomi dengan gesit.


"Kau mau merasakan kekuatan persatuan antara diriku dan suamiku?!" Naomi tersenyum psikopat. Queen melotot lalu terus menyerangnya.


"Berisik kau ********!" Queen terus menyerang Naomi, dan Naomi terus menghindar seraya tertawa. Orang autis ya begitu, contohnya Naomi.


Tujuan Queen hanya satu.


Yaitu ....


Membunuh Naomi.

__ADS_1


-¤-


__ADS_2