
Happy Reading...
***
Queen bangun dari tidurnya dan segera mandi, setelah itu Queen melihat lemarinya. Seragamnya terlihat bagus. Ia melihat jadwal seragam. Kali ini ia memakai Rok biru dangan garis putih serta sama dengan dasinya.
Ia baru menyadari kedua temannya sudah tidak ada. Ia berjalan menuju ruang depan. Ternyata mereka ada disana, sedang menonton Tv.
"Kita ke ruang makan sekarang?" tanya Queen.
"Tunggu dulu! Ada berita penting. Lihat itu!" Atea berseru.
Tanda-tanda kedatangan keturunan Dewi Bulan yang ke 168 sudah dekat. Sepertinya Keturunan raja kegelapan akan menjadi jahat. Atau tidak? Kita lihat saja nanti.
Dan ramalan saat ini akan terjadi peperangan yang sangat besar. Melibatkan kaum Iblis dan kaum malaikat.
Nick? Jadi jahat? Diakan emang jahat mungkin
Batin Queen beranggapan.
Namun Queen sudah tak peduli, ia langsung berteleportasi sambil memegang kedua temannya menuju kantin. Sarapan kali ini hanya Roti dengan selai coklat dan susu vanila. Mereka memakannya dengan lahap, setelah itu pergi kekelas.
"Kursi ku dimana?" tanya Veera dan Queen bersamaan. Atea menoleh lalu tersenyum.
"Coba sebutkan mantra yang diotak kalian," saran Atea. Lalu Veera dan Queen mengangguk. Mereka mencoba membaca mantra yang ada di otak mereka.
"Mertaphokus!" Tiba-tiba mereka duduk di bangkunya masing-masing. Wah ternyata Atea duduk didepan, Veera duduk dibelakang dan Queen ditengah-tengahnya. Queen jadi kepikiran Naomi. Handphonenya berdering, menandakan ada pesan masuk.
Mode chat
Naomi
Queen aku menyukai Nick! Kau tahu? Dia memberitahukan namanya padaku! Dia juga kemarin sempat memojokanku ke dingding!
Queen terbelak kaget. Naomi?
Naomi menyukai Nick?
Ucap Queen dalam hati agar tidak ada siapapun yang membacanya.
"Si jelek itu beruntung banyak yang menyukainya, padahal mereka tak tahu mukanya," gumam Queen pelan. Seseorang duduk disebelahnya. Oh ya, dia menjadi kepo siapa yang ada disebelahnya. Ia perlahan menoleh.
"Iblis jelek?" ucap Queen kaget.
"Sudah kubilang aku tampan," sahut Nick ketus. Nick ini memang benar-benar tak pernah ramah.
Ramalan kali ini, katanya aku akan menjadi jahat? Batin Nick.
Guru pun masuk, ternyata Mr. Atiza.
"Wah-wah ada 5 murid baru disini!" Mr. Atiza berseru riang. Lalu ia menatap murid barunya satu persatu.
"Sihlakan kalian memperkenalkan diri dari tampat kalian dan menggunakan sihir pengeras suara," teriaknya lalu dibalas anggukan oleh Queen dan teman-temannya.
__ADS_1
"Namaku Veera Frolesia Tavarie." Para kaum adam memandang kagum Veera. Ya mau bagaimana lagi? Veera memang sangat cantik.
"Namaku Fath Gallen Ezekiel," ujar Fath dengan nada yang dingin namun Fath aslinya orang yang sangat asik kok. Semua siswa terbelak kaget karena Fath adalah anak dari keluarga jenius. Dan ayahnya adalah pengusaha terkaya di Kota Hazel.
"Hallo, bagaimana kabar ayahmu Fath?" tanya Mr. Atiza seraya tersenyum mengingat dulu ayah Fath adalah seniornya.
"Dia baik-baik saja," jawab Fath singkat lalu kembali duduk dengan tenang.
"Namaku Delano Grady Aheria," ucap Delano sembari tersenyum, membuat kaum hawa beteriak histeris saja. Delano ini memang sangat memikat para kaum hawa.
"Wah anak dari raja kerajaan air ya?" Tanya Mr. Atiza dan Delano hanya mengangguk.
"Namaku Ardolf Edwin Salvador." Ardolf berbicara datar. Kaum hawa berbisik-bisik karena ketampanannya dan karena Ardolf anak Raja dari kerajaan Lava. Atau biasa disebut Fire Blow Kingdom.
"Anak dari raja kerajaan Lava?" tanya Mr. Atiza lagi lalu Ardolf mengangguk sebagai tanggapan.
"Namaku Queen Natto Clara Moonela, Queen," ucap Queen dingin dan Mr. Atiza terbelak kaget. Mr. Atiza nampak memikirkan sesuatu.
"Namamu .... " Mr. Atiza mengantungkan kalimatnya. Semua murid nampak penasaran dengan perkataan yang akan diucapkan Mr. Atiza selanjutnya.
"Kau keturunan Dewi bulan?" Pertanyaan yang dilontarkan Mr. Atiza membuat semua orang terkejut.
"Hah? Tidak tahu," sahut Queen heran. Queen nampak bingung sekarang ini.
"Oke, selesai pelajaran kau harus ikut berlatih denganku. Identitasmu akan kita lihat," titah Mr. Atiza seraya tersenyum.
"Eh sepertinya kita akan tes disini saja? Setelah seseorang memberi tahu namanya," ujarnya dengan seringaian. Mr. Atiza melihat kearah Nick dan Nick pun tahu itu adalah kode untuknya.
"Nickhole Ainsley Xenophon, Nick." Semuanya terbelak kaget. Baru kali ini pria yang dijuliki 'iblis tampan' itu memberitahukan namanya.
"Buka tudungmu!" Mr. Atiza tersenyum.
Dengan perlahan Nick membuka tudungnya. Rambutnya hitam elegan dan konon juga bisa berubah menjadi putih/abu-abu , matanya bak Iblis berwarna merah, halisnya tebal, kulitnya sangat putih, hidungnya mancung dan bibirnya yang mungil agak kemerahan.
Semua kaum hawa menatap kaget, begitupun Queen. Bahkan salah satu kaum hawa ada yang pingsan.
"KAU SANGAT TAMPAN NICK!!" teriak kaum hawa di ujung kiri. Dan semuanya pun mengangguk setuju.
"Nah sudah tahu identitas Nick kan? Mari kita tes Queen!" seru Mr. Atiza membuat Queen terbelak kaget.
"Tidak mau!" Eeak Queen.
"Kau harus mau," sahutnya garang. Mr. Atiza pun dengan sigap segera berteleportasi menuju kursi Queen.
Queen berlari, ia hampir saja tersandung. Kini Mr. Atiza sudah berada didepannya.
"Hiaaa!"
Bugh!
Kelemahannya ditendang.
"Ahkk!" ringis Mr. Atiza dan para siswa laki-laki hanya menatap ngeri kejadian itu.
__ADS_1
"Upss tak sengaja," kekeh Queen dengan tampang watados-nya. Lalu Queen mengangkat bahunya.
"Oke tidak apa, kau harus mengikuti tes!" geram Mr. Atiza yang segera menarik kerah baju Queen dan menariknya ke depan. Queen hanya pasrah ditarik. Nampak Nick terkekeh melihat kejadian ini.
Ia diletakan di tengah lingkaran.
"Jangan keluar dari sana dan lawan monster naga level 30 buatanku!" Semua murid terbelak kecuali Nick.
Munculah Naga.
Queen menunjuk naga itu.
"Berputar-putar!" Naga itu bergerak sesusai dengan telunjuk Queen. Sepertinya Queen menjinakan naga itu dan sekarang Queen seperti tuan dari naga. Queen juga bingung kenapa dia bisa melakukan hal itu.
"Dan kembali pulang," ucap Queen sembari tersenyum. Naga itu pun menghilang.
"QUEENN!! Yang kusuruh mengalahkannya, bukan menjinakannya!" teriak Mr. Atiza dengan amarahnya yang memuncak. Mr. Atiza geleng-geleng kepala. Semua siswa hanya tertawa melihatnya.
"Oke kau lawan aku saja," ujar Mr. Atiza membuat para murid terbelak kaget. Setelah itu Mr. Atiza pun maju.
"Sentatrio," ujarnya dan penampilan Mr. Atiza berubah, matanya bersinar biru dan rambutnya berwarna biru es. Queen memejamkan matanya. Rambutnya berubah menjadi silver. Matanya bercahaya. Ia mengangkat tangannya. Langit bergemuruh kencang diiringi dengan petir-petir yang menggelegar. Queen menunjuk Mr. Atiza.
Wushh!!
Tertembaklah sinar cahaya yang sangat terang.
Trangg!!
Sinar itu dihalau oleh perisai es Mr. Atiza yang kemudian membuat sinar itu memantul namun Queen berhasil menghindar dari serangan itu. Mr. Atiza menembakan es pembeku, Queen pun membeku.
"Semoga bisa keluar dari sana." Ucapnya seraya tersenyum sinis. Perlahan-lahan es itu meleleh. Kini rambut Queen merah, matanya pun merah.
BOOOM!
Mr. Atiza terlempar jauh namun tak keluar dari lingkaran itu.
"Lumayan," ujarnya meremehkan Queen. Mr. Atiza berubah penampilan serba hitam lebih mirip penampilan shadow. Queen memejamkan matanya. Sekarang Queen berpenampilan seperti penyihir. Semua murid kaget, Mr. Atiza pun sangat kaget.
"Terkejut? Ras penyihir sudah punah? Tapi hologram itu menyebutkanku ras penyihir," ucapnya terang-terangan sembari mengangkat salah satu halisnya. Mulutnya berkomat-kamit membaca mantra yang entah mantra apa.
Dan tiba-tiba Mr. Atiza terjatuh dengan luka-luka disekujur tubuhnya. Tapi tubuh itu berubah menjadi sebatang kayu. Lalu sebuah pedang menusuk perut Queen dan membuat Queen terjatuh ke lantai pertarungan.
"QUEEN!" teriak Veera dan Atea dari bangku murid. Mr. Atiza pindah kesisi yang lebih aman. Queen tergeletak di tanah dengan posisi terlentang.
Matanya mengeluarkan cahaya ralat- semua tubuhnya mengeluarkan cahaya putih terang.
"KYAAAAAAA!" Suara itu membuat angin berhembus kencang sehingga kembuat kaca-kaca pecah. Petir-petir bergemuruh. Hujan deras melanda semua kota. Tumbuhan berubah menjadi layu. Veera mencoba menghidupkan tumbuhan itu kembali namun tak bisa.
"KYAAAAAA!!" Teriakan itu muncul kembali terdengar. Membuat telinga siapun sakit.
Dan ....
-¤-
__ADS_1