
Happy Reading...
***
Semua master mengira Naomi adalah keturunan goddes- ralat! Kecuali Mr. Atiza. Naomi di pindakan ke kelas wine dan satu kelompok dengan Queen. Veera tak henti-hentinya bersedih sedangkan Atea memang pada dasarnya tidak peduli. Jika orang itu telah menyakiti Queen maka ia akan selalu membenci orang itu, selalu!
Queen dengan mata membaranya menyimak Mr. Atiza dan Mr. Valen yang sedang mengadakan pertarungan hari ini. Kelas tiba-tiba berubah menjadi arena.
"Pertarungan ini masih tentang melawan monster, paham? Boleh membunuh atau kalian yang akan dibunuh! Kalian boleh melampiaskan amarah kalian ke monster itu .... " Mr. Atiza menatap Queen sekilas. Bahkan Mr. Atiza pun tahu akan perasaan Queen.
"Baik sepertinya Queen ingin mencoba pertama?" tanya Mr. Valen seraya tersenyum kikuk melihat Queen yang begitu semangat ketika mendengar 'lampiaskan amarah'.
"Ya aku!" Queen maju seraya melinting kan lengan bajunya padahal hanya sebahu. Mr. Atiza hanya terkekeh atas kelakuan Queen.
Akan kulampiaskan bagaimana perasaan hatiku! Dan kerinduan ingin bertemu dengan orang tuaku! Akan ku habisi kau monster!
Queen bersiap di sebelah kanan arena pertarungan. Atea menatap Veera khawatir dan begitupun sebaliknya.
"Wah Queen marah sekali. Dia marah pada siapa ya?" ujar Naomi seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal lalu Nick hanya tersenyum seraya mengusap puncak kepala Naomi. Jauh di lubuk hati, Atea menerukutuki Naomi.
Ya gara-gara elu ********!
Veera hanya terus menunduk seraya meremas tangannya. Mr. Atiza tersenyum ketika melihat Queen yang makin cemburu dengan adegan tadi. Amarahnya semakin naik, pasti akan ada hal mengejutkan.
"Eh? Sepertinya kau lawan keturunan goddes sekarang Queen! Naomi mari berlatih!" Naomi terbelalak lalu tersenyum malu dan maju. Queen melotot garang kearah Mr. Atiza.
Samar-samar Mr. Atiza berkata, "Nah sekarang kan bisa melampiaskan .... "
Queen mendengus lalu siap dengan posisi bertarung dan begitupun Naomi.
Cih! Buat monster saja tidak bisa! Mau mencoba menantang ku?!
Batin Queen. Sepertinya hari ini Queen akan hilang kendali akan kemarahannya. Sebagian murid menyemangati Naomi dan sebagian lagi menyemangati Queen.
"Oke dalam bunyi bel ketiga ... kalian mulai pertarungannya!" seru Mr. Valen.
*Ting
Ting
Ting*
Aku gaboleh kalah sama Queen!
Naomi melesat dengan pedang kristalnya dan dengan mudah ditangkis oleh Queen. Queen memutar tangan Naomi lalu menendang tulang keringnya sehingga ia merintih kesakitan. Naomi memberontak dan berhasil lepas dari cengkraman Queen. Sejauh ini Queen masih belum menunjukan kekuatannya. Naomi menggeram marah dan meluncurkan berbagai kristal pink.
Queen menahannya dengan tameng cahaya dan membuat kristal itu pecah berkeping-keping lalu menghilang bagaikan debu. Naomi menggeleng panik.
Aku gaboleh kalah sama Queen!
Naomi membaca mantra dan rambutnya berubah menjadi warna pelangi dengan penampilan khas werewolf. Queen tersenyum miring saat Naomi menyerang kearah Queen. Queen hanya terus menghindar.
"HEY QUEEN! KAU TAKUT HAH? MAKANYA KAU TERUS MENGHINDAR? HAHAHA! DIBANDINGKAN NAOMI SANG KETURUNAN GODDES, KAU LEBIH PAYAH QUEEN!" Teriak salah satu siswi wanita. Queen tersenyum sinis lalu menyentil Naomi sehingga Naomi terlempar jauh. Dan hal itu membuat si siswi wanita bungkam.
__ADS_1
"Bagaimana? Kau juga mau? Akan ku lempar kau beribu-ribu kilometer!" Queen melotot garang. Naomi bangkit lalu ia mengeluarkan senjatanya. Cambuk kristal itu membuat semuanya merinding ketakutan. Queen terkekeh kecil.
Belum tau senjataku ya mbak?
Queen menjentikkan jarinya lalu munculah tongkat bulan sabit berwarna silver. Semua murid tercengang dan menduga-duga bahwa Queen lah keturunan goddes.
Naomi mengangkat cambuknya lalu ia arahkan ke arah Queen membuat sedikit luka di pipinya namun luka itu tak bertahan lama. Queen menunjuk Naomi dengan tongkatnya lalu membaca mantra. Ajaib sekali Naomi langsung terbatuk-batuk mengeluarkan darah.
Meremehkan seorang penyihir hm?
Naomi bangkit dan mengusap darahnya kasar. Matanya menatap Queen marah. Lalu Naomi memiliki sayap dan itu membuat semua orang tercengang. Queen memiringkan kepalanya lalu terkekeh.
Aku juga punya sayap kok, mau di adu?
Queen hanya menggeleng-gelengkan kepalanya geli. Naomi terbang dengan mata pink menyala terang. Ia melesat kearah Queen dengan cepat. Queen terkejut karena serangannya begitu cepat. Queen tersungkur membuat hidungnya berdarah. Naomi mundur lalu tersenyum penuh kemenangan.
Beneran mau tanding sayap kayaknya? Ku kasih sayap ayam baru tahu rasa!
Queen berdiri lalu ia memejamkan matanya dan seketika sayap silver muncul di punggungnya. Queen memiringkan kepalanya.
"Baiklah aku serius," ucapnya dengan nada ala-ala psikopat dan itu memuat semua orang yang ada di arena terbujur kaku karena ketakutan.
Naomi menatap Queen datar lalu menembakan ribuan kristal pink.
"KAU PIKIR ITU HEBAT?!" teriaknya dan seketika angin berhembus kencang membuat kristal itu jatuh ke lantai. Semua murid terkejut dengan teriakan Queen. Sepertinya Queen benar-benar marah sekarang.
Tanduk iblis muncul di kepalanya. Ekor dan telinga runcing juga perlahan muncul. Sayapnya berubah menjadi hitam pekat seperti rambutnya sekarang, dan matanya berubah menjadi semerah darah.
Queen berubah menjadi ...
.
.
.
Demon.
Naomi mulai mundur saat Queen hampir mendekat. Queen mengangkat telunjuknya lalu tersenyum miring.
"Dor!" Cahaya hitam meluncur dan menembus perut Naomi sehingga ia terkulai lemas. Namun saat Queen akan memukulnya dengan sekali pukulan ... tiba-tiba Nick datang dan menyentil Queen hingga tubuh mungil Queen terlempar jauh dan menabrak tembok.
"Pertadingan berhenti!" seru Mr. Atiza. Sebagian membisikan perilaku buruk Queen terhadap Naomi. Mereka menghujat dan memberi cacian pada Queen.
Sok kuat!
Tau gak sih kau telah menyakiti keturunan goddes!
Terkutuklah kau!
Mending hukum mati saja!
Hukum mati!
__ADS_1
Queen terdiam. Matanya melirik Nick yang sedang menggendong Naomi menuju ruang perawatan. Lau Queen menunduk dalam.
Ya ... ruang perawatan, tempat pertawa saat Nick menenangkan Queen. Kini semuanya berbeda, Queen tak seharusnya menaruh harapan pada Nick. Wajahnya penuh air mata lalu ia berlari kencang menuju kamar mandi. Di belakang terlihat Veera dan Atea yang mengejar Queen sesekali meneriaki namanya.
Semua mata menatap Queen jijik seolah Queen adalah kuman dan sumber masalah. Queen sungguh tak tahan dengan semua ini ....
"Alva, mama, papa .... " tubuh Queen merosot kebawah setelah sampai di kamar mandi. Ia kembali mengingat ingatan dikala ia hidup bahagia di kota Hazel. Tidak-tidak Queen tidak boleh selemah ini.
"Sebaiknya aku minta maaf aja ya?" gumam Queen yang masih terisak dalam tangisnya. Akhir-akhir ini Queen menjadi sering menangis karena orangtuanya, sahabatnya, dan Nick. Padahal dulu ia adalah gadis yang dikenal jarang menangis.
Queen memeluk lututnya sendiri. Beberapa kali ia terus berdoa kepada-Nya.
Tuhan tolong buat aku kuat! Tolong kuatkan aku! Aku tak mau serapuh ini!
Queen tidak mau menjadi seseorang yang cengeng, ia tak mau. Queen berdiri dengan percaya diri lalu mengusap air matanya kasar. Yang harus ia lakukan sekarang adalah minta maaf pada Naomi.
Setelah mengumpulkan kekuatannya, ia pergi keluar dari toilet dan menuju ruang perawatan. Di sepanjang koridor selalu saja ada makian yang terlontar dari mulut para siswa. Queen menggeleng tak ingin marah, ia tak boleh marah! Ia harus kuat. Queen berbelok lalu ia berpapasan dengan Rez. Rez memanggil Queen lalu ia menepuk-nepuk pundak Queen.
"Yang sabar ya, jangan pedulikan kata mereka. Aku tak yakin gadis busuk itu adalah keturunan goddes. Bahkan melawanmu saja dia sudah kalah telak hahaha! Intinya sabar." Queen tersenyum karena Rez telah menyemangatinya.
"Makasih ya!" Rez mengangguk dan berlalu pergi. Bagaimana pun Rez sungguh membantu Queen. Rez benar-benar pria yang sangat baik.
Queen pun melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda tadi. Ia sampai di ruang perawatan dan mendapati Nick yang sedang menghibur Naomi. Bahkan Nick belum pernah bersikap seperti itu padanya.
"Pe-permisi .... " Naomi dan Nick menoleh. Naomi tersenyum kearah Queen namun Nick menatap Queen sangar.
"Mau apa kamu kesini?" tanya Nick ketus. Naomi menggeleng kearah Nick agar tidak bersikap kasar ke Queen. Queen menghela nafasnya lalu ia tersenyum kikuk.
"Naomi a-aku mi-mi-minta maaf atas kejadian tadi. A-aku sunguh tak sengaja .... " Naomi mengangguk pertanda ia memaafkan Queen namun sungguh hal yang tak terduga Nick malah mendekat kearah Queen dan menatapnya garang.
"MINTA MAAFMU ITU TAK BERHARGA!" bentak Nick membuat Queen tersentak mundur karena terkejut. Apa tadi? Nick membentak Queen?
Amarah Nick memburu. Tidak biasanya Nick seperti ini. Queen menunduk dan meneteskan air mata. Padahal baru kemarin Nick membuatnya terbang tinggi ... rasanya seperti mimpi. Kemana Nick yang datar dan tidak permah membentaknya? Setidaknya jika Nick menjawab datar masih bisa Queen terima. Namun ini ....
"Ta-tapi Nick––"
PLAKK!
Tamparan itu terasa menusuk di pipi dan hati Queen. Nick ... menamparnya?
"DASAR ******** MEMBUAT WANITAKU TERLUKA!"
"JIKA KAU MELAKUKANNYA SEKALI LAGI AKU AKAN MEMBUNUHMU!"
"WANITA SIALAN! PERGI KAU!"
"Ni-Nick .... " ucap Queen ketakutan dilengkapi dengan wajahnya yang sudah banjir air mata.
"KAU TIDAK BERGUNA QUEEN SIALAN! KEKUATANMU MEMBAWA KESIALAN!"
"DAN AKU MEMBENCIMU!"
-¤-
__ADS_1