Princess Of The Moon Goddes

Princess Of The Moon Goddes
Bab 8 : Pemilihan Hewan Pendamping


__ADS_3

Happy Reading...


***


Jam menunjukan pukul 05.00. Namun, tim Galaxyan sudah ada di tempatnya. Mereka sedang membicarakan tentang hewan pendamping.


"Hei kalian hewan ingin apa? Kalau aku sih ingin Pegasus yang tubuhnya berkorbar seperti api!" tanya Ardolf pada satu tim.


"Aku berharap serigala putih." Veera tersenyum.


"Aku berharap Phoenix Aheria!" sahut Atea membayangkan.


"Aku menginginkan Phoenix bayangan," ucap Fath sambil melirik Atea.


"Aku menginginkan Naga." Kini Nick yang menjawab.


"Kau ingin apa Queen?" tanya Ardolf.


"Aku ingin monster pizza yang bisa terbang, dan bisa dimakan tentunya, ngomong-ngomong pizza, aku jadi lapar. Aku ke kantin sebentar!"


"Queen—" ucap Veera terpotong karena Queen telah menghilang.


"Dasar, mana ada monster pizza yang bisa terbang!" Atea mulai heran.


"Sikapnya lebih seperti anak kecil saat sudah masuk FA," ucap Veera sembari mengerucutkan bibirnya.


"Tapi bagus deh, dia tidak sesuram dulu!" kekeh Veera.


"Oh ya, bulan purnama itu kapan ya?" tanya Fath penasaran. Nick menoleh kearahnya.


"Kira-kira satu bulan lagi," sahut Nick.


"Oh ya temanmu itu siapa namanya?" tanya Nick pada Veera. Veera menyergit heran. Siapa yang dimaksud oleh Nick? Naomi?


"Naomi? Kenapa dengan Naomi?" tanya Veera penasaran. Lantas Nick hanya mendelik kesal.


"Ya itu, kemarin dia mengirimku makanan dengan serbuk cinta didalamnya. Untung saja sudah aku hancurkan makanan menjijikan itu," ucap Nick seraya menggerutu.


"Dia benar-benar gila karena cinta, aku saja yang menyukai A–" Veera kembali menutup mulutnya.


"Siapa?" tanya mereka berempat kepo.


"Ada deh!" sahut Veera tersipu malu. Tiba-tiba Queen muncul yang membuat satu tim kaget.


"Muka kalian harusnya kondisikan!" ketusnya dan Queen pun segera duduk.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, tadi aku bertemu dengan Naomi. Tapi dia bersikap seperti biasanya kepadaku," ucap Queen seraya mengangkat bahu.


"Dia curhat tentangmu Nick!" Lanjutnya. Queen menatap Nick dengan tatapan jijik.


"Kudengar dia memasukan serbuk cinta pada makanan yang dia buat untukmu? Berhasil tidak?" kekeh Queen.


"Makanannya sudah aku hancurkan," sahut Nick datar dan membuat Queen terbelak.


"Gila, kau tidak menyukai Naomi? Dia cantik loh!" ujar Queen sangat heran.


"Entah, aku sedang menunggu jodohku saja." Nick mengangkat bahu.


"Kukira kau itu cuek, ternyata bisa berbicara panjang lebar sperti ini!" seru Queen tersenyum geli.


"Ya," jawabnya kembali cuek.


"Iblis jelek yang aneh," kesal Queen sembari mendelik tak suka.


"Kelinci itu ditangkap oleh serigala, namun terjadi keajaiban yang membuat kedua hewan itu berubah menjadi manusia setengah hewan, sang kelinci yang cantik dengan gaun putih mempunyai telinga yang lucu dan ekor yang lembut. Sedangkan sang serigala berubah menjadi pria tampan berpenampilan layaknya pangeran dengan telinga serigala di atas kepalanya dan ekor serigalanya menambah kesan imut sang serigala. Tujuan awal sang pria serigala untuk memakan sang kelinci menjadi pupus karena melihat sosok cantik sang kelinci. Sang serigala jatuh cinta pada pandangan pertama pada sang gadis kelinci, begitupun sebaliknya. Wahhh!! Ceritanya seru, kelincinya aku, serigalanya dia!" Veera menutup buku dongengnya dan ia terheran-heran karena semua temannya menatap dirinya.


"Apa?" Tanya Veera polos.


"Kau terlalu antusias pada cerita dongeng," ucap Ardolf.


"Seru tau!" Veera berseru. Ardolf hanya tersenyum tipis.


Bel masuk telah berbunyi. Semua murid masuk dan menunggu Mr. Atiza. Perlahan Mr. Atiza datang melalui pintu gerbang itu.


"Hallo!" sapa Mr. Atiza yang baru saja datang.


"Hai!" sahut semua murid.


"Kita sekarang akan pergi ke pinggir hutan Floksy!" seru Mr. Atiza membuat semua murid kaget, jadi tempat para hewan itu disana.


"Baiklah!" Mr. Atiza terlihat merapalkan mantranya dengan lancar. Murid kelas Wine tiba-tiba muncul di pinggir hutan Floksy.


"Oke mulai dari tim mana dulu ya.. hmm tim Galaxyan! Kalian sihlakan pergi kedalam hutan dan jika kalian sudah mendapatnya kalian harus membaca mantra teleportasi, mantra itu bagi yang tidak mempunyai bakat teleportasi!" jelas Mr. Atiza dan semua murid mengangguk.


Tim Galaxyan segera memasuki hutan.


"Oke, berpencar!" intrusksi Nick.


Mereka berpencar, namun tangan Veera dicekal oleh Ardolf. Lantas Veera menatap Ardolf bingung. Ada apa dengan Ardolf?


"Apa?" Veera kebingungan.

__ADS_1


"Tidak jadi." Ardolf segera berlari menuju tengah hutan. Veera pun hanya menggerutu kesal.Veera terus melihat-lihat ketengah hutan. Ia curiga dengan semak-semak yang bergoyang.


Ia membuka semak-semak. Ia melihat dua hewan disana. Yang satu serigala putih, yang satu lagi Veera tak mengetahuinya. Namun bentuknya Seperti daun namun padat dan agak cabi.


"Wah kalian sangat lucu!" girang Veera. Mahluk dihadapannya memang benar-benar lucu.


"Bolehkah kami jadi pendampingmu?" tanya serigala dan daun itu.


"Tentu saja!" Kedua hewan itu berubah menjadi cahaya dan masuk kedalam tubuh Veera.


*Atea berada


Atea mendengar suara seperti erangan burung dibagian hutan sebelah utara, bagian yang dekat dengannya. Atea segera pergi menuju tempat itu. Mata Atea terbelak . Ia melihat takjub Phoenix Aheria yang sayapnya tersangkut diantara ranting-ranting pohon dan ada juga gumpalan Aheria yang kesulitan membantu sang phoenix. Atea mencoba membantu Phoenix itu agar terlepas. Dan usahanya tidak sia-sia.


"Terimakasih, apakah kami kami berdua boleh menjadi hewan pendampingmu?" tanya Phoenix itu.


"Tentu saja boleh!" sahut Atea gembira. Phoenix dan gumpalan Aheria itu berubah menjadi cahaya dan masuk kedalam tubuh Atea.


*Tempat Queen


Queen terus berjalan sembari memakan keripik kentangnya.


"Hei tunggu! Apa itu? Ada cahaya disana!" Queen berlari menuju cahaya tersebut. Ia mengerjap beberapa kali melihat apa pemandangan yang tengah dilihatnya.


***


"Oke, hewan-hewan itu semoga bermanfaat bagi kalian. Dan semoga kalian akan bisa menggunakan kekuatan hewan pendamping dengat baik. Jangan pernah menyalah gunakan kekuatan itu. Dan besok libur ya, berlatihlah karena ada misi yang harus kalian laksanakan, asah kekuatan kalian. Semoga beruntung." Mr. Atiza langsung menghilang.


Tim Galaxyan berjalan menuju perpustakaan pohon di taman belakang sekolah. Mereka sedang berunding soal latihan esok.


"Hmm, besok kalian harus menunjukan hewan pendamping kalian pada saat disana ya, tempat luas kok! Tenang saja," ujar Veera seraya tersenyum.


Sedangkan Queen terus bergumam.


"Kue mochi, kue mochi, kue mochi," gumamnya.


"Kau kenapa Queen?" tanya Atea kebingungan. Queen sendari tadi terus menggumam dan mengucapkan kata-kata itu berulang kali.


"Tadi itu kue mochi, kue mochi." ia terus mengulang kata 'kue mochi'. Lantas Fath menoleh kearah Queen.


"Kau ingin kue mochi?" tanya Fath. Queen mengangguk sebagai jawaban. Sedangkan yang lainnya menghembuskan nafas kasar.


"Kenapa gak bilang, ini aku bawa!" tawar Atea. Queen menoleh dengan mata yang berbinar terang. Seolah dapat keajaiban saja ia mendapatkan kue mochi dari Atea. Queen memakan semua kue mochi itu.


"Kue mochinya gak sebesar yang tadi," ucap Queen, mereka tidak mengerti apa yang dimaksud Queen.

__ADS_1


-¤-


__ADS_2