Princess Of The Moon Goddes

Princess Of The Moon Goddes
Bab 41 : Bocah kecil!


__ADS_3

Happy reading...


****


Queen terdiam ketika melihat siapa di depannya. Wajahnya sama persis dengan Satan, sang ayah. Namun tubuhnya ....


"Bocah kecil ini ngapain ada di sini?" tanya Fath kebingungan. Fath belum tahu siapa pria kecil di hadapannya. Sedangkan yang mengetahui pria itu hanya Queen, Atea, dan Nick.


"Bocah kurang ajar! Kau yang bocah! tubuh tampan aduhay kayak begini dibilang bocah kecil," ketus Satan.


Yap, tubuh Satan menyusut seperti anak kecil. Tapi mengapa? Mengapa tubuhnya bisa mengecil seperti itu? Apa yang terjadi pada Satan sampai-sampai tubuhnya menyusut?


"Kau siapa sih?" Fath tambah kebingungan dengan semua ini. Satan menggeram marah dan melepas sepatunya lalu mengangkatnya tinggi-tinggi.


"Kau tidak tahu aku hah? Aku adalah Satan! Aku Satan iblis terkuat. Jika kau masih bertanya ... akan kulemparkan sepatu busuk punyaku ke depan wajah tampanmu!" Satan menatap tajam Fath. Fath hanya mendelik kesal sebagai tanggapan.


"Tunggu? Satan?" tanya Queen. Ia masih tidak percaya bahwa yang ada di hadapannya ini adalah Satan, sang ayah.


"Yap, putriku sungguh cantik ya. Tau begini aku beralih saja padamu dan meninggalkan Eveline," ujar Satan yang merasakan itu adalah ide cemerlang.


Dasar **** Boy jahanam. Tidak mempunyai ahlak baik, namanya aja iblis ya kelakuannya aja pasti seperti iblis.


Gumam Atea.


"Aku bisa membaca isi hatimu wahai gadis bersurai biru," ujar Satan sinis.


"Baiklah, Satan. Kau tidak bisa memiliki Queen karena Queen adalah milikku." Nick berucap dingin. Queen terlonjak kaget lalu menoleh padanya.


"Heh? Apa kau melupakan sesuatu?" tanya Queen pada Nick. Nick terdiam lalu menoleh balik pada Queen.


"Melupakan apa?" tanya Nick balik. Queen mendelik lalu segera menjawab cepat.


"Melupakan bahwa kita hanya teman."


"Yah itu em-" Nick gelagapan karena ucapan Queen. Satan tertawa terbahak-bahak karena percakapan antara Nick dan anaknya.


"Aku hanya bercanda. Mana mungkin aku meninggalkan Eveline. Jadi yah ... usaha kalian tidak sia-sia. Tapi teman kalian telah mati— sungguh disayangkan."


"Mengapa kau bisa bebas? Bukannya kau ada di peti itu?" tanya Nick seraya menunjuk peti di dekat api suci yang menyala.


"Kau ini bodoh atau bagaimana? aku mana mungkin ditempatkan di tempat jelek seperti peti tua itu. Pengap, dan pasti banyak kotorannya! iw menjijikan. Aku ada di tabung, dan tempat tabung itu berada di bawah bangunan ini. Sebelah penjara Queen. Saat aku merasakan kehadiran Queen, aku akan otomatis keluar dari tabung atau bisa dibilang tabungnya pecah karena merasakan energi kuat Queen," jelas Satan panjang lebar.

__ADS_1


"Dan sepertinya otakmu sangat kecil! Iblis mana mungkin dibebaskan dengan api suci, itu ritual pemanggilan iblis atau pembunuhan iblis hah? kau lupa bahwa iblis sangat anti dengan kata suci!" ujar Satan.


"Jika kau anti dengan kata suci ... berarti Queen anak haram dong?" tanya Fath kurang ajar.


"FATH!" Atea memelototi Fath karena merasa ternganggu dengan pertanyaan biadab yang dilontarkan Fath.


"Aku lupa kapan membuat Queen—" balas Satan santai. Queen melotot kaget karena jawaban Satan.


"Lupakan semua ini! Aku hanya ingin tahu mengapa tubuh Papa mengecil?" tanya Queen serius. Lalu Satan menoleh dengan mata malas.


"Karena aku adalah tempe, jadi aku tidak tahu."


"PAPA!"


"Yayaya aku hanya bercanda bodoh! ya mana aku tahu, aku aja baru keluar dari tabung itu setelah sekian lamanya," jawab Satan santai.


"Oh aku tahu—" Fath mengangkat tangannya.


Semuanya yang ada disitu pun menoleh pada Fath. Apa yang ada di kepalanya?


"Mungkin Paman harus mencium Bibi Eveline dulu— siapa tau kan seperti di negeri dongeng," ujar Fath cerdas.


"Benar juga ya, menemukan cinta sejati," balas Satan seraya tersenyum.


"Oke. Sekarang yang harus kita lakukan adalah pergi ke Medan perang. Jika tidak—Scarlett akan benar-benar membunuh banyak orang yang tidak bersalah. Dan untuk Nick, kau bisa menjelaskan masalah ini di perjalanan," ucap Queen dengan nada yang serius. Mereka semua mengangguk semangat lalu mengacungkan kepalan tangan mereka.


"Dan aku yakin ... Veera akan hidup!" gumam Ardolf seraya menghapus air matanya yang terus mengalir.


"Tapi kita harus cepat kan? Dan bagaimana caranya?" tanya Atea yang mulai kebingungan.


"Oke sekarang begini saja. Atea kau tunjukan arah ke Papaku menuju ruang bawah tanah itu. Selain aku, hanya kau yang tau kan? Sedangkan Aku, Fath, Ardolf, dan Nick akan langsung pergi ke Medan perang menggunakan hewan pendamping masing-masing. Kau pergi kesana menggunakan salah satu naga milik Nick saja," jelas Queen panjang lebar.


"Kita pergi menuju jalur Utara tepat dimana portal lintas antar daerah terbuka. Tepat jam Lima Sore portal itu terbuka. Jadi ada waktu 3 jam untuk kita sampai ke sana. Kukira itu cukup— mengingat peperangan dimulai saat tepat tengah malam yaitu dimana bulan purnama bersinar terang," lanjut Queen.


"Nick, sekarang panggilah hewan pendampingmu," titah Queen.


"Oke." Perlahan bibir Nick berkomat-kamit merapalkan mantra pemanggil hewan pendamping. Lalu munculah dua naga disana.


"Satu untukku dan satu untukmu, Atea. Kau duluan pergi, dan Paman Lucifer kau ... ikuti Atea," ujar Nick.


Mereka berdua pun segera pergi menaiki naga milik Nick.

__ADS_1


"Dan Ardolf, kau ikut denganku saja. Menaiki phoenix bayanganku," tawar Fath. Ardolf menoleh dengan mata yang bengkak. Ia hanya bisa mengangguk lemah lalu mengikuti Fath.


Ardolf dan Fath pun pergi menyusul Atea serta Lucifer, Dan ... meninggalkan Nick dan Queen yang terdiam tak tahu harus apa.


"Hmm, Queen?" ucap Nick menghancurkan keheningan yang mereka ciptakan. Queen menoleh dengan satu halis terangkat.


"Ada apa Nick?" balas Queen kebingungan. Nick menatap mata Queen lekat-lekat.


"Kali ini saja, kau naik naga punyaku saja."


"Maksudmu berduaan?" tanya Queen semakin tak mengerti. Nick mengangguk lalu mengulurkan tangannya. Dengan senang hati Queen menerima uluran itu lalu mengikuti Nick.


Mereka pun dengan cepat melesat dengan naga milik Nick. Yeah, misi menyadarkan Nick telah selesai. Sekarang, ada satu misi susah lagi yang harus mereka hadapi.


Yaitu misi menghabisi Scarlett berserta pengikutnya. Mereka harus berhasil, mereka harus berjaya dalam perang kali ini.


Disisi Lain ....


"Bagaimana? Semua pasukan sudah siap? Healernya sudah di posisi masing-masing? Semua pasukan dipisahkan menurut kekuatan yang mereka gunakan? Kita harus mengumpulkan energi untuk bisa menciptakan kekuatan yang lebih dahsyat," jelas Mr. Naoko seraya memegang senjatanya erat.


"Ya, sudah semua. Prajurit dari semua Kingdom pun sudah siap, Tuan!" balas salah satu prajurit yang datang dengan laporan.


"Baiklah, tinggal tunggu malam tiba ... semuanya akan dimulai. Dan kita harus bisa mengalahkan Scarlett, jangan biarkan negeri dengan bermacam-macam Kingdom ini jatuh ke tangan busuk Scarlett.


Kembali Ke tempat Queen ....


"Loh? Nick ada apa?" tanya Queen heran. Bagaimana tidak heran ... karena Nick mendaratkan naganya.


"Turun sana dulu." Queen mengangguk lalu ia turun dan segera berlari menghampiri Nick yang sudah turun duluan.


"Jadi ada apa, Nick?" tanya Queen. Nick menatap mata Queen serius. Queen yang ditatap begitu pun mengangkat halisnya tambah bingung.


"Ada apa sih?" tanya Queen sekali lagi dengan risih.


"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu." Nick menatap Queen tambah serius.


"Sesuatu?" Queen kembali bertanya heran.


"Ya, sesuatu."


"Tentang diriku yang menikahi Naomi."

__ADS_1


∆**TBC∆**


__ADS_2