
...✪✪✪...
Yudha dan Elisha sama-sama mengenakan topi. Keduanya juga tidak lupa untuk menutupi wajah dengan masker. Mereka sedang mengamati seorang gadis SMA.
Yudha dan Elisha mendapatkan tawaran untuk membunuh. Jika mereka berhasil, maka akan diberikan imbalan menggiurkan.
Elisha menatap tajam Yudha. Dia segera melangkah maju. Lalu sengaja menabrakkan diri kepada si gadis SMA.
Gadis SMA itu langsung memasang raut wajah cemberut. Ia sepertinya marah dengan tindakan Elisha.
"Eh! Kalau jalan lihat-lihat dong!" timpal sang gadis SMA. Kebetulan dia berada di tempat yang sepi. Dimana Yudha dan Elisha akan semakin mudah membidiknya.
Elisha berseringai dari balik masker yang menutupi hidung serta mulutnya. Dia mengambil sesuatu dari saku celana. Yaitu sebuah pisau lipat yang langsung ditusukkannya ke perut sang gadis SMA.
Kini gadis SMA itu gemetar ketakutan. Ia tidak percaya terhadap serangan yang akan diterimanya. Saat itulah Yudha mendekat. Kemudian menambahkan tusukan lain yang bertubi-tubi.
Jleb!
Jleb!
Jleb!
__ADS_1
Si gadis SMA meninggal seketika. Darah merembes kemana-mana. Menguarkan bau amisnya. Elisha langsung mengeluarkan kantong mayat dari dalam tas. Sementara Yudha menarik mayat gadis SMA ke tempat aman.
"Apa perlu kita potong-potong dulu?" tanya Elisha.
"Iya, tapi tidak di sini. Kita masukkan ke mobil terlebih dahulu," jawab Yudha. Dia dan Elisha segera kembali ke rumah.
Dengan harta warisan yang dimiliki, Yudha mampu membeli rumah baru berukuran sedang. Dia tinggal bersama Elisha di sana. Jika ada warga yang bertanya dengan hubungan mereka, maka Yudha akan menjawab kalau Elisha adalah adiknya.
Di rumah barunya, Yudha dan Elisha melakukan transaksi bisnis ilegel mengerikan. Keduanya tidak hanya menjadi pembunuh bayaran, tetapi juga menjual potongan dan organ manusia.
Dengan bantuan Roy yang tinggal di Sydney, bisnis Yudha dan Elisha berjalan lancar. Pundi-pundi uang mereka terus bertambah. Sekarang Yudha dan Roy sedang melakukan panggilan video call melalui laptop.
"Kalian sedang apa?" tanya Roy penasaran. Apalagi ketika menyaksikan Yudha yang tengah bertelanjang dada. Hanya mengenakan celana pendek. Sementara Elisha sedang rebahan di kasur yang ada di sebelah.
"Hahaha! Tentu aku tahu. Apa hubungan kalian akan terus begini? Kau dan Elisha tidak mau menikah?" timpal Roy penasaran.
Yudha menghela nafas panjang. Sedangkan Elisha menatap tajam ke arahnya. Seakan ikut penasaran dengan jawaban Yudha.
"Entahlah. Kami sama-sama tidak punya keluarga. Akan menyedihkan jika mengadakan resepsi tanpa apa-apa," jelas Yudha sembari melirik Elisha yang memasang mimik wajah cemberut.
"Aku keluarga kalian. Aku rela pergi ke sana jika kalian menikah!" seru Roy bersemangat.
__ADS_1
Elisha bangkit dari kasur, lalu keluar dari kamar. Roy yang dapat melihat, menyuruh Yudha untuk segera mengejar Elisha. Dengan terpaksa Yudha mematikan panggilan video call. Dia segera menemui Elisha. Sepertinya gadis itu kecewa terhadap ucapan Yudha.
Di basement, Elisha sibuk memotong-motong tubuh gadis SMA. Dia menggunakan pisau pemotong daging. Suara gemertak terdengar menggema di ruangan.
"Apa kau marah?" Yudha berjalan mendekat.
"Tidak juga. Lagi pula apa yang kau bilang ada benarnya," sahut Elisha. Kini dia mengambil gergaji mesin. Sebab Elisha hendak memotong tulang manusia yang kebetulan sangat keras.
Ngeeeeeng!
Elisha gemetaran saat memegang gergaji. Yudha lantas mengambil alih pekerjaannya.
Yudha memotong tulang di hadapannya dengan lancar. Elisha mengamatinya dari belakang. Dia bicara ketika gergaji mesin dimatikan oleh Yudha.
"Tapi bukankah kita harus mengikat hubungan kita? Dengan menikah, kita juga tidak perlu berbohong kepada orang-orang sekitar," ungkap Elisha seraya mengelap darah yang berlumuran di badan atletis Yudha. Kebetulan tubuh mereka sama-sama dipenuhi dengan linangan darah. Keduanya sudah terbiasa dengan bau amis cairan merah itu.
"Aku akan pikirkan. Lebih baik kau memasak, biar aku yang selesaikan kerjaan ini," balas Yudha. Elisha mengangguk dan beranjak pergi ke dapur.
..._____...
Halo guys, aku mau sekalian promosi novel baru. Enggak tentang psikopat sih. Tetapi tentang badboy juga lah. Lebih slow dari Yudha sih. Genrenya teen. Fokus menceritakan masalah kenakalan remaja. Alias mengulas sisi gelap anak SMA. Pembullyan, pergaulan bebas, narkoba, internet, dan lain-lain. Khas SMA-nya juga ada. Yang tertarik silahkan mampir ya, terima kasih! 🤗
__ADS_1
Cek it!