Psikopat Tampan, & Kaya Raya

Psikopat Tampan, & Kaya Raya
Bab 68 - Season 2 [Bersama Lagi]


__ADS_3

...✪✪✪...


Elisha sudah memasang topeng di wajahnya. Dia dan Roy segera keluar dari ruangan. Mereka langsung melakukan aksi serangan tanpa ampun.


Serangan kecil yang dilakukan Roy dan Elisha, tentu menarik perhatian banyak orang. Terutama pihak keamanan dan perawat yang berjaga.


Dua pihak keamanan berhasil membekuk Roy dari belakang. Merampas pistolnya. Kemudian menendang Roy hingga terjatuh. Pria itu langsung dibawa menjauh dari Elisha.


Hal serupa juga terjadi kepada Elisha. Cuman bedanya dia dipegangi oleh dua orang perawat. Mereka mencoba menyuntikkan sesuatu ke badan Elisha.


"Arrrghhh!!!" Elisha tidak terima. Dia memegangi pisaunya se-erat mungkin. Lalu menggerakkan tangan dengan cepat, sampai pisaunya sukses menancap ke dada salah satu perawat yang mencekalnya.


Belum sampai di situ. Elisha kembali mencabut pisau dan menusukkannya ke perut perawat yang satunya lagi. Dalam sekejap dua perawat yang membekuk Elisha tumbang.


Nafas Elisha tersengal-sengal. Tangan dan pakaiannya sudah dilumuri dengan darah. Dia memegangi perutnya yang buncit, kemudian melangkah sambil memasang tatapan penuh tekad.

__ADS_1


Elisha berlari mengejar posisi Roy. Ia langsung menggorok pihak keamanan yang membawa Roy secara bergantian.


Roy dibuat begitu kaget dengan amukan Elisha. Gadis itu tidak berhenti di sana. Dia mengambil pistol milik pihak keamanan. Lalu mengajak Roy untuk keluar dari rumah sakit jiwa bersama-sama.


"Sekarang aku tahu kenapa Yudha tergila-gila padamu!" imbuh Roy. Dia membiarkan Elisha memimpin jalan.


Dengan topeng yang terus tertempel menutupi wajah, Elisha melakukan serangan dengan membabi buta. Dia menembak siapa saja orang yang mencoba menghentikannya.


Baru keluar dari rumah sakit jiwa, Elisha dan Roy tidak sengaja berpapasan dengan Yudha. Mereka awalnya terkejut. Tetapi itu tidak berlangsung lama, sebab apa yang mereka lihat merupakan kabar baik.


Yudha terdiam di tempat. Dia memperhatikan tampilan Elisha dari ujung kaki hingga kepala. Yudha nampaknya belum yakin, sebab Elisha masih memakai topeng.


"Kita tidak punya waktu. Ayo pergi dari sini!" seru Roy. Dia takut polisi akan segera berdatangan.


"Siapa kau?" tanya Yudha dengan kening yang mengernyit.

__ADS_1


"Dia Roy! Wajahnya itu hanya topeng!" ujar Elisha.


"Pak tua itu benar! Ayo kita pergi dari sini!" Zain yang ternyata ikut menemani Yudha, berseru untuk mengingatkan. Dia, Yudha dan yang lain, bergegas pergi meninggalkan rumah sakit jiwa.


Untuk sementara Yudha dan Elisha bersembunyi di rumah rahasia Zain. Tempatnya sendiri berada tidak jauh dari pusat kota. Akan tetapi lokasi yang cukup aman untuk bersembunyi dari polisi.


Yudha sedang menghabiskan waktu di kamar mandi. Dia terlihat bertelanjang dada. Lelaki itu hanya mengenakan celana boxer. Sibuk mempersiapkan bath up. Setelah semuanya sudah siap, Yudha langsung memanggil Elisha.


"Ada apa, Yud?" tanya Elisha yang baru saja datang menghampiri.


"Lepas semua pakaianmu. Aku sudah siapkan bath up untukmu," suruh Yudha.


Elisha lantas tersenyum tipis. Kemudian menutup pintu terlebih dahulu. Dia menanggalkan seluruh pakaian dan segera masuk ke dalam bath up.


"Kau pasti lelah, El... orang tuamu tega sekali membawamu ke rumah sakit dalam keadaan hamil begini," tutur Yudha sembari membilas perut Elisha yang sudah membesar.

__ADS_1


"Aku tidak peduli. Yang terpenting kita sudah kembali bersama," sahut Elisha. Telapak tangannya menyentuh wajah tampan Yudha. Perlahan dia mencium bibir Yudha dengan lembut.


Karena hendak bicara, Yudha melepas tautan bibirnya dari mulut Elisha. Lalu berkata, "Aku rasa, kita sudah tidak bisa tinggal di kota Bima Jaya lagi. Setelah ini kita harus menikah. Kita mulai hidup baru di kota lain," ajak Yudha. Dia bergegas ikut masuk ke dalam bath up.


__ADS_2