
...✪✪✪...
Yudha menatap semua orang yang ada di ruangan. Terutama kepada orang-orang yang belum setuju bergabung dengannya.
Mata Yudha memancarkan tatapan menakutkan. Iblis seolah merasukinya.
"Siapa yang tidak bersedia bergabung? Angkat tangan kalian!" ujar Yudha sembari berdiri ke dekat gergaji bundar yang telah dimatikan.
Semua orang tampak ketakutan. Mereka tidak berani melakukan perlawanan. Apalagi setelah pertunjukan pemenggalan kepala yang ditunjukkan Yudha, tiga kali berturut-turut.
"A-apa yang kalian inginkan?!" tanya Rizal dengan bibir yang gemetaran. Dia berbicaa sampai terbata-bata.
"Kerjasama! Itulah yang aku inginkan. Jika kita bersatu, kita bisa kabur dari sini dengan mudah!" ujar Yudha bertekad. Seluruh penghuni lapas sudah tunduk kepadanya. Sekarang hanya tinggal melaksanakan rencana pelarian.
Yudha memberitahu kalau rencana melarikan diri akan dilakukan tengah malam nanti. Tepat ketika para polisi sedang sibuk tertidur.
Roy akan menyelinap diam-diam untuk membuka pintu penjara. Kebetulan penjara masa kini menggunakan sistem tombol otomatis, yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Jadi Roy hanya perlu berada di ruang pengendali.
Yudha dan semua penghuni lapas keluar dari ruang kerja furniture. Mereka sudah membersihkan darah yang ada dalam ruangan. Sedangkan tubuh dan kepala manusia yang dibunuh Yudha, disembunyikan dengan baik di dalam bak sampah.
Sebelum melakukan pelarian, Yudha memutuskan beristirahat di dalam sel. Sampai akhirnya dia jatuh ke dalam lelap.
__ADS_1
Ketika terbangun, Yudha melihat waktu sudah menunjukkan jam sebelas malam. Dia mendapatkan panggilan tidak terjawab dari Roy.
Diam-diam, Yudha mengirim pesan kepada Roy. Ia memberitahu Roy agar bisa beraksi sekarang. Sebab Yudha yakin, banyak polisi yang sibuk tertidur.
"Baiklah! Aku dalam perjalanan ke sana!" ujar Roy dari seberang telepon. Hanya perlu memakan waktu sepuluh menit untuk tiba ke kantor polisi. Kebetulan Roy bermalam di sebuah hotel terdekat.
Sambil bersikap dengan tenang, Roy masuk ke kantor polisi. Benar saja, dia menemukan semua polisi tengah asyik tertidur.
Roy lantas berjalan mengendap-endap menuju ruang pengendali. Dimana dirinya akan menemukan tombol pintu otomatis penjara.
Setibanya di ruangan yang dituju, Roy langsung membekuk dua polisi sekaligus. Dia melakukannya untuk berjaga-jaga. Takut kalau-kalau misinya akan terganggu.
Bip...
Seluruh pintu otomatis terbuka. Itu merupakan kode untuk semua orang agar segera bisa beraksi. Alhasil masing-masing penghuni lapas keluar dari penjara. Mereka juga tidak lupa menjadikan barang-barang random sebagai senjata.
Yudha sendiri memilih mengambil pentungan polisi yang tergantung. Dia dan yang lain berlarian menuju pintu keluar.
Keributan yang terjadi tidak terbendung. Hingga para polisi mulai terbangun satu per satu. Mereka sontak panik dan segera menghubungi bantuan dari pihak pusat.
Dimas terlihat berhasil menemukan sebuah pistol. Dia menembaki semua polisi yang sukses tertangkap matanya.
__ADS_1
Dor!
Dor!
Dor!
"Bwhahaha!" Dimas tertawa puas. Darah mulai bertebaran dimana-mana.
Beberapa penghuni lapas ada yang telah kabur lebih dulu. Ada juga yang tinggal dan memilih tidak mengikuti rencana Yudha.
Bersamaan dengan terjadinya keributan, Roy bergegas menemui Yudha. Namun sayang, dia tidak bisa menemukan temannya itu dimana-mana.
Yudha ternyata dibawa oleh Rian dan Madi. Dua lelaki paruh baya itu ternyata mempunyai rencana buruk terhadap Yudha. Mereka membawa Yudha pergi dengan menggunakan salah satu mobil milik polisi.
Sekarang Yudha dalam keadaan tidak sadarkan diri. Kepalanya tampak berdarah akibat serangan yang diberikan Madi.
Semakin lama, bantuan dari pihak kepolisian berdatangan. Ada sebagian lapas yang berhasil kembali ditemukan. Pelarian mereka dari penjara tentu tidak akan semudah itu. Terlebih keamanan yang disediakan negara memiliki pertahanan kuat.
Untung saja, Roy sempat kabur sebelum polisi tambah banyak. Dia mengendara mobil sembari terus menghubungi Yudha. Nihil, dia tetap tidak mendapatkan tanda-tanda sedikit pun dari Yudha.
"Sial! Kau dimana, Yud?!" geram Roy. Dia memutuskan menemui Elisha.
__ADS_1