Psychopath

Psychopath
#47


__ADS_3

"Untung saja tidak ngenaiku, Rel!" Tutur Lina dengan kesal sambil berkacak pinggang.


"Lagian kamu ngagetin!"


"Dasar rel kereta!" Ejek Lina dengan kesal. Beruntung Ahzarel tida mendengar umpatan Lina. Mereka menuju tempat yang ramai seperti mall. Apa yang Ahzarel pikirkan?


"Rel? Kamu ngapain?"


"Ada deh," jawabnya dengan nada enteng. Langsung saja Ahzarel keluar mobil, setelah mobil di parkir.


"Aduh ya ampun!" Lina menjadi kesal sendiri karena perbuatan pria itu.


Lina mengikuti langkah Ahzarel masuk ke dalam mall. Lina tertinggal beberapa langkah dengan Ahzarel.


"Anda tersesat?" Tanya seseorang dari belakang. Lina segera menoleh ke belakang. Ternyata itu suara Ahzarel. Dia sedang mengulum es krim berwarna biru.


"Dasar malaikat maut. Dateng-dateng cari mangsa."


"Ya udah, kita pergi ke lantai 4. Nih buat kamu," ujar Ahzarel sambil memberikan es krimnya.


"Ih! Gak mau!!" Lina langsung menolak dan berjalan menuju eskalator.

__ADS_1


Di eskalator, Ahzarel menjilat es krim itu dengan jilatan kecil. Benar-benar seperti anak laki-laki yang sedang memakan es krim.


Ahzarel merangkulnya lalu membuka paksa mulut Lina. Ahzarel memasukan paksa es krim ke dalam mulut wanita itu.


"Aaaaa, Rel!!"


Ahzarel menjulurkan lidahnya. Orang-orang menggosip di belakang mereka.


"Laki-lakinya kasar banget ya," ujar wanita di belakang.


Ahzarel menengok ke arah Lina, tapi matanya melirik tajam kepada 2 wanita yang bergosip itu. Matanya terhalangi oleh tangan Lina, yang tiba-tiba saja sudah berada di depan mata Ahzarel.


Kini mereka telah berada di lantai 3. Namun, sesuatu menarik perhatian Ahzarel. Seorang wanita yang tengah bersedih. Dia berdiri di tepi pembatas pagar.


"Lompat aja susah." Ahzarel menggerutu di telinga wanita itu.


Wanita itu terkejut. Jarak wajah mereka begitu dekat. Di dalam hati Lina hanya kecemburuan karena kejadian itu. "Ngeselin banget sih! Dasar wanita jal---"


Apalagi saat melihat Ahzarel dengan manisnya menggenggam tangan wanita itu dan mengajaknya ke suatu tempat "AHZAREL NGESELIN!!" Jerit batin Lina.


Ruko yang masih kosonglah tujuannya. Dengan kasar Ahzarel menghempas wanita iu hingga menghantam meja kasir.

__ADS_1


"Kau ingin mengakhiri hidupmu? Akan kubantu." Ahzarel mengeluarkan pisau, pisau yang berbeda dari yang biasa ia bawa dan menyuruh wanita itu menggenggam pisau tersebut.


Wanita itu menggenggam erat dan mengarahka mata pisau itu ke wajahnya. Dengan sengaja Ahzarel mendorong pisau tersebut dengan kencang hingga melukai wajah dari wanita itu.


Dia mengerang namun mulutnya langsung ditutup oleh sapu tangan bekas darah dari korban pria Ahzarel.


Ahzarel memutar pisaunya dari horizontal menjadi vertikal secara beruntun hingga wajah wanita itu benar-benar rusak.


🔪🔪🔪


Annet, kasir toko, melihat pintunya sudah sedikit terbuka. Dia langsung membuka pintu itu perlahan dan mengintip isinya. Sebuah pemandangan mengerikan didapat olehnya.


Dia menjerit sekencang-kencangnya hingga menarik perhatian para pengunjung. Salah satu dari pengunjung menghubungi polisi dan menunggunya.


Akhirnya polisi tiba. Para petugas itu langsung memberi garis polisi pada depan toko.


"Kematiannya janggal," ujar polisi muda yang sedang ikut bertugas di sana.


"Ya, kita harus memeriksa DNA bercak darah ini," usul polisi lain sambil mengumpulkan barang bukti.


Tiga hari berlalu. Mayat dari pria yang berada di gang itu ditemukan. Mereka mengira wanita itu takut dipenjara maka dari itu wanita tersebut bunuh diri. Namun, nyatanya bukan seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2