Pupus

Pupus
Bab XIV


__ADS_3

Darren masih terngiang-ngiang dengan jawabn Maira yang ambigu, dan membuat Darren sedikit frustasi, pemuda itu sesekali mengusap wajahnya secara kasar.


"Oke Darren, sekarang yang Lo harus lakukan mantabkan hati Lo, dan yakinkan hati Lo". Ucap Darren pada dirinya sendiri, sambil membuang nafas berat.


Setelah beberapa hari, Darren sudah memantapkan hati untuk menjemput Maira, hingga tiba lah akhir pekan yang sudah di rencanakannya. Tepat pukul 7 malam, Darren sudah siap dengan setelan kemeja hitam, di padukan dengan celana jeans panjang warna navi dan lengkap dengan snackers senada, sehingga menampilkan kesan yang istimewa.


Sebelum meninggalkan kamarnya, Darren menyambar benda pipih berlayar sentuh yang ada di nakas dekat tempat tidurnya, dia berniat untuk mengirim pesan pada seseorang. Setelah di rasa siap, Darren meninggalkan kamarnya, menuruni anak tangga untuk menemui mamanya yang sedang bersantai sambil menonton tv.


" Ma, Darren pergi dulu". Pamit Darren sambil meraih tangan Ana dan mencium pundak tangannya.


" Kemana Ren? akhir-akhir ini kamu sering keluar. Apa jangan-jangan kamu...........". Ucapan Ana terputus,


" Mama mulai deh, Darren pergi sama teman". Jawab Darren sambil mencium puncak kepala Ana.


" Hati-hati Darren, jangan pulang malam-malam!!". Pesan Ana yang di bumbuhi senyum dan gelengan ringan.


Darren menuju tempat mobil sport nya di parkir, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Karena memang setip malam Minggu jalanan ibukota sangat ramai.


💜💜💜


Di sebuah kamar bernuansa ungu yang tertata rapi, Maira merasa cemas dan tak sekali berjalan kesana-kemari, seakan ada sesuatu yang dia tunggu.


Derrt...derrt..


Suara notifikasi pesan mendarat di phonsel Maira, dengan sigap Maira menyambar benda persegi panjang yang terletak di atas kasur Maira, dengan cepat Maira membuka pengaman phonsel nya, dan benar saja ada pesan dari seseorang yang sedang ia tunggu.


Darren


Gue kesana jemput Lo, 25 menit lagi gue samapai.


Maira membaca pesan itu langsung kegirangan dan melempar phonselnya di atas kasur. Dengan sigap Maira menuju kamar mandi untuk mencuci muka, dan segera berdiri di depan lemari besar yang berada di salah satu sisi kamar tersebut.


Maira mulai mengacak isi lemarinya, memilih pakaian yang di rasa cocok, hingga akhirnya Maira terpusat pada dress merah maroon uang panjangnya selutut, ia memakainya dan membiarkan rambut panjangnya terurai, dan sedikit polesan di wajahnya sehingga menampilkan kesan flowless. Hingga gedoran pintu mengagetkannya.


tok..tok..tok


Maira mendekati pintu dan mulai memutar knop pintu Hinga pintu terbuka lebar.


" Non, ada yang nyariin di bawah". Ucap bi Inah seorang pelayan di rumah Maira.


" Iya bi, suruh tunggu sebentar ya. Bi papa belum pulang?". Tanya Maira

__ADS_1


" Belum non". Jawab bi Inah singkat, yang kemudian meninggalkan Maira.


Maira melangkahkan kakinya menuruni anak tangga dengan hati-hati, di ujung tangga Maira dapat melihat sosok yang kini tengah menunggunya di ruang tamu.


" Udah lama ?". Tanya Maira yang mengagetkan Darren.


" Belum kok. Udah siap?". Tanya Dareen yang di balas anggukan ringan oleh Maira.


Mereka masuk di mobil sport merah milik Darren. Keheningan mulai melanda dua orang manusia yang duduk bersebelahan di jok mobil. Tak ada yang ingin memulai perbincangan.


Maira selalu jenuh dengan suasana seperti itu, hingga dia bermaksud memulai pembicaraan.


" Kita mau kemana?". Tanya Maira dengan sedikit memutar posisi duduknya menghadap Darren.


" Udah ikut aja". Jawab Darren dengan tetap fokus mengemudi.


Kini mereka tiba di parkiran salah satu rumah makan mewah, dengan menu yang terkenal dengan harga yang terbilang fantastis. Namun bagi Maira dan Darren tempat seperti ini sudah kerap mereka kunjungi.


Maira dan Darren melangkahkan kaki untuk masuk rumah makan tersebut, dan ternyata Darren sudah memesan ruang VIP untuk acara makan malam mereka. Mereka langsung menuju ke meja 77 dengan di pandu oleh salah satu pelayar rumah makan tersebut. Pelayan langsung menyodorkan buku menu yang di bawanya.


" Lo mau makan apa?". Tanya Darren kepada Maira.


" Samain aja". Jawab Maira singkat.


" Ren kenapa gak ke cafe Lo aja? Tanya Maira tiba-tiba.


" Gue bosen sama menunya, lagian gue udah pernah ngajak Lo kesana". Jawab Darren.


" Ra, gue boleh tanya sesuatu?". Ucap Darren dengan wajah seriusnya.


" Hmm". Jawab Maira singkat dan masih sibuk memainkan phonselnya.


" Liat gue Ra!!". Perintah Darren masih dengan wajah seriusnya


" Tanya apa Ren?". Jawab Maira sambil meletakkan phonsel di atas meja.


" Lo udah punya pacar?". Tanya Darren, dengan ekspresi yang masih belum berubah.


Maira membulatkan matanya sempurna, mendengan pertanyaan Darren, namun Maira masih berusaha tenang.


" Darren, kalo gue udah punya pacar, gue gak akan ada disini sama Lo, dari pada gue keluar sama Lo, mending sama pacar gue". Jelas Maira.

__ADS_1


Mendengar pernyataan Maira, Darren merasa senang, sehingga tak terasa bibirnya melengkung membentuk senyuman.


" Permisi tuan, ini pesanannya". Ucap pelayan yang mengantarkan pesanan Darren dan Maira dengan sopan.


Darren dan Maira menikmati pesanan mereka, masih dengan obrolan yang menjurus pada perasaan masing-masing.


" Ren gue boleh tanya, tapi Lo jangan tersinggung ya?". Pinta Maira, dan di balas anggukan mantap oleh Darren.


" Lo kenapa akhir-akhir ini gampang banget senyum, Lo beda sama pertama kali gue ketemu Lo yang cuek banget, mendekati sinis mungkin?". Tanya Maira tak berjeda.


" Gue lagi jatuh cinta kali". Ucap Darren yang masih dengan santai menikmati makanan di depannya.


"uhuukk...uhukk..


" Lo gak papa Ra?". Tanya Darren sambil menyodorkan minuman pada Maira.


" Lo ngagetin gue". Ucap Maira sekenanya.


" Kalo gue memang jatuh cinta, dan jatuh cintanya sama Lo, gimana Ra?". Tanya Darren dengan wajah seriusnya.


Maira hanya membisu dan mebulatkan matanya tanpa suara, dan sesekali Darren melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Maira untuk menyadarkannya.


" Lo kenpa Ra?".Tanya Darren cemas.


" gak papa Ren, cm gue ngrasa jantung gue mau lompat keluar dari tempatnya". Jawab Maira sambil mengelus dadanya.


Darren yang mendengar jawaban Maira hanya tersenyum yang cukup lebar.


" Darren, jangan bilang Lo berubah gara-gara gue". Ucap Maira.


" Kenapa memangnya kalo gue berubah gara-gara Lo?, lagian berubah gue juga baik kan Ra, gue gak pernah aja ngerasa seseneng ini ketika gue liat Lo atau lagi deket sama Lo". Jelas Dareen yang membuat Maira tercengang.


" Gue suka sama Lo Ra, Lo gak perlu jawab sekarang, yang penting Lo udah tau gimana ya g gue rasa sama Lo". Jelas Darren menambahi.


Maira hanya diam dan menundukkan kepalanya, dan perutnya merasa kenyang secara tiba-tiba mendengan pernyataan Darren, Maira bingung mau mengatakan apa lagi, walaupun sebenarny dia juga senang dengan ucapan Darren.


Darren dan Maira menyelesaikan acara makan malam dan minggalkan restoran itu.


Di dalam mobil, masih sama. Keheningan yang semakin hening, tak ada yang membuka pembicaraan, mereka bergulat dengan pikiran masing-masing, merasakan desiran-desiran yang ada pada diri mereka masing-masing. Mobil sport milik Darren berhenti tepat di depan pagar warna hitam yang menjulang tinggi.


" Gimana pertanyaan gue tadi Ra?". Ucap Darren membuyarkan keheningan dan sebelum Maira beranjak dari mobilnya.

__ADS_1


Jangan lupa vote ya ya ya 😍🤩


__ADS_2