
***Assalamualaikum readers, Jangan lupa bantu like, comment, dan vote ya 😍
Terimakasih sebelumnya 🙏🤩
# Happy reading***
Darren menepikan mobilnya tepat di depan gerbang hitam munjulang tinggi.
" Darren, Tante gak mampir dulu?". Tanya Maira
" Wah terimakasih sayang, kita langsung saja. Kapan-kapan Tante mampir ya". Jawab Ana sambil mengusap lengan Maira.
" Ya sudah Maira turun dulu ya Tante. Darren aku turun ya". Pamit Maira sambil mencium pundak tangan Ana dan memeluknya, sementara Darren hanya mengangguk sekilas dan menebarkan senyuman manisnya.
Maira turun dan Darren melajukan mobilnya kembali untuk meninggalkan kediaman Maira.
Maira memasuki rumahnya, dengan Fatih sudah duduk santai di sofa ruang tamu.
" Baru pulang Ra?". Tanya Fatih.
" Iya pa, tadi di ajak belanja juga sama mamanya Darren". Jawab Maira sambil menghamburkan tubuhnya di samping Fatih.
" Semakin akrab saja nih Ra". Goda Fatih.
" Ahh papa mulai deh". Ucap Maira dengan sedikit memajukan bibirnya beberapa centi, yang membuat Fatih semakin gemas melihat tingkah anaknya.
" Udah ah, Maira mau ke kamar dulu, Maira mau istirahat". Pamit Maira sambil beranjak dari duduknya.
" Jangan tidur Ra, bentar lagi makan malam". Ucap Fatih mengingatkan. Namun hanya di balas deheman oleh Maira.
Maira menaiki anak tangga dan menuju kamarnya. Maira menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidurnya, sambil memainkan benda pipih berlayar sentuhnya. Hari ini begitu melelahkan baginya. Maira merosot untuk membaringkan tubuhnya, dan kemudian ia memejamkan matanya.
Deert..derrt
Suara telepon dari phonsel Maira yang membuat Maira terbangun dari tidurnya. Maira meraih phonselnya dari atas nakas yang berada dekat dengan kasurnya.
" Hallo". Jawab Maira dengan suara yang berat khas bangun tidur, namun Maira masih memejamkan matanya.
" Sudah tidur Ra?". Tanya seseorang yang berada di sebrang sana.
" Siapa sih Lo?. Ganggu gue aja!". Ucap maira dengan suara yang meninggi.
" Darren Ra".
Maira terperanga mendengar nama seseorang di seberang sana. Maira melebarkan matanya menatap nama yang berada di layar phonselnya. Dan benar saja Darren lah yang menelponnya.
" Hai Darren, maaf aku gak liat siapa yang telepon tadi". Ucap Maira menjelaskan.
" Kamu capek ya, ya sudah kamu tidur lagi aja ya Ra". Ucap Darren lalu mematikan sambungan teleponnya.
"yah di matiin ". Gumam Maira dan kemudian melanjutkan tidurnya.
###
Setelah mematikan sambungan teleponnya Darren keluar menuju balkon yang berada didekat kamarnya, ia duduk di sofa yang terdapat di sisi balkon. Dengan menatap langit pekat namun tetap di terangi oleh cahaya bintang, menjadikan pemandangan yang begitu indah.
Darren membuka kotak yang berisi kalung berliontin hati dengan hiasan berlian di pinggirnya. Ia akan memberikannya pada Maira di ulangtahunnya.
" kalung ini cantik, kamu pasti akan lebih cantik kalau pakai ini Ra". Gumam Darren dengan masih memandangi kalung itu.
" Kamu belum tidur Ren?". Tanya Ana yang tiba-tiba masuk ke kamar Darren.
Darren langsung mengembalikan kalung itu ke tempatnya semula.
" Mama, kenapa ma?". Tanya Darren sedigit gugup.
" Mama tadi ingin liat kamu udah tidur apa belum, ternyata pintu balkon terbuka, ya mama masuk Ren. Kamu ngapain malam-malam disini?". Tanya Ana sambil mengambil posisi duduk di sebelah Darren.
__ADS_1
" Lihat bintang ma". Jawab Darren sekenanya.
" Hahahha, cowok cuek suka liat bintang?". Goda Ana.
" Kenapa cuek selalu di bawa-bawa sih ma?". Tanya Darren sinis.
" Darren, Maira memang mampu merubah batu menjadi pasir, tapi ingatlah Darren berubahlah untuk dirimu sendiri". Ucap Ana.
" Ma, Darren akan tetap kayak gini sampai kapanpun. Mungkin Darren juga akan jadi air kalau Maira tetap sama Darren". Jelas Darren.
" Mencintai boleh Darren, tp jangan sampai kamu lupa, siapa dirimu. Hati dan logika harus jalan beriringan".
" Maksud mama?". Tanya Darren tak mengerti.
" Mama pernah sakit hati karena mencintai, dan mama gak ingin kamu juga merasakannya". Jelas Ana, yang kemudian meninggalkan Darren yang masih setia duduk di kursinya.
" apa maksud mama, gue sama Maira sama-sama mencintai, jadi gak ada alasan buat kita menyakiti bukan". Pikir Darren.
Darren tak memusingkan ucapan Ana, Darren masuk ke kamarnya, mengunci pintu balkon dan kemudian membaringkan tubuhnya di kasur kingzise nya.
Masih dengan ritual malamnya, Darren bergulat dengan pikirannya akan Maira yang semakin hari, ia semakin mencintai Maira. Hubungan mereka semakin erat dengan orang tua yang sudah mengetahui hubungan mereka, bahkan Ana sangat menyukai Maira begitu sebaliknya. Hingga Darren akhirnya terlelap dalam tidurnya.
💜💜💜
Mentari pagi menyapa dengan hangatnya. Darren sudah siap untuk berangkat ke kampus. Dengan kemeja warna maroon dan celana jeans panjang lengkap dengan snackers nya, Darren menuruni anak tanggaenuju meja makan, di meja makan sudah nampak Ana yang sudah rapi tengah mengoleskan selai strawberry di atas rotinya.
" Pagi mama". Sapa Darren, yang kemudian duduk di kursi samping kiri Ana.
" Pagi sayang". Balas Ana.
" Mama udah rapi mau kemana?". Tanya Darren sambil menuang susu di gelasnya.
" Mama mau ke butik, ada janji sama Tante Dewi".
" Darren mama udah selesai sarapannya, mama duluan ya". Pamit Ana.
" Hati-hati ma". Ucap Darren.
" Darren nanti pulang kampus, kamu ke cafe. Lama kamu gak ngecek disana". Titah Ana
" Siap Bu bos". Ucap Darren sambil mengangkat tangannya seraya memberi hormat, namun di balas senyum getir oleh Ana dan beranjak meninggalkan Darren.
Darren menghabiskan makanannya dan menuju ke kampus, karena Maira tak ada kelas jadi Darren tidak menjemputnya. Darren melajukan mobilnya dengan kecepatang yang lumayan tinggi, karena ia sudah hampir terlambat. Sesampai di kampus setelah memarkirkan mobilnya, Darren langsung masuk ke dalam kelas. Sudah banyak penghuni kelas yang sudah duduk anteng di bangkunya. Termasuk Angel. Gadis yang dulu selalu mengekorinya kemanapun Darren berasa, namun kini seperti orang asing.
" Pagi Darren". Sapa Angel dengan senyum tipisnya.
" Pagi". Jawab Darren singkat dan duduk di belakang Angel.
" Gimana kabar Lo sama Maira?". Tanya Angel tanpa membalikkan badannya.
" Baik. Lo sama Romi gimana?". Tanya Darren. Mengingat beberapa kali mereka nampak pergi bersama.
" Baik kok". Jawab Angel singkat.
Tak lama Romi datang dan langsung duduk di kursi sebelah Angel, melihat itu Darren mengerutkan keningnya.
" Pagi Ren". Sapa Romi sambil bersalaman ala pria, namun Darren hanya tersenyum tipis.
" Pagi Angel". Sapa Romi namun sama saja, hanya senyuman yang ia dapatkan.
Setelah 2jam perkuliahan berlangsung, kini satu persatu penghuni kelas mereka berhamburan keluar kelas, tak terkecuali dengan Angel, menyisahkan Romi dan Darren.
" Lo ada hubungan apa sama Angel?". Tanya Darren heran.
" Kepo Lo". Ucap Romi seenakknya.
" Tatapan mata Lo beda".
__ADS_1
" Iya Ren, gue suka sama dia. Tapi dia masih acuh sama gue, apa dia masih ada persaan ya sama Lo". Ucap Romi.
" Gak usah ngaco, gue udah ada Maira. Lo Pepet aja tu Angel, ntar juga luluh dia". Jawab Darren dan meninggalkan Romi.
" Mau kemana Lo kampret?". Tanya Romi dengan menaikkan suaranya satu oktaf.
" Jemput Maira, mau ke cafe".
Darren melajukan mobilnya menuju rumah Maira. Tak butuh waktu lama Darren sampai di rumah Maira.
Tok..tok..
Pintu terbuka dan menampakkan wanita yang ia sayangi berada di bibir pintu.
" Darren!! Ayo masuk". Ajak Maira
" Kamu siap-siap gih, ikut aku ke cafe".
" Ngapain Darren?". Tanya Maira.
" Mama nyuruh aku ngecek disana".
" Ya sudah aku siap-siap dulu ya".
Maira menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Maira mengenakan celana jeans panjang dan kaos t-shirt lengan pendek dengan rambut di kepang kuda. Tak lupa dengan polesan wajah tipis namun anggun. Maira menuruni tangga dan langsung menghampiri Darren.
" Yuk, aku udah siap". Ajak Maira yang langsung di balas anggukan oleh Darren.
Darren melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Arsyana'S cafe.
Maira memanjangi arah luar jendela, dan Darren masih fokus dengan tugasnya menyetir. Hingga mereka sampai di parkiran cafe.
Darren dan Maira masuk ke dalam cafe, Darren menuju ruang CEO sementara Maira menunggu di meja tamu, karena ia merasa bosan jika harus ikut ke ruang CEO.
Maira melihat taman yang berada dekat dengan cafe, taman itu masih masuk kawasan cafe namun untuk tamu yang menginginkan outdoor. Maira fokus menatap taman, tanpa ia sadari Darren sudah duduk di depannya.
" Kamu liat apa Ra?". Tanya Darren.
" Taman itu bagus Ren". Ucap Maira takjub.
" Besok ulang tahun kamu disini aja Ra". Ucap Darren memberi saran.
" Gak Darren, aku pengen di taman rumah. Lagian yang di undang hanya orang terdekat saja, gak butuh ruang yang luas juga kan". Jelas Maira.
" Darren kamu udah selesai?". Imbuhnya.
" Udah Ra, kamu pulang?". Tanya Darren.
" Iya Ren, aku mau pulang. Papa nyuruh aku siap-siap buat acara ulang tahun ku, padahal lama juga". Ucap Maira dengan menekuk wajahnya.
" Ra ulangtahun kamu itu memang bulan depan Ra, tapi bulan depan itu kurang 2mimggu lagi". Jelas Darren dan berusaha menenangkan.
" Iya juga sih". Jawab Maira pasrah.
" Ya sudah ayo aku antar pulang". Ajak Darren dan di balas anggukan oleh Maira.
Darren beranjak keluar dari cafe yang diikuti Maira di belakangnya. Mereka menuju parkiran, dan mereka meninggalkan cafe.
💦
💦
💦
Spam like
__ADS_1
spam vote
spam komentar*