Pupus

Pupus
Bab XXII


__ADS_3

***Assalamualaikum readers, jangan lupa tinggalkan jejak disini ya.


Kasih like, spam komentar, vote dan rating bintang 5 nya 😍


makasih sebelumnya 🙏🙏🤩 🤩


# happy reading***


Maira telah siap untuk berangkat ke kampus, dengan setelan celana jeans warna biru muda, dengan T-shirt yang di lengkapi dengan jas almamater kebanggaannya, di tambah dengan sepatu flatshoes warna hitam dan kepangan kuda pada rambutnya. Sederhana namun tetap terlihat anggun untuk Maira.


Maira menuruni anak tangga untuk berpamitan dengan Fatih yang sudah duduk di meja makan untuk menikmati sarapannya.


" Pa Maira berangkat duluan ya". Pamit Maira sambil meraih tangan Fatih untuk ia cium.


" Ra, sarapan dulu!". Perintah Fatih.


" Maira udah telat pa, Darren juga udah di depan pa, Maira buru-buru pa".


" Ra, bilang sama Darren papa mengundangnya nanti malam untuk makan malam disini". Ucap Fatih.


" Oke nanti Maira sampaikan, udah Maira berangkat pa". Ucap Maira sambil meninggalkan Fatih.


" selalu seperti itu". Batin Fatih. Melihat tingkah anaknya Fatih hanya menggeleng ringan sambil terus memandang punggung Maira hingga menghilang.


Tanpa aba-aba, Maira langsung masuk ke dalam mobil Darren yang sudah terparkir di depan pagar rumah Maira.


" Pagi sayang". Sapa Maira sambil mencium pipi kanan Darren.


" Pagi". Jawab Darren singkat namun tetep memanjangkan senyuman khas Darren.


" Langsung menuju kampus Ra?".


" Iya Ren, aku udah telat nih, setengah jam lagi ada kelas". Ucap Maira sambil memandang jam yang berada di pergelangan tangannya.


" Kamu kesiangan bangunnya, sampai buru-buru gini?". Tanya Darren heran.


" Iya aku kesiangan gara-gara kamu". Ucap Maira manja, sambil memajukan bibirnya beberapa centi dan kemudian mengalihkan pandangannya ke jendela.


" Kenapa aku?". Tanya Darren heran dan membuat Darren mengerutkan keningnya, namun pandangannya tetap fokus kedepan.


" Siapa suruh kamu muter-muter di pikiranku, sampai aku harus tidur larut malam, telat kan aku sekarang". Jelas Maira dengan tetepa memandang ke arah jendela.


" Hahahaha, kamu segitunya mikirin aku?". Ucap Darren. Mendengan ucapan Maira membuatnya tak tahan menahan tawanya.


" Udah ayo Ren, aku telat nih !". Titah Maira, yang langsung di beri anggukan oleh Darren dan menaikkan kecepatan laju mobilnya.


Sesampai di parkiran kampus, Maira langsung menghamburkan diri dari mobil Darren, dan langsung menuju kelasnya.


Billa yang sudah duduk di bangkunya dengan memainkan phonselnya, tiba-tiba Maira datang tanpa permisi, dan langsung duduk di sebelahnya Billa.


" Pagi nona Salshabilla". Sapa Maira sambil memukul lengan Billa.


" Apaan sih Lo, ngageti gue". Sinis Billa.


" Huft. Pagi-pagi udah cemberut aja, emang gitu ya kalau jomblo". Goda Maira.


Plak !!


Lagi-lagi tangan Billa mendarat sempurna di belakang kepala Maira.


" Lo ya Bill, kepala gue selalu jadi sasaran Lo. kalau otak gue kocak Lo mau ganti?". Ucap Maira sinis, namun hanya di balas tatapan malas oleh Billa.


" Lo kenapa sih Bill? Uring-uringan, masih pagi juga?". Tanya Maira


" Gue lagi gak mood Ra, pagi-pagi mama gue nanyain cowok brengs*k itu". Jelas Billa.

__ADS_1


" Udah deh, Lo cari lagi aja biar gak uring-uringan gini, dan Lo jelasin sama mama Lo kalau dia bukan orang baik". Ucap Maira.


" Saran Lo sama kayak mama gue, tapi gue lagi gak mood ngurusin cowok". Jawab Billa.


" Bill, ini dosen kemana ya?. Udah setengah jam kita masuk kelas, tapi gak muncul-muncul dosennya". Ucap Maira sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


" Tu anak yang lain juga udah pada keluar, kosong kali". Jawab Billa.


Dertt..dertt


Suara notifikasi phonsel Maira menandakan ada pesan masuk, Maira langsung mengeluarkan phonselnya dari dalam tasnya.


Darren


Ra, aku pesenin makanan di kantin. Kalau kelas udah kelar kamu ke kantin ya. Kamu tadi pasti belum sarapan kan?


Maira tersenyum membaca pesan dari Darren, yang tanpa ia sadari Billa sudah memperhatikannya dengan tatapan heran.


" Ngapain Lo senyum-senyum?". Tanya Billa heran.


" Pesan dari Darren". Jawab Maira singkat.


" Dasar BUCIN". Ucap Billa sinis dengan memutarkan bola matanya dengan malas.


" Udah yuk ikut gue ke kantin, gue laper tadi gak sempet sarapan". Ajak Maira sambil menarik lengan Billa. Dan Billa hanya diam dan pasrah.


Maira dan Billa menyusuri lorong kampus untuk menuju ke kantin.


Sesampainya di kantin Maira langsung menuju meja yang ternyata Darren masih setia menunggunya disana dengan memainkan phonselnya.


" Hai Ren". Sapa Maira.


" Sudah kelar Ra?".


" Kelas kosong Ren, dosennya ijin tadi". Jawab Maira yang langsung menyambar makanan yang di pesan Darren.


" Iya deh gue mau pesen makan juga". Jawab Billa sambil berlalu menuju tempat pemesanan makanan.


" Darren kamu gak makan?". Tanya Maira.


" Udah kamu makan aja dulu". jawab Darren.


" Ayo aaa....". Perintah Maira sambil menyodorkan sendok makanan di mulut Darren.


" Duh, sumpah gue berasa jadi obat nyamuk para BUCIN". Ucap Billa ketika datang dengan makanan pesanannya. Sementara Maira dan Darren tengah asik bersuap-suapan.


Darren dan Maira hanya menunjukkan deretan gigi putih mereka.


" Darren kamu bentar lagi ada kelas kan?". Tanya Maira.


" Gak Ra, barusan ketua kelas ngabarin kalau hari ini kelas kosong, dosenny lagi ke luar negeri". Jawab Darren.


" Mumpung masih siang, ke taman bunga yuk Ren". Ajak Maira antusias.


" Boleh, memangnya kamu mau ngapain?".


" Pengen hirup udara segar disana sama kamu". Ucap Maira.


" Lo ikut juga ya Bill, biar gak sewot-sewot terus, siapa tau Lo bisa lebih tenang disana". Ajak Maira.


" Gue gak bisa Ra, Mama gue suruh gue cepet pulang, suruh mampir ke toko kue dulu". Tolak Billa.


" Gue udah makannya, yuk berangkat Ren mumpung masih siang". Ajak Maira yang hanya di balas anggukan.


" Gue juga udah, yuk Ra gue juga mau pulang". Ucap Billa.

__ADS_1


Mereka bertiga menuju parkiran dan meninggalkan kampus menuju tempat masing-masing.


Darren melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju taman bunga bersama Maira.


" Makasih ya Ren". Ucap Maira


" Makasih buat apa Ra?". Tanya Darren heran dan mengarahkan pandangannya ke arah Maira.


" Udah mau aku ajak ke taman bunga". Jawab Maira.


" Kalau itu buat kamu senang, gak ada alasan untuk aku nolak Ra". Jawab Darren sambil tersenyum tipis.


Maira menatap arah jendela untuk menikmati pemandangan di tepian jalan, sedangkan Darren masih tetap fokus dengan tugasnya menyetir.


Satu jam perjalanan menuju taman bunga, Maira dan Darren memarkirkan mobilnya tak jauh dari taman bunga, sehingga mereka tak perlu berjalan lama-lama menuju taman bunga.


Darren dan Maira duduk bersebelahan di sebuah bangku yang menghadap langsung ke pemandangan taman bunga tersebut.


" Kamu suka banget ya sama tempat ini Ra". Tanya Darren.


" Banget Ren, apa lagi ada kenangan kita disini. Aku jadi rindu kalau lama-lama tak kesini Ren". Jelas Maira.


Darren dan Maira berbincang-bincang, dan tanpa di sadari sang matahari tiba-tiba tertutup awan dengan awan hitam yang tidak perlu memakan waktu yang lama, hujan pun turun.


" Ujan Ra". Pekik Darren. Dan kemudian menarik lengan Maira menuju sebuah gubuk kecil yang tak jauh dari kursi mereka.


" Kok tiba-tiba ujan sih". Gumam Maira dengan wajah yang di tekuk.


" Disini dataran tinggi Ra, bisa ujan tiba-tiba". Jelas Darren yang di balas anggukan oleh Maira.


Hujan deras membuat suasana semakin dingin. Maira yang hanya mengenakan t-shirt, membuatnya semakin dingin, Maira pun memeluk tubuhnya sendiri untuk mengurangi rasa dingin yang menjalar di setiap inci tubuhnya.


Darren hanya memperhatikan Maira yang berdiri di sebelahnya, di tatapinya dari ujung rambut hingga ujung kaki Maira, tanpa terkecuali leher jenjang putih milik Maira. Darren yang merasa tak tega melihat Maira sedari tadi memeluk tubuhnya, dan sedikit menggigil karena kedinginan, akhirnya Darren meraih tangan Maira dan menariknya ke pelukan Darren.


" Dingin Ra?". Tanya Darren polos.


" Selalu hangat ketika dekat denganmu Ren". Ucap Maira sambil mendongakkan pandangannya ke arah wajah Darren.


" Ra.....". Panggil Darren sambil menarik ikat rambut Maira.


" Ngapain kamu Darren?". Tanya Maira yang terkejut dengan yang di lakukan Darren.


" Jangan di ikat seperti ini Ra, jangan liatin leher jenjang yang bisa menarik perhatian pria lain". Jelas Darren.


Maira tak ingin menjawab apapun, Maira semakin mempererat pelukannya sambil menyunggingkan senyuman bahagia.


" Aduh lupa !". Ucap Maira sambil memukul keningnya seraya melepas pelukannya.


" Kenapa Ra?". Tanya Darren heran.


" Darren, papa ngundang kamu untuk makan malam di rumah malam ini". Ucap Maira dengan satu kali tarikan nafas.


" Wah gimana Ra, ini udah mau sore, tapi ujan juga belum reda Ra". Jawab Darren.


" Kita lari aja yuk ke mobil". Ajak Maira.


" Ujannya deras Ra, ntar kamu sakit".


" Aku gak papa kok Ren". Ucpa Maira.


Darren melepas kemejanya, dan Darren hanya mengenakan kaos. Darren dan Maira menggunakan kemeja Darren untuk tempat berteduh sampai masuk ke dalam mobil.


💦


💦

__ADS_1


💦


Kasih vote sebanyak-banyaknya ya 😍😘


__ADS_2