Pupus

Pupus
Bab XIX


__ADS_3

***Assalamualaikum readers. Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya, beri like, vote, komentar dan bintang 5 ya..


terimakasih sebelumnya 🙏😍


# happy reading


Di*** sebuah kamar yang luas dengan nuansa biru muda, Romi termenung di pinngir jendela sambil menatap keluar. Entah apa yang membuatnya teringat akaan Angel, gadis yang selalu berada di dekat Darren dan pada akhirnya dia menyerah dan menjauhi Darren, dan setelah itu Romi tak pernah lagi ketemu dengan Angel.


Romi berniat untuk mengajak Angel untuk ikut dengannya di acara makan malam bersama teman-temannya di malam itu. Karena menurut Romi tak ada salahnya dia mengajak Angel, karena mereka semua juga sudah mengenal Angel, mungkin akan jauh lebih seru dengan bertambahnya personil.


Romi memutuskan untuk menghubungi Angel via telepon


" Hallo". Ucap Romi di sambungan telepon


" Hm.. ngapain Lo telepon gue?". Jawab seseorang yang berasa di sebrang sana.


" Ntar malam Lo ikut gue, gue jemput jam 7". Jawab Romi yang kemudian memutus sambungan teleponnya dan tak peduli jawaban seseorang yang berada dsana.


Romi bersiap untuk menjemput Angel terlebih dahulu sebelum berangkat menuju cafe tempat ia akan bertemu dengan teman-temanya. Dengan mengenakan celana jeans yang memiliki robekan di bagian lutut, dan kaos velcon warna hitam lengkap dengan jaket berbahan jeans, sungguh merupakan penampilan favoritnya, yang seakan-akan menjadi khas seorang Romi.


Romi mulai menginjak pedal gas dengan kecepatan yang sangat cepat, ia menuju rumah Angel. Tak butuh waktu lama Romi sampai di depan rumah berwarna hijau milok Angel.


Tok.. tok..


Setelah pintu terbuka, Angel yang hanya menggunakan piyama tidurnya membuat Romi membulatkan matanya dengan sempurna.


" Lo kenapa belum siap?". Tanya Romi dengan nada suara yang sinis.


" Lo aja gak bilang mau kemana, gue takut salah kostum, siapa tau Lo ngajak gue tidur bareng, mangkanya gue pakai piyama". Ucap Angel yang tak ingin di salahkan.


PLAK


Pukulan ringan mendarat di kepala Angel.


" Gila Lo!! Udah sana Lo ganti baju, kita mau Arsyana'S cafe". Jawab Romi yang menaikkan suaranya satu oktaf.


" Ngapain?". Tanya Angel heran.


" Renang. Ya makan lah". Jawab Romi yang semakin geram.


Angel tak ingin menjawab apapun dan memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian.


Tak butuh waktu lama Angel bergnti pakaian, Angel mengenakan dress biru selutut dengan rambut di kepang kuda lengkap dengan riasan tipis di wajahnya membuat ia semakin terlihat anggun.


" Ayo, gue udah siap". Ajak Angel sambil menarik lengan Romi.


" Agresif bener Lo, untung Lo cantik malam ini". Jawab Romi asal dan Angel hanya menatap sinis pada Romi.


Romi melajukan mobil sport hitamnya dan Angel duduk di sebelah bangku kemudi. Tak ada obrolan dari mereka berdua hingga Angel memulai obrolan terlebih dahulu.

__ADS_1


" Kita ngapain ke Arsyana'S cafe?". Tany Angel memecah keheningan.


" Di traktir Darren karena dia jadian sama Maira". Jawab Romi santai sambil tetap memfokuskan pandangannya.


Deg !!


Jantung Angel tiba-tiba ingin lompat dari tempatnya mendengar ucapan Romi, walaupun Angel berusaha untuk tetap tenang di depan Romi.


" Terus ngapain Lo ngajak gue". Tanya Angel.


" Ya dari pada gue sendiri kesana, lagian Lo juga biar ngerti juga kalau Darren udah jadian sama Maira, jadi Lo gak gangguin Darren lagi". Ucap Romi menjelaskan.


" Sejak gue tau Darren deketin Maira, gue kan udah gak pernah deketi dia". Ucap Angel sambil mengalihkan pandangannya ke jendela mobil.


" Angel, Lo sakit hati?". Tanya Romi sambil mengalihkan pandangannya ke Angel dan menatap Angel lekat-lekat.


" Gak". Jawab Angel singkat.


Keheningan mulai menyelimuti kedua insan yang duduk bersebelahan di dalam mobil itu, hingga mereka sampai pada parkiran yang bertuliskan Arsyana'S Cafe.


Romi dan Angel menaiki tangga menuju ruang VIP.


"Hai gaes". Teriak Romi sambil melambaikan tangannya dan di ikuti Angel di belakangnya.


Romi langsung mendekati meja teman-temannya dan menyodorkan tangannya kepada Darren dengan tos ala laki-laki. Angel yang sedari tadi masih diam saja dan tak berniat untuk membuka suara, karena ia merasa begitu canggung dengan Darren terutama.


" Angel, gimana kabar Lo?". Tanya Darren tiba-tiba yang membuat Angel semakin canggung.


" hah?? baik ko Ren ". Jawab Angel dengan tingkah sedikit gugup.


" wah kayaknya gue disini yang gak punya pasangan". Ucap Billa berusaha menghidupkan suasana.


" Gak kok, ini gue duduk di tengah biar sama punya pasangannya, jadi gandengan gue Angel dan Billa". Ucap Romi sambil merangkul pundak Angel dan Billa di sertai cengiran kuda.


Plak !!!


Pukulan bertubi dari Billa dan Angel mendarat sempurna di tubuh Romi, membuat Romi nyengir kesakitan. Sementara Darren dan Maira hanya terbahak melihat kelakuan sahaabatnya.


###


" Ren, Angel kenapa ya? kok sikapnya aneh tadi". Tanya Maira kepada Darren usai acara makan malam.


" Aneh kenapa sih Ra?". Tanya Darren balik, sambil tetap fokus menyetir.


" Kayak canggung gitu liat kamu". Ucap Maira.


" Ya mungkin karena janji dia sendiri kali". Jawab Darren santai.


" Janji apaan?"

__ADS_1


" Dulu dia pernah janji sama aku, kalau aku bisa jadian sama kamu, dan bisa berubah gak cuek-cuek lagi, dia bakal jauhin aku, gak gangguin aku lagi". Jelas Darren yang hanya di beri anggukan tanda mengerti oleh Maira.


" Berarti aku kayak bahan taruhan dong?". Tanya Maira sinis.


" Hahahhaah... kamu ngomong apa sih Ra, ada apa gak janjinya Angel, aku ya akan tetep kayak gini". Jelas Darren sambil meraih tangan Maira untuk ia genggam.


" Tapi tadi dateng sama Romi, apa jangan-jangan Romi suka ya sama Angel?". Ucap Maira sambil mencoba menerawang perasaan Romi.


" Udah ah Ra, biarin aja. Kita urusi hubungan kita sendiri, yang jelas aku sukanya sama kamu, dan cuma kamu". Ucap Darren meyakinkan Maira.


" ah kamu. selalu so sweet deh". Ucap Maira manja.


" Ra dua Minggu lagi ada acara grand opening cabang cafe, kamu ikut ya". Pinta Darren.


" Dimana?".


" Kota Z". Ucap Dareen singkat.


" Ada syaratnya". Ucap Maira


" Sama aku kamu pakai syarat tega beneeeerrr. Emang apa syaratnya?" Tanya Dareen.


Maira hanya tersenyum centil dan menyodorkan pipi kanannya dengan menepuknya menggunakan jari telunjuknya.


Darren yang mengetahui itu sontak tersenyum merekah.


Darren menghentikan laju mobilnya tepat di depan gerbang hitam yang menjulang tinggi. Kemudian Darren dengan cepat mencium pipi kanan Maira dengan lembut, dengan mata tertutup Maira begitu merasakan ketulusan seorang Darren.


" Walaupun kamu gak nglakuin ini, aku juga bakal ikut kamu Darren". Ucap Maira, dan Darren pun langsung melepas ciumannya.


" Aku masuk ya, kamu hati-hati". Tambah Maira


" Ra!". Panggil Darren sambil menarik lengan Maira. Sehingga Maira memutar kembali posisi duduknya menghadap Darren.


" I love you". Tambahnya.


" I love you too Darren". Balas Maira seraya tersenyum manis.


Maira turun dari mobil Darren dan melangkah masuk ke rumah elitnya, Darren pun menginjak pedal gas mobilnya dan kembali ke rumahnya.


💦


💦


💦


***Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. 🙏


Jang lupa vote ya ya ya 😍🤩***

__ADS_1


__ADS_2