Pupus

Pupus
Bab XXI


__ADS_3

***Assalamualaikum readers, jangan lupa tinggalkan jejak disini ya, mohon bantuannya untuk like, komentar, vote dan bintang 5 nya ya 😍


Terimakasih sebelumnya 🤩🙏


# happy reading***


Maira dan Darren bersalaman dengan Ana secara bergantian, dan meninggalkan cafe untuk kembali ke kota J.


Di dalam mobil, Maira mengatur posisi duduknya agar lebih nyaman dengan mengatur sandaran jok mobil.


" Ra, gimana dengan tawaran mama tadi?". Tanya Darren.


" Tawaran apa Ren?".


" Tawaran mama ngundang kamu ke rumah". Ucap Darren.


" Owh, boleh juga sih Ren". Jawab Maira santai.


" Kayaknya mama juga suka sama kamu Ra, buktinya ngundang kamu ke rumah".


" Ya syukur lah Ren, aku juga senang kenal sama mama kamu". Ucap Maira dengan berbinar.


Maira merasa lelah dan ingin memejamkan matanya, sementara Darren masih fokus dengan tugasnya menyetir.


" Ra, kamu mau makan dulu atau mau mampir kemana dulu gitu?". Tanya Darren tanpa memalingkan pandangannya.


Darren menyadari tak ada jawaban dari Maira, Darren memalingkan pandangannya. Dan benar saja, Maira sudah terlelap. Darren mengurangi laju mobilnya dan menepikan mobilnya. Maira menatap lekat-lekat gadis yang berasa di sebelahnya yang tengah terlelap. Darren mengambil jas toxido nya dan menyelimutkan di tubuh Maira.


" Makasih Ra, kamu sudah memberi warna di hidupku, dan makasih untuk hari ini". Batin Darren sambil menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantik Maira, dan kemudian Darren melanjutkan perjalanannya.


###


Darren menghentikan laju mobilnya tepat di depan gerbang hitam menjulang tinggi setelah tiga jam melakukan perjalanan.


" Maira, bangun Ra! kita udah sampai sayang". Ucap Darren sambil mengusap pipi Maira yang masih terlelap.


" Hm". Maira mengliyat sambil mengumpulkan kesadarannya dan mengatur pandangannya.


" Maira, makasih untuk hari ini. Maaf sudah membuatmu lelah sayang". Ucap Darren tanpa menghentikan aktifitasnya mengusap pipi Maira.


" Darren, aku suka nglakuin apa pun itu asal sama kamu". Jawab Maira sambil mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


" Kamu masuk gih, istirahat". Perintah Darren


" Kamu juga langsung pulang ya, istirahat juga. Besok jemput aku kan?".


" Tentu lah Ra, besok aku jemput kamu".


" Ya sudah aku masuk dulu, kamu plg ya, hati-hati di jalan". Ucap Maira sambil mencium bibir Darren sekilas dan kemudian Maira membuka pintu mobil, namun langsung di tarik Darren.


" Kamu nakal Ra". Ucap Darren yang kemudian membalas mencium bibir Maira sekilas.


" Ah Darren !!! ". Teriak Maira sambil memukul lengan Darren dan kemudian langsung keluar dari mobil. Darren melihat tingkah gadisnya hanya membalas dengan senyuman yang mengembang.


Darren meninggalkan kediaman Maira dengan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup cepat sambil bersenandung menirukan lagu yang berasal dari radio di mobilnya. Seakan dia begitu merasa bahagia.


💜💜


Maira menaiki anak tangga menuju kamarnya untuk bersih diri dan berganti pakaian. Setelah semua ritual malamnya selesai, Maira merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya yang menurutnya tempat yang paling nyaman.


Maira mengingat setiap kejadian yang ia lalui dengan Darren, mulai mereka saling mengenal hingga akhirnya mereka memutuskan untuk bersama menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih, Maira juga masih terngiang dengan kejadian yang baru saja ia lalui, yakni mencium bibir Darren.


Ciuman ringan namun mampu membuat dirinya meremang ketika mengingatnya. Sesekali Maira menyentuh bibirnya dan mengembangkan senyumnya. Maira sangat bahagia hingga ia enggan memejamkan matanya.


Darren benar-benar membuat Maira jatuh hati padanya, Darren yang begitu manis membuatnya merasa melambung tinggi karena rasa bahagianya.


##


Darren sampai di kediamannya dan langsung memarkirkan mobil sport merahnya ke dalam garasi rumahnya. Darren masuk rumah dengan di iringi siulan dari mulutnya, dia nampak bahagi, hingga tak mengetahui keberadaan Ana yang duduk dengan santainya di ruang santai.


" Kamu habis menang lotre Ren? Masuk rumah dengan senyum-senyum, bersiul ria, kayaknya lagi senang sekali". Tanya Ana yang menghentikan langkah kaki Darren.


" Eh mama, udah dari tadi mama sampai?". Tanya Darren mengalihkan pembicaraan, sambil duduk di sebelah Ana.


" Iya Ren, ya setengah jam yang lalu lah. Kamu lagi happy?". Tanya Ana mengulang pertanyaannya.


" Ah mama, biasa aja kok ma".


" Maira banyak merubah kamu kayaknya, dari Darren yang cuek, hingga sekarang menjadi cowok keren yang gampang sekali senyumnya mengembang". Ucap Ana.


" Mama bener. Dia sering bikin gila ma, bikin Darren senyum-senyum gak jelas". Jawab Darren sambil mengingat sosok Maira.


" Mama tau itu Darren, dia juga kayaknya anak baik-baik. Mama akan senang jika itu memang baik dan bisa buat kamu seneng Dareen". Ucap Ana.

__ADS_1


" Makasih ya ma, mama selalu yang terbaik". Ucap Darren sambil memeluk Ana dengan erat.


" Gimana dengan tawaran mama tadi Ren?". Tanya Ana.


" Tawaran apa ma?". Tanya Darren binggung.


" Itu lho, mengenai Maira, dia mau kan Minggu depan ini main kesini?, mama ingin mengenal dia lebih dekat lagi Ren". Ucap Ana.


" Owh yang itu ma, tadi sih Maira mau aja kok ma kesini". Jawab Darren santai.


" Wah seneng mama dengernya".


" Kayaknya mama buru-buru pengen punya menantu ya?". Goda Darren.


" Ihh kamu apaan sih, mama cuma pengen punya teman ngobrol Ren, sejak papa kamu meninggal mama kan sering ngrasa kesepian, kamu selalu sibuk dengan urusan kamu, sikap cuek kamu yang kadang bikin mama gerah, dan kadang mama males yang mau ngobrol sama kamu". Jelas Ana.


" Yah mama kok gitu. Darren cuek tapi masih peduli lho sama mama". Ucap Darren membela diri dan melepas pelukannya kepada Ana.


" Ya pokoknya Minggu depan kamu ajak Maira kesini". Pinta Ana.


" Iya mama sayang.Calon menantu 1 saja cukup kan ma?". Goda Darren.


" Ih Darren kamu kayak laku aja mau bawa banyak". Jawab Ana malas, yang hanya di balas cengiran kuda oleh Darren.


" Kamu istirahat gih, besok kamu kan harus kuliah dan pasti harus jemput Maira juga kan?". Tanya Ana yang di balas anggukan oleh Darren.


" Semoga apa yang pernah mama rasain dulu, tak pernah kau rasakan Darren". Batin Ana sambil terus menatap punggung Darren yang semakin menjauh.


Darren menaiki anak tangga menuju ke kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur kingsize nya, namun matanya enggan untuk terpejam, hatinya begitu bahagia, seakan terdapat di taman bunga yang sedang bersemi. Darren sesekali mengembangkan senyumnya seraya menyentuh ujung bibirnya.


" kau bener-bener nakal Ra, kau selalu buat aku gila". Batin Darren dengan masih mengembangkan senyumannya yang enggan untuk runtuh.


" kamu udah tidur belum ya Ra, aku rindu kamu walaupun masih beberapa jam tanpa kamu. Kalau kamu udah tidur, mimpi indah ya Ra". Batin Darren berkicau, dan tentu semua tentang Maira.


Darren yang dulu terkenal dengan sikap cuek tak peduli, selalu mati-matian menjaga imagenya, gak peduli dengan perempuan-perempuan yang berusaha mendekatinya, namun dengan kehadiran Maira, lebih-lebih hadir di hidupnya membuat hidup Darren benar-benar berubah 180°.


Darren yang sekarang lebih ramah, sering mengembangkan senyumnya, menjdi pribadi yang lebih hangat bagi lingkungannya, terutama orang yang dekat dengannya, dan yang lebih penting, Darren sekarang terkena virus Bucin, dan semua itu tak lain karena Maira, gadis yang belum lama dan belum lama menjadi kekasihnya.


💦


💦

__ADS_1


💦


Jangan lupa like, komentar dan vote ya ya ya 😍🤩


__ADS_2