Pupus

Pupus
Bab XXVI


__ADS_3

Darren beranjak keluar dari cafe yang diikuti Maira di belakangnya. Mereka menuju parkiran, dan mereka meninggalkan cafe.


Sesampainya di kediaman Siregar, Maira segera turun dari mobil yang diikuti oleh Darren.


" Darren, mau masuk dulu?". Tanya Maira.


" Gak usah Ra, aku langsung aja ya. Kamu pasti sibuk di rumah". Jawab Darren Santi.


" Gak juga kok, kan ada bi Inah yang bantuin. Ya sudah kamu pulang gih".


" Oke Ra, ntar kalau kamu butuh apa-apa kamu bilang ya, siapa tau aku bisa bantu".


" Siap bos". Ucap Maira sambil mengangkat tangannya memberi hormat.


Darren hanya tersenyum melihat tingkah gadisnya dan kemudian masuk ke mobil untuk melajukan mobilnya.


Darren enggan untuk kembali ke rumah, dia memutuskan untuk kembali ke cafe. Tidak butuh waktu lama, cukup tiga puluh menit Darren sampai ke cafe. Darren hanya ingin bersantai di meja pelanggan yang berada tepat menghadap jendela dan di temani secangkir cappucino panas di depannya.


Darren merogoh benda pipih berlayar sentuh di saku celananya, ia bermaksud untuk menghubungi Romi memintanya untuk datang ke cafe untuk menemaninya.


Setelah Darren menghubungi Romi, dan Romi bersedia datang, Darren kembali meletakkan phonselnya di atas meja.


Setelah menunggu tiga puluh menit, Romi sampai di cafe dan langsung menarik kursi yang berada di depan Darren untuk ia duduki.

__ADS_1


" Pelayan". Panggil Romi ada salah satu pelayan dengan melambaikan tangannya.


" Ingin pesan apa tuan". Ucap pelayan tersebut.


" Creamy latte 1 ya". Ucap Romi pada pelayan.


" Baik, tunggu sebentar tuan". Jawab pelayan itu lalu meninggalkan meja Romi dan Darren.


" Lo kenapa?". Tanya Romi heran.


" Apanya kenapa?".


" Ya ngapain Lo minta gue kesini". Jelas Romi geram.


" Gak papa, gue pengen Lo nemenin gue aja disini". Jawab Darren santai.


" Gila Lo! ". Jawab Darren sinis.


" Hubungan Lo sama Maira baik-baik aja kan?". Tanya Romi penasaran.


" Baik kok. Eh gue jadi inget. Rom, bulan depan, ya... tepatnya dua Minggu lagi Maira ulang tahun, gue udah siapin kado buat dia, menurut Lo gimana kalau gue sekalian lamar dia ya Rom". Tanya Darren meminta pendat.


" Emang Lo udah yakin sama dia? Terus Maira udah pasti mau di lamar Lo?". Tanya Romi memastikan.

__ADS_1


" Kalau gue sih yakin. Tapi dia pasti mau lah, kan dia juga cinta gue". Ucap Darren.


" lebih baik Lo ngomong dl deh sama mama Lo," jelas Romi, dan Darren hanya mengangguk tanda mengerti.


Darren mencerna ucapan Romi yang terkesan serius, dalam benaknya ucapan Romi ada benarnya,seharusnya ia berunding dengan mamanya bukan dengan Romi.


" Lo sama Angel giaman?" tanya Darren yang berhasil membuat Romi kesedak.


" Baik-baik aja," jawabnya singkat.


" Kapan jadian?" tanya Darren.


" Sumpah Lo kepo banget." sinisnya.


" Gue cuma mastiin, gue udah punya niatan nglamar Maira, masa Lo masih ngejomblo." jelas Darren.


" Tunggu aja tanggal mainnya," ucap Romi sinis


Melihat tingkah sahabatnya ia hanya tertawa kecil, seakan niatnya untuk menggoda Romi berhasil membuatnya naik pitam.


" Gue balik dulu ya," ucap Darren yang kemudian beranjak dari duduknya.


" Kampr*t Lo, gue kesini Lo yang nyuruh, sekarang gue Lo tinggalin." teriak Romi.

__ADS_1


" Lo pulang aja juga, gak usah bayar deh," ucap Darren yang terus melangkahkan kakinya tanpa menoleh ke arah Romi.


Romi yang sedikit merasa geram dengan sahabatnya, akhirnya mengikuti Darren untuk meninggalkan cafe.


__ADS_2