Pupus

Pupus
Bab XX


__ADS_3

***Assalamualaikum readers. Tinggalkan jejak disini ya, jangan lupa like, komentar, vote dan bintang 5 nya ya. Makasih sebelumnya 🙏🙏


# Happy reading***


Sinar pagi yang memberi kehangatan bagi seluruh makhluk di bumi. Cahayanya mampu menembus di setiap celah ruang, tanpa terkecuali ruang kamar berukuran luas dengan penghuni yang masih nyaman di atas tempat tidurnya.


Alarm menunjukkan pukul 7am, Maira meraih jam alarm untuk mematikannya, dengan mata yang belum terbuka sempurna.


Maira bergeliat dan masih berusaha mengumpulkan kesadarannya.


Hari ini Maira sudah berjanji dengan Darren untuk ikut ke acara Grand opening cafe, pembukaan cabang cafe milik Darren di kota Z. Maira beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Cukup waktu dua puluh menit Maira sudah kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian. Maira menggunakan dress selutut, dengan rambut yang tergerai di lengkapi jepit rambut mutiara yang di selipkan di rambut sisi sebelah kanan kepalanya. Tak lupa Maira mempoles wajahnya dengan sedikit make-up, supaya tampak tak pucat. Maira sudah siap lengkap dengan sepatu heels yang tak terlalu tinggi, yang membuat Maira tampak cantik dan anggun.


Tok.. Tok...


" Masuk!". Suara Maira dari kamarnya, yang masih merapikan riasannya.


" Wah anak papa mau pergi kemana, masih pagi sudah cantik?". Tanya Fatih dengan lembut.


" Pergi pa sama Darren, ada acara pembukaan cabang baru di cafe milik keluarga Darren.


" Woooowww.. Keren juga dia Ra, dia juga kelihatan anak yang baik". Puji Fatih yang di balas senyuman oleh Maira.


" Permisi tuan, non. Non Maira ada aden di bawah". Ucap bi Inah yang tiba-tiba datang di depan pintu Maira.


" Iya bi, mksh ya". Jawab Maira tanpa memalingkan pandangannya di meja riasnya.


" Kayaknya Darren sudah datang Ra, kamu gak sarapan dulu?". Tanya Fatih.


" Udah gak usah pa, Maira berangkat ya". Pamit Maira sambil mencium pundak tangan Fatih.


" Semoga dia memang yang terbaik buat kamu Ra, papa senang kalau kamu senang". Batin Fatih sambil mengukir senyum di bibirnya.


Maira menuruni anak tangga dan langsung menuju ruang tamu, yang sudah ada Darren yang menunggunya sambil memainkan phonselnya.


" Mau berangkat sekarang?". Tanya Maira dan langsung mendapatkan anggukan dari Darren.


Darren melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kota Z dengan Maira yang duduk disebelahnya. Sesekali mereka saling melempar pandangan. Maira sangat terpesona dengan penampilan pujaan hatinya hari ini, Darren menggunakan setelan toxido yang menurutnya begitu menampilkan kewibawaan seorang Darren. Maira seolah enggan mengalihkan pandangannya dari sosok yang kini duduk di sebelahnya, Maira pun tanpa sengaja mengukir senyum tipis namun tetap nampak.


" Ada yang salah dengan penampilanku?". Tanya Darren yang membubarkan lamunan Maira.


" Eng...engak! cocok malah". Jawab Maira dengan terbatah yang kemudian di akhiri dengan senyum mengembangnya.


" I love you Ra". Ucap Darren sambil mencium pundak tangan Maira.


" Ren yang Dateng ke acara siapa saja?". Tanya Maira


" Ada mama, temen-temen mama, aku juga undang Romi". Jelas Darren.


" Mama kamu juga?!". Tanya Maira sedikit gugup. Dan Darren hanya mengangguk.

__ADS_1


" Gak papa Ra, sekalian kenalan sama mama". Ucap Darren sambil menggenggam tangan Maira, seakan Darren mengerti akan kegugupan wanitanya. Maira hanya mengangguk mendengar jawaban Darren.


Setelah tiga jam melakukan perjalanan ke kota Z, Maira dan Darren tiba di parkiran cafe. Mereka langsung masuk ke dalam cafe untuk memastikan tak ada yang kurang untu acara pembukaannya.


" Ren, mama kamu belum dateng?". Tanya Maira.


" Kayaknya bentar lagi Ra". Jawab Darren sambil terus mengecek kerja karyawannya.


" Owh". Jawab Maira singkat sambil menundukkan kepalanya.


" Heeeeyyy... Kamu kenap?". Tanya Darren sambil memegangi kedua tangan Maira yang terasa dingin.


" Aku gugup Ren, aku takut mam kamu gak suka sama aku". Ucap Maira sambil terus menundukkan kepalanya.


" Ra, mam aku baik kok. Kamu juga baik, aku yakin mama juga akan suka sama kamu". Ucap Darren berusaha menenangkan.


" Semoga saja". Jawab Maira pasrah.


" Senyum donk!.l". Pinta Darren, dan hanya di balas senyum tipis oleh Maira.


Di depan cafe, terdapat mobil mewah berwana silver yang terparkir, dari tempat penumpang mobil tersebut turun lah seorang perempuan paruh baya yang masih terlihat sangat cantik dengan penampilan yang sangat elit masuk ke dalam cafe dan ikut mengecek kinerja karyawannya.


Darren yang lebih dulu melihat Ana sudah datang, dia ingin menghampirinya karena ada sesuatu yang ingin di bahasanya. Darren meninggalkan Meira tanpa sepengetahuan Maira.


Setelah Darren menyelesaikan obrolannya dengan Ana, Darren kembali mendekati Maira yang duduk di salah satueja tamu. Darren bermaksud mengajak Maira untuk berkenalan dengan Ana.


" Ren, gue gugup". Maira menautkan kedua tangannya yang semakin terasa dingin.


" Gak papa Ra, kan ada aku". Ucap Darren yang lagi-lagi hanya di balas anggukan oleh Maira.


Mereka berjalan menuju ruang yang di khususkan untuk para tamu VIP, Ana yang duduk disalah satu meja di ruangan itu tengah sibuk dengan phonselnya.


" Ma". Panggil Darren, dan Ana kemudian meletakkan phonselnya dan menatap ke arah Darren dan Maira.


" Wah, siapa ini Ren? cantik sekali". Sapa Ana dengan sangat hangat.


" Maira Tante". Jawab Maira dengan mengulurkan tangannya dan langsung ia cium pundak tangannya.


" Ren, ini calon menantu mama?". Bisik Ana pada telinga Darren.


Sontak membuat wajah Darren merah tiba-tiba.


" Sini Ra, kita ngobrol-ngobrol disini sambil nunggu tamu undangan dateng". Ajak Ana yang kemudian Maira duduk di sebelah kursi Darren.


" Kamu teman kuliah Darren?". Tanaya Ana.


" Saya junior nya Darren Tante". Jawab Maira sopan.


" Anak sahabat Tante ada juga yang kualiah di kampus Medika, tapi Tante juga lupa gak tanya namanya, kapan-kapan Tante tanyain deh siapa namanya, dan angkatan tahun berapa, siapa tau kalian juga kenal". Ucap Ana yang hanya di balas anggukan oleh Darren dan Maira.

__ADS_1


" Ra, kamu gk pesen sesuatu gitu?". Tanya Darren.


" Udah pesen aja Ra, mumpung lagi pembukaan, kalau udah buka beneran bayar lho Ra". Ucap Ana yang lebih mengarah pada candaan.


" Ih mama mah, kalo Maira nikah sama Darren ya gak tetep gak bakal bayar ma, hehheeh". Ucap Darren menimpali.


" Kamu mah". jawab Ana sambil memukul pada bahu Darren.


" Udah ah, mama mau menyambut tamu dulu. Itu pada dateng, ayo kalian juga". Ajak Ana yang di balas anggukkan oleh Maira dan Darren.


Maira dan Darren menyambut tamu dari pintu utama, dan Ana menyambut tamu yang akan masuk ke ruang VIP, karena ruang itu di khususkan untuk rekan kerja keluarga Darren.


Tiba-tiba pandangan Maira tertuju pada mobil hitam yang terparkir dan menampakkan sosok yang Maira kenal yang baru saja keluar dari mobil tersebut.


" Kamu liat apa Ra?". Tanya Darren dan sambil mengikuti pandangan Maira.


" Ren itu Romi sama Angel lagi?". Maira menunjuk sosok yang sedari tadi menjadi pusat fokus Maira.


" Owh, Iya itu mereka dateng bareng lagi". Ucap Darren santai.


" Apa mereka punya hubungan khusus Ren?". Tanya Maira antusias. Namun Darren hanya mengangkatkan kedua bahunya.


" Ayo masuk Ra, acara mau di mulai". Ajak Darren.


Acara pembukaan cafe Darren dimulai, berbagai acara telah di lalui, hingga tiba acara ramah tamah antara pemilik cafe dan para tamu undangan. Acara begitu meriah, antusias tamu pun juga membuat acara semakin meriah, hingga saatnya para tamu satu persatu meninggalkan cafe.


" Ren, gue pulang dulu ya". Pamit Romi dan Angel yang berada di belakangnya.


" Makasih bro, udah dateng. Angel makasih juga ya". Jawab Darren sambil melepaskan senyumannya.


Romi dan Angel bersalaman dengan Maira dan Darren secara bergantian dan merlalu meninggalkann cafe.


" Kita pulang juga yuk Ren, keburu malem". Ajak Maira pada Darren.


" Yuk Ra, pamit mama dulu ya". Ucap Darren.


Mereka berjalan menuju tempat Ana berada.


" Ma, Darren nganter Maira dulu ya". Pamit Darren pada Ana.


" Anak cantik, Minggu depan kamu harus main ke rumah Tante". Ucap Ana ramah pada Maira.


" Baik Tante, Minggu depan Maira main ke rumah Tante". Jawab Maira dengan sopan dan di bumbui senyuman manisnya.


" Ya sudah, anterin dulu Ren, mama juga mau pulang, ntar kamu juga langsung pulang ya". Titah Ana, dan Darren hanya mengangguk tanda mengerti.


Maira dan Darren bersalaman dengan Ana secara bergantian, dan meninggalkan cafe untuk kembali ke kota J.


Jangan lupa vote ya ya ya 😍🙏

__ADS_1


__ADS_2