Pupus

Pupus
Bab XXIX


__ADS_3

Sudah seminggu Maira tidak berangkat ke kampus, ia masih menyelam dalam kesedihannya, ia mencerna baik-baik ucapan Fatih supaya dapat mengambil keputusan yang terbaik. Hari ini Maira meutuskan untuk pergi ke kampus, dengan sekuat tenaganya ia menutupi kepiluannya. Maira berangkat di antar oleh supir pribadinya, kembali seperti semula, sama seperti sebelum ia bertemu dengan Darren. Maira tak bersuara selama di perjalanan, ia hanya menatap hampa ke arah luar mobil, tak jarang supir pribadinya mengamatinya di kaca dalam mobil menatap heran pada nona mudanya, namun pengempunya sama sekali tak peduli.


Tak lama Maira sampai di parkiran kampusnya, ia keluar dari mobilnya dengan langkah gontai menuju kelasnya.


"Maira," sapa Billa lembut yang berhasil mensejajarkan langkahnya. Maira hanya tersenyum tipis.


"Lo gak papa Ra? seminggu Lo gak ngampus," tanya Billa penuh kehati-hatian, melihat sahabatnya yang masih lerlihat hampa.


"Gue gak papa Bill," singkat Maira.


Sesampai di kelas mereka duduk bersebelahan, tak ada pembicaraan lagi di antara keduanya, Billa juga merasa canggung dengan sahabatnya yang masih terlihat murung. Perkuliahan berlangsung, namun Maira tak dapat berkonsentrasi, pandangannya ke depan namun dengan tatapan kosong.


Sementara di tempat lain, Darren menuruni anak tangga bersiap untuk berangkat ke kampus, ia menyalami Ana yang sibuk menata sarapannya.


"Kamu gak sarapan dulu?" tanya Ana.


"Gak," sinisnya, sambil berjalan meninggalkan Ana, Darren masih merasa kesal dengan Ana, karena Ana tak pernah memberikan alasan melarang hubungannya dengan Maira secara sepihak dan tiba-tiba.


"Jangan pernah temui perempuan itu! Dan segera pulang, mama akan jodohin kamu dengan anak teman mama, kita akan kerumahnya." ucap Ana tak kalah sinis, dan membuat langkah Darren terhenti sesaat. Namun ia melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan ucapan Ana.


Darren melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, berharap beban pikirannya dapat tersapu oleh angin.


kamu kemana Ra, gimana kabar kamu?


aku kangen sama kamu, aku hampa tanpa kamu.


Kesedihan menyelimuti hatinya yang terasa begitu hancur, tanpa ia sadari air matanya mendarat sempurna.


Pikirannya kalut, setiap berangkat ke kampus, ia menaruh harapan besar bisa bertemu dengan Maira untuk menyerahkan kalung yang belum sempat ia berikan, dan sekarang menjadi penghuni tasnya.

__ADS_1


Tak lama Darren sampai di parkiran, tanpa pedulikan penghuni kampusnya yang memperhatikannya. Darren langsung masuk ke dalam kelasnya, ia langsung duduk tepat disamping Romi.


"Wajah Lo masih gitu aja," ucap Romi sambil memutar posisi duduknya menghadap Darren. Darren enggan menanggapi ucapan sahabatnya itu.


"Gue tadi gak sengaja liat Maira, masuk kek kelasnya sama Billa." ucapan Romi mampu membuat Darren melebarkan matanya dan sontak berdiri dari duduknya, namun Romi berhsil menahan lengan Darren.


"Lo mau kemana?" tanya Romi.


"Ke kelas Maira lah, gue udah lama nungguin dia," sinis Darren.


"Lo tenang dulu napa? Jangan buru-buru," ucap Romi.


"Kalo di pergi lagi gimana?" protes Darren


"Lo gila, dia lagi ada dosen. Bentar lagi dosen kita masuk. Kita kirim wa ke Billa aja buat nahan Maira," ucap Romi memberi saran.


Darren akhirnya menurut ucapan Romi, ia kembali duduk di kursinya, walau pikirannya berkecambuk tak tenang. Namun ia berusaha menutupinya.


Setelah kelas selesai, Maira dan Billa keluar kelas, dan nampak Darren dan Romi yang membuat Maira terkejut. Maira berusaha menghindari Darren dengan tanpa memperdulikan Darren.


"Maira tunggu!" ucap Darren.


Seraya mengerti suasana yang tak begitu nyaman, Romi dan Billa memutuskan untuk meninggalkan Maira dan Darren berdua, supaya mereka lebih leluasa untuk menjelaskan hubungan mereka.


"Cukup Darren! kamu gak usah muncul di hadapan aku lagi, aku mohon," ucap Maira dengan suara yang bergetar tanpa memandang arah lawan bicaranya.


"Kenapa kamu menghindar Ra? Apa karena ucapan mama?" tanya Darren menuntut penjelasan.


"Aku gak ngerti maksud mama melarang aku berhubungan lagi denganmu, aku juga gak tau sebabnya apa, asal kamu tahu Ra, aku cinta sama kamu, waktu ulang tahun kamu, aku ingin melamarmu, dan mama menyetujuinya, namun entah kenapa setelah bertemu papa kamu, mama jadi seperti itu. Kalo kamu menghindari ku karena ucapan mama, aku minta maaf atas nama mama Ra," jelas Darren.

__ADS_1


"Aku juga cinta sama kamu Darren, tapi kita gak bisa seperti dulu lagi, mama kamu sudah gak suka sama aku," ucap Maira dan berhasil meneterskan air mata lebih deras.


"Semua pasti ada penjelasan yang rinci Ra, semua pasti ada alasannya," ucap Darren berusaha membujuk Maira.


"Kamu coba tanya mama kamu Darren, aku gak mau hubungan kamu menjdi buruk dengan mama kamu gara-gara aku," ucap Maira lesu.


"Aku harus pergi Darren, tolong jangan ganggu aku lagi," imbuhnya.


"Aku akan cari kejelasannya Ra, aku akan terus perjuangin kamu, dan ini buat kamu, maaf aku telat ngasihnya," ucap Darren sambil memberikan kotak warna biru kepada Maira, dan kemudian ia meninggalkan Maira terlebih dulu.


Maira menatap punggung orang yang ia cintai dengan tatapan hampa, hatinya sakit. Maira ingin lari untuk mengejarnya, namun apalah daya langkahnya kaku ketika mengingat penjelasan Fatih, ia hanya menangisi nasibnya sambil bersimpuh di lorong kampus, untung saja kampus sudah mulai sepi, hingga Maira dapat melampiaskan perasaannya.


Di ujung lorong, Billa hanya menatap sahabatnya yang begitu terpukul, ia ragu ketika ingin mendekat, namun hatinya terasa ikut merasakan apa yang Maira rasakan, Billa berlari untuk menghampiri Maira dan memeluknya dengan erat, membiarkan sahabatnya menumpahkan seluruh tangisannya di pelukkannya, air mata Billa pun ikut lolos dan membasahi hijab warna merah jambu yang ia kenakan.


"Sabar Ra, Lo kuat," ucap Billa sambil mengelus punggung Maira berusaha menengkan. Maira hanya terus menangis, ia tak dapat mengontrol tangisannya yang semakin lama semakin menjadi-jadi.


🍁


🍁


🍁


**Jangan lupa like, vote dan komentar yang banyak, kasih ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ juga ya..


mampir juga di ceritaku yang lainnya


🔖 Hijab pertama Na


🔖 The Pellows

__ADS_1


Follow juga akun ig author @rinayuna73, kita meet up disana juga ya 💜**


__ADS_2