
***Assalamualaikum readers, tinggalkan jejak disini ya, mohon bantuan like, komentar dan vote, bintang 5 juga ya 🤭🤭
Terimakasih sebelumnya 🙏😍
# happyreading***
" Gimana Ra, Lo mau jadi cewek yang terus sama-sama gue?". Tanya Darren menegaskan dan masih setia berlutut di hadapan Maira menunggu jawaban dari gadis yang berada di hadapannya.
Maira menatap lekat-lekat pria yang sedang berada di hadapannya, memang hanya keseriusan yang tergambar dalam sorot matanya.
" Ra cepetan donk, sakit nih lutut gue". Gerutu Darren.
" Katanya cinta, baru gitu aja udah ngeluh". Jawab Maira dengan memajukan bibirnya beberapa centi.
" Lo lama!! ini ambil bunganya". Ucap Darren sambil berdiri kemudian duduk di sebelah Maira.
" Tapi kan gue belum jawab apa-apa Ren". Ucap Maira bingung, sehingga dia mengerutkan keningnya.
" Oh iya, gue lupa". Jawab Darren dengan menepuk keningnya.
" Oke, gue lutut lagi". Darren memelas dan ingin memposisikan dirinya untuk berlutut lagi. Namun dengan sigap Maira menarik lengan Darren dan mendudukkan Darren ke tempat semula.
" Udah gak usah berlutut gitu, ntra kalo lutut Lo lecet gue juga yang susah, gue harus ngobatin Lo". Tutur Maira yang sedikit menggoda.
"Jadi?". Tanya Darren untuk memastikan kembali.
" Jadi apa?, ya udah gue trimakasih sama bunganya". Jawab Maira sambil terkekeh.
" Memang ya, Lo gak bisa di ajak ngomong serius". Jawab Darren sambil memandang arah lain.
" hahahaha, tp yang penting kan gue serius sama Lo Darren". Jawab Maira meyakinkan.
Mendengar jawaban Maira, membuat Darren tercengan.
"Lo serius Ra?". Tanya Darren untuk memastikan, yang hanya di balas senyum mengembang dan anggukan ringan
" Makasih, makasih banget Ra". Ucap Darren sambil menarik lengan Maira dan mendekapkan Maira di dada bidangnya dengan erat.
" Darren gue gak bisa nafas". Maira berusaha melepas pelukan Darren.
" Maaf Ra gue terlalu senang hari ini".
" Baru beberapa detik kita jadian, Lo bisa dah mau bunuh gue". Gerutu Maira.
" Hahahahah maaf sayang". Ucap Darren ketawanya yang pecah.
" Sayang??". Tanya Maira memastikan pendengarannya.
" Kenapa Ra?". Tanya Darren dengan sedikit heran.
" Gue cuma merasa bahagia aja dengan panggilan itu?". jawab Maira sambil memperlihatkan deretan giginya yang putih.
" Darren kita pulang yuk, keburu gelap". Ajak Maira yang di balas anggukan oleh Darren.
Maira dan Darren meninggalkan Taman bunga dengan laju mobil dengan kecepatan sedang. Sepanjang perjalanan tangan kiri Darren tak melepaskan genggamannya di tangan Maira, sesekali mereka saling pandang dan melempar senyuman. Hari itu begitu indah untuk dua insan yang di mabukkan oleh cinta mereka.
Laju mobil Darren menepi di depan pagar hitam yang menjulang tinggi, Darren segera turun dari mobil untuk membukakan pintu untuk Maira.
" Gue bisa buka sendir Darren ". Ucap Maira sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
" Gue suka nglakuinnya Ra ". Jawab Darren yang hanya di balas senyuman oleh Maira.
" Ra mulai sekarang gak pakai gue-Lo lagi ya". Pinta Darren dan lagi-lagi hanya di balas anggukan oleh Maira.
" Ren makasih ya udah anter pulang".
" Cium gak boleh?". Goda Darren sambil menyodorkan pipi kirinya di hadapan Maira.
" Ihh Darren apaan coba". Gerutu Maira sambil memukul pipi Darren.
" Hahahaha, aku pulang dulu ya". Pamit Darren dan segera melajukan mobil sport merah miliknya.
Maira melangkahkan kakinya untuk segera masuk di dalam rumahnya, Maira begitu bahagia sehingga tak memperhatikan jika ada sosok yang sedang duduk di sofa.
"Ehm.. Pulang sama siapa Ra?". Suara Fatih uang tiba-tiba menghentikan langkah riang Maira.
" Papa! mulai kapan papa disitu?". Tanya Maira dengan wajah yang sedikit pucat karena terkejut.
" Ya mulai sebelum kamu masuk lah Ra. Papa dari tadi duduk di sofa tapi kamu masuk nylonong aja". Jelas Fatih.
"Maaf pa, Maira gak fokus, hehehehe". Jawab Maira dengan di akhiri seringai senyum indahnya.
" Jadi siapa yang mengantar kamu, dan sampai membukakan pintu mobil buat kamu?. Selidik Fatih kepada putri semata wayangnya.
" Ih papa kepo". Jawab Maira sinis.
" Itu teman Maira papa. Udah ah Maira mau ke kamar dulu ya pa". Jawab Maira dan mencium pipi Fatih sebelum berlalu. Fatih pun hanya tersenyum dan menggeleng ringan melihat tingkah putrinya.
Maira menaiki anak tangga untuk kembali ke kamar ternyamannya.
Maira merasa bahagia hari ini, kejadian yang tak pernah ia duga namun sangat menyenangkan baginya.
###
Darren merebahkan tubuhnya di kasur kingsize nya. Tak beda dengan Maira, Darren pun sering menyunggingkan senyum ketika mengingat kejadian di hari itu bersama Maira.
" Gue bener-bener upgrade wajah dan sikap gue karena Lo Ra". Batin Darren sehingga tanpa di sengaja membuat bibirnya melengkung membentuk senyuman.
Darren mengambil phonselnya untuk mengetik pesan untuk gadis yang beberapa jam yang lalu resmi menjadi kekasihnya.
Me
Kamu sudah tidur Ra?
Tak butuh lama Darren menunggu balasan dari pujaan hatinya itu.
Maira
Belum Ren, kenapa?
Me
Besok pagi ke kampus jam berapa?
aku jemput ya
Maira
Oke, aku ke kampus jam 9am.
__ADS_1
Membaca pesan dari Maira, kalau Maira setuju berangkat ke kampus bersamanya, membuat Darren tambah bersemangat hingga tak sabar hari berganti.
Me
Oke. Ya sudah kamu istirhat ya, besok aku jemput. Good Night sayang, Love you.
Maira
Kamu juga ya. Sampai ketemu besok. Love you too.
Darren menutupi wajahnya dengan bantal, hingga ia terlelap dan mengukir mimpi dengan indah, dan mungkin juga dengan Maira.
💜💜💜💜💜
Deeert...Derrt..
Bunyi notifikasi menunjukkan ada pesan yang masuk di phonsel Maira. Dengan sigap Maira meraih benda pipih itu yang tepat berada di atas nakas dekat kasur Maira. Dengan segera Maira membuka pengaman phonselnya.
Darren
Kamu sudah tidur Ra?
Maira begitu senang mmebaca pesan yang masuk di phonselnya, karena itu pesan dari seseorang yang kini mengisi hatinya. Tak butuh waktu lama Maira untuk membalas pesan dari Darren.
Me
Belum Ren, kenapa?
Darren
Besok pagi ke kampus jam berapa?
aku jemput ya.
Maira membaca tawaran Darren ia pun menutup mulutnya dengan satu tangan, dia merasa sangat bahagia ketika Darren ingin berangkat bersama ke kampus.
Me
Oke, aku ke kampus jam 9am.
Darren
Oke. Ya sudah kamu istirhat ya, besok aku jemput. Good Night sayang, Love you.
Maira membaca pesan Darren begitu menambah kebahagiaannya sekarang, tak sekali Maira berguling-guling di kasurnya dengan senyum yang mengembang karena dia merasa begitu bahagia. Untung saja kamar Maira di buat kedap suara, sehingga walaupun Maira berteriak-teriak kegiatan gan tak akan terdengar dari luar kamar.
Maira kembali fokus dengan pesan Darren dan berniat untuk membalasnya.
Me
Kamu juga ya. Sampai ketemu besok. Love you too.
Maira berjingkrak mengekspresikan betapa bahagia dirinya.
"Kau benar-benar bikin gue gila Darren". Batin Maira sambil kembali membaringkan tubuhnya ke kasur ternyamannya.
Hingga ia pun tertidur dengan posisi yang masih tak beraturan.
Jangan lupa vote ya ya ya 😍😍
__ADS_1