
***Assalamualaikum readers. Tinggalkan jejak disini ya, mohon bantuannya like, vote, dan komentarnya ya readers. Terimakasih sebelumnya 😍🤩🙏
# happy reading***
Di dalam mobil, masih sama. Keheningan yang semakin hening, tak ada yang membuka pembicaraan, mereka bergulat dengan pikiran masing-masing, merasakan desiran-desiran yang ada pada diri mereka masing-masing. Mobil sport milik Darren berhenti tepat di depan pagar warna hitam yang menjulang tinggi.
" Gimana pertanyaan gue tadi Ra?". Ucap Darren membuyarkan keheningan dan sebelum Maira beranjak dari mobilnya.
" Harus aku jawab sekarang?". Tanya Maira.
" Gak, tanyakan dulu sama hatimu. Gue pamit ya". Pamit Darren yang kemudian melajukan mobil sport nya, yang di balas anggukan oleh Maira.
Maira melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah, dan menuju ke kamarnya. Maira duduk di meja riasnya, dia menatap wajahnya sambil menyunggingkan senyum bahagia setelah mengingat ucapan Darren.
" Gue jawab apa lagi ya sama Darren, kalau nyatanya gue suka dia bilang kalo dia suka sama gue". Gumam Maira sambil terus tersenyum.
" Apa gue kasih dia kesepatan ya?". Tambahnya.
Setelah membersihkan riasannya dan berganti pakaian, Maira ingin segera membaringkan tubuhnya, dan memainkan phonselnya, hingga ada notifikasi pesan masuk di phonsel Maira.
Derrt... derrt
Maira membuka pengaman phonselnya dan membuka pesan masuk
Darren
Gue udah di rumah, Lo istirahat ya. Good Night.
Maira membacanya dengan senyum yang berbinar. Dia merasa bahagia mendapat pesan dari Darren hingga senyumnya tak pernah surut. Maira pun memutuskan untuk membalasnya.
Me
Lo juga ya, Night Too.
Pesan pun terkirim, walau tak ada balasan lagi dari orang di sebrang sana.
Maira yang masih melayang-layang dengan perasaan bahagianya seakan tak ingin hari ini segera berakhir. Senyum tang tak henti-hentinya ia ukirkan, dan tak sesekali Maira berguling-guling di kasurnya.
Hingga malam pun semakin larut, Maira memutuskan untuk mengukir mimpi, dengan berharap bertemu Darren di mimpinya.
###
Mobil sport merah terparkir sempurna di garasi kediaman Sebastian. Darren menaiki anak tangga dengan perlahan, karena tidak ingin membangunkan mamanya.
Brukk
Pria itu melemparkan badannya dan mengeluarkan phonsel dari saku celana jeans panjang miliknya. Darren masuk ke grup chat dan mengetikkan pesan untuk seseorang.
Me
__ADS_1
Gue udah di rumah, Lo istirahat ya. Good Night.
Tak lupa Darren menyunggingkan senyuman manis ketika pesannya sudah terkirim.
Setelah persekian detik, ada balasan dari seseorang yang berada di sebrang sana.
Maira
Lo juga ya, Night Too.
Darren begitu senang ketika membaca balasan dari Maira, dia tak pernah menyangka kalau chat nya akan mendapatkan balasan.
Sama dengan Maira, pria itu belum menanggalkan senyum merekahnya ketika mengingat semua tentang gadis yang beberapa bulan ini mengisi pikirannya dan mungkin hatinya juga. Hingga Darren memejamkan matanya.
💜💜💜💜💜
Mentari pagi menyambut di semua makhluk di muka bumi, tak terkecuali gadis cantik berambut panjang Maira. Gadis itu bergeliat dan membuka matanya perlahan hingga suara ketukan pintu yang mengharuskan Maira segera bangkit dari kasurnya.
Tokk... tokk
Maira berjalan dengan gontai, dengan wajah bangun tidurnya menuju pintu kamarnya. Maira langsung menyambar dan memutar knop pintu hingga terbuka.
" Ada apa bi?". Tanya Maira dengan suara khas bangun tidur.
" Ada tamu yang nyariin Non". Jawab Bi Inah
" Siapa bi pagi-pagi kesini?". Tanya Maira dengan sedikit ketus.
" Suruh tunggu bentar ya bi". Jawab Maira dan di balas anggukan ringan oleh BI Inah sembari pergi.
Maira kembali menutup pintu kamarnya, dan langsung menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan bergosok gigi. Tak butuh waktu lama Maira bersiap-siap, dengan setelan baju santai, Maira menuruni anak tangga dengan perlahan. Dari ujung tangga Maira sudah dapat meliha Darren yang duduk di sofa ruang tamu.
" Gak kurang pagi Lo kesininya?". Tanya Maira sambil meletakkan pantatnya di ujung sofa.
" Pagi?? Udah jam 9 pagi Lo bilang pagi Ra?". Jawab Darren dengan wajah heran.
" hehehehehe, ngapan Lo kesini?". Tanya Maira lagi yang di bubuhi dengan cengiran kuda di awal kalimatnya.
" Jalan yuk". Ajak Darren.
" Kemana?". Tanya Maira
" Udah ikut aja, ntar Lo juga tau". Jawab Darren sambil menarik tangan Maira yang sudah berdiri terlebih dahulu.
" ehhhh gue belum ganti baju". Elak Maira
" Udah gitu aja, udah cantik". Jawab Darren yang membuat pipi Maira memerah.
Maira dan Darren disk bersebelahan di mobil sport merah milik Darren. Mobil itu pun melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan di hari Minggu yang cukup ramai.
__ADS_1
Hingga akhirnya mereka sampai pada suatu tempat yang indah, taman bunga yang berada di sebuah bukit. Maira segera turun dari mobil, dia merasa takjub dengan pemandangan yang begitu memanjakan mata. Taman bunga dengan bermacam-macam bunga warna-warni, dan terdapat kupu-kupu yang berterbangan, seolah menambah betapa indahnya ciptaan Tuhan ini.
" Lo suka??". Tanya Darren tiba-tiba.
" Banget, gue suka banget". Maira susah payah mengucapkannya.
Darren memandangi gadis yang datang bersamanya di sebuah kursi panjang yang terletak di pinggir taman bunga itu, dan tak terasa senyum manis kembali terukir di wajahnya. Maira yang sedari tadi berdiri menikmati pemandangan, kini ia telah duduk di sebelah Darren, dengan tanpa memalingkan pemandangannya.
" Lo dapet dari mana tempat ini?". Tanya Maira antusias.
" Gue sering kesini". Jawab Darren singkat.
" ck.. Gue gak nyangka, Lo yang terkenal dengan sikap cuek Lo, suka pergi ke taman bunga???". Goda Maira yang di akhiri senyum tipisnya.
Darren yang mendengar itu, sontak membulatkan matanya sempurna.
" Enak aja!!!". Jawab Darren ketus.
" Ya kirain Ren. Terus Lo kesini ngapain?
ahh.. gue tau, pasti sama cewek Lo kan ya, atau sama Angel?". Maira menanyakannya kembali.
" Lo cerewet juga ya ternyata". Jawab Darren dengan menatap lekat pada Maira. Maira tak mampu berkutik ketika jarak wajahnya hanya beberapa centi dengan wajah Darren.
Seketika Darren menarik kembali tubuhnya di posisi semula. Dan seketika itu juga Maira menghembuskan nafasnya pelan.
" Gue sering kesini nemenin mama gue, dan Lo orang yang pertama yang gue ajak kesini setelah mama gue". Jelas Dareen.
Darren beranjak dari kursinya dan mendekat ke taman bunga, Darren memetik setangkai bunga mawar merah. Maira yang melihat itu, merasa heran namun dia memutuskan diam saja, membiarkan apapun yang sedang di lakukan oleh Darren, hingga Darren mendekat pada Maira yang tiba-berlutut di hadapan Maira dengan menyodorkan selangkah mawar merah yang di bawanya.
Maira sangat terkejut melihat tingkah Darren.
" Lo mau ngapain Ren?". Tanya Maira heran.
" Mau nembak Lo lah!". Jawab Darren.
" Lo ngaco deh Ren". Ucap Maira masih tak percaya.
" Liat gue, memangnya aku terlihat bercanda Ra?, dari kemarin gue kan udah bilang kalo gue suka sama Lo". Jawab Darren meyakinkan.
Maira pun juga merasa tak ada dusta yang muncul di wajah Darren. Darren begitu mantab mengucapkannya.
" Gimana Ra, Lo mau jadi cewek yang terus sama-sama gue?". Tanya Darren menegaskan dan masih setia berlutut di hadapan Maira menunggu jawaban dari gadis yang berada di hadapannya.
💦
💦
💦
__ADS_1
Jangan lupa vote ya ya ya 😍😍🤩