
***Assalamualaikum readers, jangan lupa tinggalkan jejak ya, beri dukungan kepada author ya, kasih like, vote dan komentarnya serta bintang 5 ya 😍🤩🤩
# happy reading***
Waktu menunjukkan pukul 3pm, Darren dan Maira sampai di kediaman Maira.
" Ra ntar aku jemput jam 6pm ya".
" Oke sayang". Jawab Maira. Sambil membuka pintu mobil dan langsung masuk ke dalam gerbang rumahnya, mobil Darren pun melaju meninggalkan rumah berpagar hitam itu.
Maira masuk ke kediamannya yang langsung di sambut oleh papanya.
" Wah kayaknya sudah punya supir pribadi nih". Tegur Fatih yang sudah berada di ruang tamu.
" Temen pa". Jawab Maira sambil mencium pundak tangan Fatih.
" Temen kamu baik banget ya Ra, sering antar jemput kamu?". Goda Fatih sambil menunjukkan senyum yang mengembang.
" Papa mulai deh nyindirnya". Jawab Maira sedikit malas.
" Ajak ke rumah, kenalin sama papa".
" Kalo waktunya udah tepat pa, udah Maira mau istirahat dulu". Jawab Maira sambil berlalu meninggalkan Fatih.
" Oke papa tunggu Ra ". Jawab Fatih yang di akhiri dengan tawanya.
Maira melangkahkan kakinya menaiki anak tangga dan menuju ke kamarnya.
Karena masih ada waktu, Maira memutuskan untuk tidur terlebih dahulu.
##
" Hallo". Suara seseorang melalui sambungan telepon
" Hm.. ngapain Lo telepon gue". Jawab seseorang yang berada di sebrang sana.
" Ntar malam jam 7 gue jemput Lo ya, ikut gue". Ucap seorang pria itu.
Tut Tut Tut.
Sambungan telepon pun berakhir.
Jam menunjukkan pukul 6pm, Darren bersiap untuk menjemput Maira di rumahnya. Dengan setelan kemeja warna putih panjang yang di lipat hingga siku dan celana jeans panjang berwarna navi dengan sepatu snackers yang senada, lagi-lagi menampilkan pemandangan yang sangat sedap di pandang, dan membuat para kaum hawa enggan memalingkan tatapnnya . Darren menuruni anak tangga untuk berpamitan dengan Ana yang berada di ruang kerjanya.
Tokk..Tokk..
" Masuk !". Suara Ana di dalam ruangan..
Darren memutar kenop pintu hingga pintu terbuka sempurna.
" Ma Darren pamit mau ke cafe". Pamit Darren sambil mencium pundak tangan Ana.
" Mau ketemu sama siapa Ren, kok rapi banget?" Tanya Ana
" Pacar ma". Jawab Darren santai sambil berlalu meninggalkan Ana.
"pacar?? masa sih, sejak kapan?". Batin Ana heran sambil memandangi punggung Darren yang semakin menjauh.
Darren menuju garasi mobilnya, dan mulai menginjak pedal gas mobil sport itu, dengan kecepatan yang cukup cepat, Darren menuju rumah Maira.
Memakan waktu 45 menit untuk Darren sampai di rumah Maira.
__ADS_1
Tok... tok...
Darren mengetuk pintu rumah Maira. Sosok pria paruh baya membukakan pintu untuk Darren.
" Iya, maaf nyari siapa ya?". Tanya Fatih setelah membukakan pintu.
" Maaf om, saya nyari Maira". Jawab Darren sopan.
" Owh, ayok masuk dulu. Maira ada di dalam". Ajak Fatih yang diikuti Darren di belakangnya.
" Duduk dulu, Maira biar di panggilkan bibi ". Titah Fatih pada Darren yang di balas anggukan oleh Darren.
" Bi, Bi inah panggilkan Maira, ada tamu". Teriak Fatih memanggil pelayannya.
" Baik tuan". Jawab Bi Inah sambil menaiki tangga kamar Maira.
Sambil menunggu Maira turun, Fatih berbincang-bincang dengan Darren.
" Nama kamu siapa nak?". Tanaya Fatih dengan lembut.
" Saya Darren om". Jawab Darren dengan senyumannya.
" Teman kuliah Maira atau....??". Ucapan Fatih terputus karena kedatangan Maira
" Atau apa pa?". Tanya Maira yang datang tiba-tiba di sebelah Fatih. Fatih yang merasa canggung hanya memilih untuk tersenyum.
" Maira jalan dulu pa sama Darren". Pamit Maira sambil mencium tangan Fatih yang di ikuti Darren di belakang Maira.
" Jalan dulu om". Pamit Darren dengan sopan.
" Darren, jaga anak saya dengan baik, saya tidak ingin terjadi apa-apa dengan anak saya!". Ucap Fatih dengan tegas. Darren kembali membalasnya dengan anggukan mantap.
Maira dan Darren meninggalkan kediaman Maira, Darren fokus dengan tugasnya menyetir.
" Gak ngomong apa-apa kok, cuma suruh jagain kamu dengan baik". Ucap Darren sambil memandang gadisnya dan mencubit ujung hidung Maira dengan sayang.
" Huufftt kebiasaan papa, kayak aku anak kecil aja". Ucap Maira sambil membuang nafasnya kasar, yang seketika bibirnya maju beberapa centi.
" Niat papa kamu kan baik Ra, jangan camberut gitu donk". Bujuk Darren sambil mengelus ujung kepala Maira.
" Ren, gue boleh tanya sesuatu gak?". Tanya Maira tiba-tiba dan di balas anggukan oleh Darren.
" Kamu kenapa cinta sama aku?". Tanya Maira penasaran.
" Kenapa aku harus punya alasan untuk cinta sama kamu Ra, bukan kah cinta itu tak butuh itu?". Jawab Darren yang membuat seketika merasa senang.
" Makasih ya Ren ".
" Makasih buat apa?". Tanya Darren heran.
" Makasih kamu udah masuk di hidup aku, dan mungkin hari ku akan lebih berwarna". Ucap Maira sambil melengkungkan bibirnya membentuk senyuman.
Darren hanya tersenyum mendengar ucapan Maira, dan Darren pun merai tangan Maira yang kemudian mencium pundak tangan Maira.
Darren dan Maira tiba di parkiran cafe, seluruh pegawai menundukkan kepalanya sembari memberi ucapan ringan berupa selamat malam untuk Darren yang di balas anggukan oleh Darren dan Maira.
Mereka sengaja datang lebih awal dari teman-temannya, Darren mengajak Maira untuk masuk ke ruang CEO dengan menggandeng tangan Maira.
Darren duduk di balik meja dan menghadap layar leptop yang berasa di meja, Maira menuju sofa yang berada di ujung ruangan, sambil membuka phonselnya, dan ternyata ada pesan dari Billa.
Salshabilla
__ADS_1
Ra lokasinya dimana ya?
Me
Gue Sherlock ya.
Setelah membalas pesan Billa, Maira memasukkan kembali phonselnya di dalam tas kecilnya.
Maira memandangi Darren yang sibuk dengan laptopnya, dan sesekali mengerutkan keningnya, Maira berniat untuk melangkahkan kakinya untuk mendekati Darren.
" Ada masalah?". Tanya Maira sambil melingkarkan tangannya di leher Darren dari belakang Darren.
" Gak sayang, cuma ada masalah sedikit. Ini udah beres kok". Jawab Darren tenang.
" Kalau udah selesai, kedepan yuk nunggu yang lain". Ucap Maira sambil melepas lengannya dari leher Darren.
" Ya udah yuk". Ajak Dereen sambil menggandeng tangan Maira.
Darren dan Maira menuju meja yang sudah di pesan Darren di ruang VIP, meraka masih berdua, teman-temannya belum ada yang menunjukkan batang hidungnya.
" MAIRA!!". Teriak Billa yang membuat pemilik nama menoleh ke arah sumber suara.
Billa lari mendekati meja Darren dan Maira.
" Jangan teriak-teriak, bikin malu aja Lo". Maira mengingatkan.
" hosshhh...hosshh.. Gue seribu kali muter-muter di jalan gak ketemu-ketemu ini cafe". Jawab Billa dengan nafas tersengal-sengal dan juga merasa kesal.
" Lo gak bawa mobil?". Tanya Maira.
" Ren, minum donk. capek gue" Perinta Billa pada Darren.
" Lo pesen aja Bill". Jawab Darren santai sambil menyodorkan buku menu kepada Billa.
" Ini gue pesen ini, Lo yang panggil pelayan Lo Ren ". Perintah Billa pada Darren sambil menunjuk gambar orange juss.
" Enak bener Lo nyuruh pacar gue". Sinis Maira.
" Kan gue di undang disini Ra". Jawab Billa santai.
" Gue tadi bawa mobil Ra, cuma muter gak nemu-nemu tempat ini, terus udah ketemu, gue bingung nyari ruang VIP ini, muter mulu sampai gue nyuruh pelayar nganterin gue sampai tangga, jadi sekarang gue capek. Lagian Lo Ren, cafe gede banget pusing gue muterinnya". Jelas Billa panjang kali lebar.
" Lo aja yang o'on Bill". Ucap Darren sinis.
" Romi mana ya Ren?". Tanya Maira pada Darren.
" Mungkin masih di jalan Ra". Jawab Darren.
Tidak lama kemudian seseorang yang mereka bicarakan menampakkan batang hidungnya
" Hai gaes". Teriak Romi sambil melambaikan tangannya yang jaraknya masih jauh dari meja sahabat-sahabatnya.
" Ren Romi sama siapa ya, ada cewek di belakangnya?". Tanya Maira pada Darren, karena wanita yang di maksud masih menunduk.
Darren dan Billa hanya mengangkat kedua bahunya, sambil memperjelas pandangannya karena pencahayaan di ruangan tersebut sangat minim.
💦
💦
💦
__ADS_1
***Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya 🙏🙏🙏
Jangan lupa vote ya ya ya 😍😍***