Putri Jenderal Yang S2

Putri Jenderal Yang S2
Episode 13


__ADS_3

Qing Xia menatap tajam mata Tian Feng, dia melemparkan senyuman sinis yang membuat manusia burung itu sedikit merinding.


"Kau boleh mencobanya jika penasaran! Tapi ku ingatkan terlebih dahulu, aku bukanlah manusia baik hati yang bisa berhenti menyerang sebelum melihat darah dari musuhku!" ucapnya dengan nada yang menantang.


Tian Feng bergidik melihat tatapan dari majikannya yang terlihat seperti ujung pedang. Dia memutuskan untuk mengalah dan menjauh dari amarah wanita di hadapannya.


"Manusia memang merepotkan! Sudahlah, aku mau pergi saja. Silakan lanjutkan kemesraan kalian!"


Tian Feng berbalik badan, dia kembali menjadi seekor burung kecil berwarna merah dengan 3 ekor panjang di belakang tubuhnya. Burung kecil itu terbang keluar menembus dinding kamar lalu menghilang di langit malam yang gelap dan berbintang.


Setelah kepergian Tian Feng, Han Ze Xin memutar tubuhnya, menghadap dan menatap wajah Qing Xia yang masih terlihat sedikit pucat.


"Kamu baik-baik saja? Apakah ada yang terluka?" tanya Han Ze Xin dengan wajah cemas dan khawatir.


Qing Xia menganggukkan kepala, dia tidak sedang baik-baik saja tetapi hatinya menolak untuk menunjukkan kegelisahannya kepada Han Ze Xin.


"Bagaimana caraku untuk meminta maaf dan memperbaiki semua kesalahanku di masa lalu? Masa lalu yang bahkan tidak ku ingat sedikit pun. Apa yang harus ku lakukan untuk menebus dosa-dosaku terhadap mu? Xin Ah... Aku benar-benar minta maaf!" batin Qing Xia yang menatap wajah sauminya dengan penuh penyesalan dan rasa bersalah.


"Jangan memikirkan apapun yang terjadi di masa lalu!" ucap Han Ze Xin tiba-tiba seakan mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh istrinya.


Qing Xia mengangguk patuh, dia lali meminta Han Ze Xin untuk memanggil pelayan agar bisa menyiapkan air hangat yang akan dia gunakan untuk membersihkan diri.


Se Se mendengar kabar tentang Qing Xia yang dudah tersadar, dia membawa cucu kesayangannya ke kamar Qing Xia.


"Ibu!" panggil bocah yang bernama Xin Le dengan mata yang berbinar. Dia senang karena akhirnya bisa memeluk ibunya yang sudah berhari-hari tidak kelihatan batang hidungnya.


"Xin Le, ibu sangat merindukanmu!" ucap Qing Xia dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


"Xin Le juga merindukan ibu!" sahut bocah kecil yang memeluk erat tubuh Qing Xia.


Xin Le melepaskan pelukannya, dia lalu berkata kepada Qing Xia.


"Ibu, Xin Le sudah menguasai ribuan resep dan kegunaan racun. Xin Le juga bisa membuat penawarnya sekarang. Xin Le sangat pintar bukan? Hi... Hi...!" ucap Xin Le membanggakan diri di depan Qing Xia lalu tertawa senang dengan gayanya yang menggemaskan.


Qing Xia sedikit tercengang mengetahui bakat Xin Le yang luar biasa. Dia menatap mata Ibu mertuanya, bertanya-tanya apakah bocah itu mengatakan yang sebenarnya atau dia hanya sedang menyombongkan diri sendiri agar mendapat pujian.


Se Se mengangguk, menjawab pertanyaan yang ada di dalam hati Qing Xia. "Cucuku benar-benar cerdas. Dia sangat mirip dengan Han Ze Xin yang suka belajar tentang tanaman obat dan racun." jelas Se Se drngan wajah tersenyum.


"Karena kau sudah menemui ibumu, mari kita kembali dan tidur sekarang!" Se Se mengajak cucunya pergi dari sana karena dia ingin memberikan waktu kepada Qing Xia dan Han Ze Xin untuk berduaan.


Seorang pelayan berjalan masuk ke dalam kamar, dia menundukkan kepala lalu berkata di depan Qing Xia. "Nyonya Muda, air hangat yang anda minta sudah siap!"


"Terima kasih, kau sudah bekerja keras." jawab Qing Xia memuji pelayannya.


"Aku mau mandi, kamu istirahatlah terlebih dulu. Kamu pasti lelah setelah menjagaku beberapa hari ini." ucap Qing Xia kepada Han Ze Xin.


Han Ze Xin hanya diam menatap wajah Qing Xia.


Wanita itu berjalan keluar kamar, dia menuju ke tempat pemandian. Sementara Han Ze Xin yang merasa khawatir, dia mengikuti langkah Qing Xia dari belakang.


Sesampainya di tempat pemandian, Qing Xia melepaskan semua pakaiannya. Dia masuk ke dalam kolam air hangat yang sudah di siapkan oleh pelayan.


"Krekkk!"


Suara patahan ranting pohon membuat Qing Xia waspada. Dia menoleh ke belakang untuk melihat siapa orang yang masuk ke dalam tempat pemandian tanpa izin darinya.

__ADS_1


"Tenanglah, ini aku!" ucap Han Ze Xin yang baru saja tiba.


"Kenapa kamu kemari? Aku kan sudah memintamu untuk istirahat lebih dulu! Kamu tidak perlu menemaniku di sini!" ucap Qing Xia sambil menatap wajah suaminya yang berdiri menatapnya dari atas.


"Aku tidak tenang meninggalkan mu sendirian. Lagi pula, aku senang melihat istriku yang tidak mengenakan pakaian." goda Han Ze Xin dengan senyuman nakal.


"Aku baru saja bangun dari tempat yang gelap dan menakutkan. Lalu sekarang, kamu langsung meminta jatahmu?" keluh Qing Xia dengan wajah yang terlihat kesal.


Han Ze Xin tersenyum lebih lebar lagi, dia melepaskan semua pakaiannya lalu ikut masuk ke dalam kolam.


Pria itu berjalan mendekati Qing Xia, dia memeluk tubuh istrinya yang terasa hangat di dalam kolam. Han Ze Xin lalu berbisik dengan suara manja, "Aku akan membuat istriku melupakan semua hal buruk yang sudah terjadi."


Han Ze Xin mulai mengecup kening, pipi, lalu bibir wanita di dalam dekapannya. Dia menurunkan sentuhan bibirnya ke leher jenjang milik Qing Xia yang putih dan mulus. Setelah meninggalkan beberapa jejak kemerahan di sana, Han Ze Xin menurunkan ciumannya ke bagian bawah.


Qing Xia memejamkan mata, merasakan sentuhan dari Han Ze Xin yang membuatnya nikmat sekaligus merinding. Ingatan di alam ilusi kembali berputar di dalam pikirannya, meski Qing Xia benar-benar ingin mengabaikan semua yang dia lihat di sana.


Han Ze Xin seolah-olah bisa membaca pikiran istrinya. Dia menatap Qing Xia lalu berkata dengan wajah serius.


"Jangan dipikirkan lagi, meskipun kau membunuhku lagi dan lagi di kehidupan selanjutnya dan selanjutnya lagi. Aku, Han Ze Xin! Akan selalu mencintai Qing Xia." ucap Han Ze Xin menenangkan pikiran Qing Xia.


Qing Xia memaksakan senyumannya, dia mengangguk dengan air mata yang mulai terjatuh.


"Terima kasih! Terima kasih karena sudah mencintaiku dengan cinta yang sangat besar dan tulus. Aku...!"


Han Ze Xin tidak ingin mendengar kata maaf dari istrinya, dia langsung membungkam bibir wanita itu dengan menggunakam bibirnya.


"Aku tidak mengerti apa yang terjadi di masa lalu. Aku juga tidak ingin mempermasalahkan masa lalu kita yang tampaknya memiliki dendam yang rumit. Yang aku inginkan hanya satu, yaitu kau! Kau harus menjadi milikku! Milik Han Ze Xin seorang dan selamanya." batin Han Ze Xin.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2