Putri Jenderal Yang S2

Putri Jenderal Yang S2
Episode 31


__ADS_3

"Apa yang terjadi? Ada apa dengan Xin Le?" Tanya Qing Xia sambil berlari mengikuti Han Ze Xin.


"Xin Le keracunan, racun langka yang bahkan ibu pun tidak bisa menyembuhkannya!"


"Racun langka ..."


Han Ze Xuan mengikuti langkah anak dan menantunya, dia berlari sambil memasang telinga.


"Racun langka yang bahkan Se Se tidak sanggup menyembuhkannya? Jika benar begitu, maka tidak akan ada tabib yang mampu menyembuhkan Xin Le." Batin Han Ze Xuan.


"Brakkk!"


Han Ze Xin membuka pintu kamar Xin Le, ketiganya masuk secara berurutan. Qing Xia segera menghampiri tempat tidur, melihat keadaan Xin Le yang terbaring dengan wajah memucat dan membiru.


"Ibu, ada apa dengan Xin Le?" Tanya Qing Xia dengan wajah khawatir.


"Dia terkena beberapa jenis racun secara bersamaan. Saat ini, semua racun di dalam tubuhnya sedang menyerang jantung Xin Le." Jelas Se Se sambil menatap wajah bocah yang tengah berbaring di sampingnya.


Qing Xia hampir terjatuh begitu mendengar penjelasan dari ibu mertuanya. Han Ze Xin dengan cepat menahan dan menangkap tubuh istrinya yang terasa lemas dan tidak bertenaga.


"Ibu, apakah tidak ada cara untuk menyelamatkan Xin Le? Ibu pasti tahu cara menyelamatkan Xin Le kan?" Tanya wanita itu dengan raut wajah ketakutan.


Se Se menggelengkan kepala, dia benar-benar tidak tahu racun apa yang menyerang tubuh Xin Le.


"Aku sudah mencoba menggunakan darahku, tapi tidak gunanya karena keadaan Xin Le sama sekali tidak membaik. Apa yang harus ku lakukan?" Batin Se Se.

__ADS_1


Qing Xia mengingat botol obat penawar yang diberikan oleh Se Se kepadanya. Dia mengeluarkan obat itu untuk diberikan kepada Xin Le, namun Se Se menghentikan tangan Qing Xia sebelum obat itu di masukkan ke dalam mulut Xin Le.


Se Se menggelengkan kepala saat Qing Xia menatapnya dengan tatapan yang seakan bertanya kenapa ia menghentikan tangannya.


"Tidak ada gunanya. Aku sudah memberikan obat yang sama kepada Xin Le." Ucap Se Se menjelaskan.


"Bagaimana ini? Apa yang harus ku lakukan untuk menyelamatkan Xin Le?" Batin Qing Xia.


"Qing Xia, apa kau tahu bagaimana Xin Le mendapatkan semua racun ini di tubuhnya?"


Qing Xia mencoba berpikir apa yang Xin Le lakukan di dalam hutan.


"Mereka masuk ke dalam lembah beracun!" Jawab Han Ze Xin dengan mengepal erat kedua tangannya.


Mendengar jawaban dari Han Ze Xin, Se Se menarik lengan Qing Xia dan segera memeriksa denyut nadinya.


"Qing Xia, apa yang Xin Le lakukan di sana? Yang tidak kau lakukan dan hanya dia sendiri yang melakukannya!" Tanya Se Se mencoba mencari tahu asal racun di dalam tubuh Xin Le.


"Yang dilakukan oleh Xin Le dan tidak ku lakukan..." Gumam Qing Xia mengulangi sembari memikirkan hal apa yang dilakukan oleh bocah itu di dalam lembah.


"Xin Le... Dia memetik banyak tanaman langka, aku sama sekali tidak menyentuh tanaman itu." Jawab Qing Xia dengan suara bergetar.


"Ini semua salahku, seharusnya aku yang memetik tanaman itu untuknya. Tidak! Seharusnya aku melarangnya untuk memetik tanaman itu. Semua ini salahku! Aku yang membuat Xin Le menjadi seperti ini!" Ucap Qing Xia meracau dalam kepanikannya.


Han Ze Xin segera memeluk Qing Xia untuk menenangkan wanita itu.

__ADS_1


"Bukan salahmu, kau tidak mengetahui tentang racun. Bukan salahmu!" Ucap Han Ze Xin sambil mengeratkan pelukannya.


"Ini adalah takdir yang harus dia lalui!" Ucap Han Ze Xuan yang tidak ingin melihat menantunya menyalahkan diri sendiri.


Setelah Qing Xia merasa sedikit tenang dia memikirkan kembali apa yang terjadi di dalam lembah. Dia mengingat jika Niao Wang ikut serta mencari tanaman langka di dalam lembah. Burung itu bahkan mematuk beberapa tanaman yang menghasilkan buah.


"Aku keluar sebentar! Tolong jaga Xin Le." Ucap Qing Xia dengan segera berlari keluar dari kamar.


"Qing Xia!" Panggil Han Ze Xin dengan suara keras.


"Xin, kau ikuti Qing Xia dan lindungi dia." Perintah Han Ze Xuan kepada anaknya.


"Benar, kami akan menjaga Xin Le di sini! Kau harus mengawasi istrimu dan jangan membiarkan dia melakukan hal bodoh!" Ucap Se Se mendukung keputusan dari suaminya.


Han Ze Xin menundukkan kepala, memberi hormat untuk ayah dan ibunya. Dia berlari keluar untuk mengejar Qing Xia.


Beberapa saat kemudian, Qing Xia masuk ke dalam hutan serigala. Dia berteriak sambil mencari keberadaan Niao Wang.


"Burung jelek!"


"Niao Wang!"


Setelah berkeliling lama di dalam hutan, Qing Xia masih belum menemukan burung itu. Dia menatap langit, melihat seekor burung yang terbang di atasnya.


"Hei burung hitam yang berada di atas sana! Jika kau bisa mendengarku, tolong turunlah!" Ucap Qing Xia dengan nada putus asa.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2