Putri Jenderal Yang S2

Putri Jenderal Yang S2
Episode 30


__ADS_3

Se Se kebingungan harus menjawab apa, sebab obat itu adalah air liur dari Huo Feng dan bukan resep yang bisa dibuat oleh manusia.


"Hmm... Qing Xia, sebenarnya obat itu adalah ..."


"Air liur kan?" potong Xin Le begitu mencium aroma dari obat di lututnya.


"Xin Le, kenapa kau bisa mengetahui ..."


Se Se terdiam saat berpikir bahwa dia bahkan tidak bisa mencium bau yang keluar dari dalam botol obat meskipun sudah membawanya bertahun-tahun.


"Nenek! Sebenarnya tadi Xin Le mencium aroma yang keluar dari botol obat ini mirip dengan aroma burung raksasa. Ibu, apa Ibu tidak menyadarinya?" Tanya Xin Le dengan mata berbinar.


Qing Xia menggelengkan kepala. Dia tidak tahu aroma apa yang dimaksud oleh bocah itu. Qing Xia tidak mencium aroma lain selain keringatnya yang sudah berlari dan melompat seharian.


"Hari sudah larut, kita akan membicarakan ini besok pagi. Xin Le, kembalilah ke kamar untuk beristirahat. Qing Xia, bolehkah ibu meminta waktumu sebentar?" Ucap Han Ze Xuan yang sejak tadi hanya diam memperhatikan keluarganya.


Qing Xia mengangguk.


"Iya, Ayah!" Jawabnya dengan senyuman ramah.


Se Se membawa Xin Le kembali ke kamar, Han Ze Xin berjalan keluar namun dia dipanggil oleh sang ayah yang ingin dia ikut mendengar percakapan mereka.


Han Ze Xin menutup pintu, dia masuk dan duduk di samping Qing Xia.


"Qing Xia, di mana kau menemukan Xin Le?" Tanya Han Ze Xuan dengan wajah penasaran.

__ADS_1


"Aku menemukan Xin Le di lembah yang berada di dalam hutan serigala." jawab Qing Xia tanpa mengetahui nama lembah tersebut.


Han Ze Xin terkejut mendengar jawaban dari Qing Xia, dia menarik lengan wanita itu dan segera memeriksa denyut nadinya.


"Bagaimana?" Tanya Han Ze Xuan yang tampak khawatir.


"Dia baik-baik saja. Aku harus ke kamar Xin Le untuk memeriksanya juga!" ucap Han Ze Xin buru-buru berjalan keluar.


Qing Xia tampak kebingungan, dia tidak mengerti mengapa kedua orang itu terlihat khawatir dan gelisah.


"Qing Xia, lembah yang kau katakan tadi bernama lembah beracun. Siapapun yang masuk ke tempat itu akan keracunan dan mati dalam 3 langkah. Tetapi kalian berdua masih hidup dan selamat hingga tiba di rumah." Ucap Han Ze Xuan menjelaskan.


"Apa itu artinya, Xin Le akan mati jika bukan karena ada sesuatu yang aneh pada dirinya?"


Han Ze Xuan mengangguk, mengiyakan pertanyaan dari menantunya.


"Ayah, apakah kami berbeda karena aku datang dari masa depan?"


"Entahlah, yang pasti ibumu juga begitu. Dia sangat aneh dan unik, sama seperti mu!"


"Tidak, Ibu berbeda. Ibu memiliki kecantikan yang luar biasa. Ibu juga baik hati dan selalu menolong orang lain. Sementara aku..." Qing Xia terdiam sesaat, dia melanjutkan ucapannya melalui pikiran. "Seorang pembunuh berdarah dingin!"


"Apakah Ayah juga sudah mengetahui hal ini?" Tanya Qing Xia dalam hati.


Qing Xia menatap mata ayah mertuanya yang sedang menatap kosong di udara. Dia ingin menanyakan beberapa hal, namun melihat pria paruh baya itu sibuk tenggelam dalam pikirannya, Qing Xia mengurungkan niatnya untuk bertanya.

__ADS_1


Sesaat ruangan menjadi hening, tidak ada suara yang terdengar kecuali hembusan angin di luar yang kadang-kadang menerpa pintu dan jendela.


"Qing Xia!" Panggil ayahnya setelah beberapa saat termenung.


Qing Xia menatap ayah mertuanya, "Ya, Ayah?"


"Apakah kau pernah berpikir untuk kembali ke masa depan tempat kau tinggal dulu?" Tanya pria itu dengan senyuman tipis di wajahnya.


Qing Xia menggelengkan kepala. "Aku tidak memiliki siapa-siapa di sana. Sedangkan di dunia ini, aku memiliki segalanya. Ayah, Ibu, Ze Xin, Xin Le dan juga semua orang yang sudah banyak membantuku. Termasuk Ayah dan Ibu angkat. Bagaimana mungkin aku bisa berpikir untuk kembali ke tempat menyedihkan itu..."


Han Ze Xuan penasaran dengan apa yang dikatakan oleh menantunya.


"Jika ayah boleh tahu, bisakah kau menceritakan kehidupanmu sebelumnya?"


Qing Xia mengerutkan kedua alisnya, dia ingin menceritakan kisahnya di kehidupan lalu, tetapi dia juga takut jika ayah mertuanya akan berpikiran buruk terhadapnya begitu dia mengetahui masa lalu Qing Xia yang kelam.


"Jika kau merasa keberatan, kau boleh mengabaikan permintaan ayah." Ucap pria itu lagi setelah melihat wajah Qing Xia yang sedikit ragu.


"Tidak, aku akan menceritakannya." Jawab Qing Xia yakin dengan keputusannya.


"Brakkk!"


Pintu dibuka secara kasar.


Han Ze Xin menerobos masuk ke dalam, dia berjalan mendekati Qing Xia dan menarik lengan wanita itu sambil berkata dengan suara panik.

__ADS_1


"Xin Le... Terjadi sesuatu dengan Xin Le!"


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2