Putri Jenderal Yang S2

Putri Jenderal Yang S2
Episode 34


__ADS_3

Qing Xia dan Han Ze Xin berada di taman. Mereka duduk sambil memikirkan hal aneh yang terjadi pada Xin Le.


"Apakah api di tangan Xin Le akan membahayakan dirinya? Apa yang harus kulakukan? Aku bahkan tidak tahu apa itu." Pikir Qing Xia.


Swooosshhhhh...


Angin kencang menerbangkan daun-daun kering dan membuat ranting pohon bergoyang.


Han Ze Xin dan Qing Xia menyadari kehadiran seseorang di sekitar mereka. Keduanya saling menatap dengan memasang telinga dan bersikap waspada.


Syuttt!


Sosok seorang pria bertubuh tegap dengan penampilan yang gagah melompat turun dari atas dinding.


"Ayah!" Panggil Qing Xia saat melihat wajah Yang Fang Xi.


"Jenderal Yang..." Gumam Han Ze Xin dengan menajamkan tatapannya.


"Aku akan pergi dari sini!" Ucap pria itu dengan wajah serius.


"Apa maksudnya? Ayah mau ke mana?" Tanya Qing Xia.


"Aku akan pergi ke negara lain. Tidak ada lagi tempat yang aman untukku di sini." Jawab Yang Fang Xi dengan tatapan sedih.


Qing Xia mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti apa yang hendak disampaikan oleh ayahnya.


"Ayah, apa maksudnya? Bukankah Yang Mulia sudah berjanji untuk mengembalikan nama baik Ayah?"


"Qing Xia, dengarkan Ayah! Jangan pernah mengabdikan dirimu untuk kekaisaran. Ingat itu! Ayah pergi..."


Setelah mengatakan apa yang hendak ia katakan, Yang Fang Xi melompati dinding batu dan pergi dari kediaman Han.

__ADS_1


"Ayah!" Teriak Qing Xia memanggil ayahnya yang sudah menghilang tanpa jejak.


Qing Xia menundukkan wajahnya, mencoba berpikir apa yang sudah terjadi sehingga menyebabkan Yang Fang Xi buru-buru meninggalkan kekaisaran Han.


Qing Xia berbalik menatap Han Ze Xin. "Kau... Apa kau tahu apa yang terjadi pada Ayah?"


Han Ze Xin menggelengkan kepala. Dia memang tidak tahu apa-apa sebab semua hal yang menyangkut Jenderal Yang di urus oleh Han Ze Xuan.


"Aku akan menemui Ayah." Kata Han Ze Xin yang langsung berbalik dan berjalan menuju eruang kerja Han Ze Xuan.


Tok Tok Tok!


"Masuk!" Ucap Han Ze Xuan dari dalam ruangan.


"Xin! Ada apa malam-malam kemari?"


"Apa Ayah tahu apa yang terjadi dengan Jenderal Yang?" Tanya Han Ze Xin tanpa basa basi.


"Memangnya apa yang sudah terjadi?" Tanya Han Ze Xuan penasaran.


"Barusan, ayah mertua datang dan berkata akan segera meninggalkan kekaisaran. Juga... Dia berkata kepada Qing Xia agar tidak mengabdikan diri demi kekaisaran."


Tekkk!


Han Ze Xuan mematahkan alat tulis yang dipegangnya.


"Sesuai dugaanku. Yang Mulia adalah dalang dibalik semua ini." Ucap Han Ze Xuan dengan wajah kesal.


"Yang Mulia? Kakek?" Tanya Han Ze Xin drngan kening yang mengerut.


Han Ze Xuan menganggukkan kepala. "Benar, Kakekmu yang sudah merencanakan kehancuran keluarga Yang. Beliau yang sudah membuat keluarga Qing Xia hancur dan musnah."

__ADS_1


Han Ze Xin memundurkan langkahnya, matanya membesar dengan wajah tak percaya.


"Kakek yang melakukan semua ini? Tapi kenapa? Kenapa kakek harus menghancurkan keluarga Yang?" Tanya Han Ze Xin dengan wajah panik.


"Karena Yang Fang Xi mendapat banyak dukungan rakyat dan di sukai banyak kalangan. Kakekmu takut dia akan memberontak dan merebut tahta. Seperti biasanya, dia akan menghancurkan semua yang mengancam nyawa dan tahtanya."


Brukkk!


Han Ze Xin terjatuh lemas di lantai. Wajahnya semakin gelisah dan cemas memikirkan apa yang akan terjadi apabila Qing Xia mengetahui semua ini.


"Ayah..." Ucapnya dengan suara putus asa.


Han Ze Xin mendongakkan kepala, menatap ayahnya yang berdiri tenang tanpa sedikitpun kecemasan.


"Tolong rahasiakan ini dari Qing Xia." Pinta Han Ze Xin dengan suara bergetar.


"Kau yakin ingin merahasiakan hal ini?" Tanya Han Ze Xuan dengan wajah datar.


Bola mata Han Ze Xin bergetar, dia merasa serba salah dan sulit memutuskan apa yang harus ia lakukan.


"Haruskah aku memberitahukan hal ini kepada Qing Xia?" Tanya Han Ze Xin kepada ayahnya.


"Putuskanlah sendiri! Ayah tidak akan ikut campur dalam urusan ini." Jawab Han Ze Xuan sembari duduk kembali di kursinya.


"Tidak. Jika Qing Xia mengetahui hal ini, dia akan masuk ke istana untuk membunuh kakek. Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Tidak akan..." Batin Han Ze Xin.


Tok Tok Tok!


"Ayah, saya Qing Xia. Ada yang ingin saya tanyakan, bolehkan saya masuk?" Tanya Qing Xia dari luar pintu.


Han Ze Xin terkejut mendengar suara istrinya. Dia berbalik menatap ke arah pintu dengan mata yang membesar.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2