Putri Jenderal Yang S2

Putri Jenderal Yang S2
Episode 37


__ADS_3

Selir Ning memegang lehernya yang hampir terbelah dua. Kaisar menarik dan menjadikan wanita itu sebagai tamennya.


Brukkk!


Tubuh Selir Ning terjatuh ke dalam air, air yang tadinya bening kini berubah merah.


Qing Xia masih menatap lekat pria di hadapannya. Senyuman sinis di wajahnya membuat nyali kaisar menciut dan semakin ketakutan.


"Pengawal! Pengawal!" Teriaknya dengan suara gemetaran.


Qing Xia kembali mengayunkan tangannya, kali ini lebih cepat dan bertubi-tubi hingga seluruh wajah kaisar penuh dengan sayatan.


"Aaaaaaakkkhhhh!"


Kaisar menjerit kesakitan, dia terduduk di tepi kolam sambil menunduk dan memegang wajahnya yang kinu berlumuran darah.


"Bagaimana rasanya?" Tanya Qing Xia dengan senyuman yang semakin melebar namun tidak terlihat manis. Wajahnya saat ini bagaikan iblis yang siap membunuh penghalang dan pengganggu di matanya.


Tian Feng menaikkan kedua alis dan mengerutkan keningnya.


"Jika emosinya terus meluap, dia akan berubah menjadi iblis. Haruskah aku menghentikannya?" Batin Tian Feng.


Qing Xia mengangkat belatinya, mengayunkan di leher Kaisar Han yang tengah bergetar ketakutan.


Tranggg!


Han Ze Xin menghalang belati Qing Xia dengan sebilah pedang panjang.


"Kumohon, tolong berhenti!" Pintanya dengan bola mata yang bergetar.


Qing Xia menyeringai, senyumannya semakin menyeramkan.


"Kau juga berniat menghalangiku?" Ucapnya dengan tatapan dingin.


"Tenangkan dirimu! Membunuh Yang Mulia tidak akan membawa hal baik bagimu."


Han Ze Xin mengerahkan semua tenaga untuk menghalangi pisau belati Qing Xia yang semakin mendekat ke leher Kaisar.


"Kalau kau begitu ingin membelanya, kau... mati saja bersama dengan bajingan ini."


Han Ze Xin membesarkan bola matanya, membeku mendengar kalimat yang dilontarkan oleh istrinya.


"Sebentar lagi akan terjadi pertumpahan darah." Gumam Tian Feng dari atas.


"Yang Qing Xia!" Bentak Han Ze Xin dengan suara tinggi.


Han Ze Xin menyadari jika Qing Xia yang berada di depannya saat ini bukan lagi Qing Xia yang dia kenal. "Dia seperti orang yang kerasukan!" Batin Han Ze Xin.

__ADS_1


Qing Xia menarik pisau belatinya, menjauh beberapa langkah ke belakang. Dia tersenyum sinis dan mulai menyerang Han Ze Xin dengan serangan yang bertubi-tubi sambil mencari kesempatan untuk membunuh kaisar.


Hahhh... Hahhh...


Han Ze Xin semakin kewalahan, dia menarik napas pendek namun cepat sambil terus menahan serangan dari Qing Xia.


"Kenapa kekuatannya sangat berbeda dari biasanya? Jika begini terus, aku tidak akan bisa menyelamatkan Kaisar." Pikir Han Ze Xin.


Qing Xia melihat celah untuk membunuh Kaisar. Dia melompat dan melemparkan tubuhnya dari atas ke tempat di mana Kaisar meringkuk ketakutan.


Jlebbb!


Pisau belati Qing Xia menembus jantung kaisar. Pria itu langsung tersungkur dan menghembuskan napas terakhirnya dengan kedua mata yang masih terbuka lebar.


Qing Xia merasa pakaiannya mulai basah oleh cairan. Dia menatap ke bawah. Ujung pedang yang bernoda darah tertancap menembus kulit dan tulangnya.


"Yang Qing Xia!" panggil Han Ze Xin dengan suara panik.


Qing Xia berbalik ke belakang, seorang pria berbaju hitam dengan wajah yang tidak asing berdiri di sana. Pria itu menarik pedangnya dari tubuh Qing Xia. Darah mulai menyeruak dan menyembur dari lubang bekas tusukan pedang.


"Paman, Tolong hentikan!" Teriak Han Ze Xin sambil berlari menghampiri Qing Xia.


Pria yang menusuk Qing Xia dari belakang adalah paman dari Han Ze Xin, Han Ze Hao. Awalnya dia berencana membunuh kaisar untuk membalaskan dendam ibunya, tetapi malah melihat Qing Xia yang menusuk belati ke jantung ayahnya.


"Menyenangkan sekali! Aku tidak perlu membunuhnya dan malah mendapatkan jasa karena telah menangkap pembunuh dari kaisar. Kebetulan yang menguntungkan." Batin Han Ze Hao.


Han Ze Xin menangkap tubuh Qing Xia yang hampir terjatuh ke air.


Han Ze Xin memanggil istrinya dengan suara panik sambil menekan lubang bekas tusukan pedang, menahan agar darah tidak mengalir semakin deras dari lukanya.


"Qing Xia! Jawab aku!"


"Dia adalah Yang Qing Xia? Putri dari Jenderal Yang?" Tanya Han Ze Hao sambil melihat wajah Qing Xia.


"Bukankah wanita ini yang berada di kediaman Fang? Saat itu dia mengikutiku dari belakang." Gumam Han Ze Hao mengingat wajah Qing Xia.


"Cepat bawa dia pergi! Aku akan membakar tempat ini dan menghilangkan semua bukti." Ucap pria itu kepada Han Ze Xin.


Han Ze Xin mengangkat wajahnya, menatap pamannya yang terlihat tulus ingin membantu menutupi perbuatan Qing Xia.


"Terima kasih, Paman Hao."


Han Ze Xin mengangkat tubuh Qing Xia dan melompati dinding pembatas istana. Tian Feng masih tinggal dan memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh Han Ze Hao.


Pria itu mengambil sebatang kayu yang terbakar di perapian, dia menyalakan api di sekeliling kolam pemandian lalu keluar dari tempat itu.


"Tidak disangka, wanita itu adalah Yang Qing Xia. Semoga dia baik-baik saja. Aku tidak ingin menjadi pembunuh dari putri penyelamatku." Batin Han Ze Hao.

__ADS_1


"Kebakaran!"


"Kebakaran!"


"Cepat padamkan apinya! Yang Mulia dan Selir Ning berada di dalam!"


Kebakaran membuat kericuhan dan kekacauan di istana. Semua pelayan dan pengawal istana berusaha memadamkan api.


Tian Feng terbang tinggi ke atas langit, dia mengejar Han Ze Xin yang masih membawa Qing Xia dalam perjalanan kembali ke kediaman Han.


Tian Feng turun ke bawah, "Sepertinya kau butuh bantuan!" Ucapnya kepada Han Ze Xin.


Han Ze Xin menoleh menatap Tian Feng yang masih berbentuk burung kecil. "Kau... Burung yang membawa Qing Xia tadi?" Tanya pria itu sambil berlari.


"Benar. Apa kau butuh bantuanku?"


Han Ze Xin merasa keberatan dengan bantuan dari Tian Feng, namun dia tidak memiliki pilihan lain karena kondisi Qing Xia semakin memburuk.


Dia berhenti berlari, menatap Qing Xia lalu mengalihkan pandangannya ke Tian Feng yang baru saja berubah ke bentuk manusia.


"Tolong bawa Qing Xia kembali ke kediaman. Cari ibuku karena hanya Ibu yang bisa menyelamatkannya."


"Akan ku lakukan! Lagi pula, dia tidak akan mati hanya karena tusukan pedang." Ucap Tian Feng sambil mengangkat tubuh Qing Xia dari tangan Han Ze Xin.


Tian Feng mengeluarkan kedua sayap dari punggungnya, ia terbang tinggi ke atas langit agar tidak terlihat oleh manusia.


Han Ze Xin kembali berlari menuju ke kediaman Han. Dia melompat dari satu atap ke atap yang lain agar lebih cepat tiba di tujuan.


Sementara itu, Se Se dan Xin Le sedang mencoba racun baru buatan Xin Le kepada seekor tikus.


"Nenek, apa tikusnya akan mati?" Tanya Xin Le dengan wajah cemas.


"Kau takut jika tikusnya mati?"


Xin Le mengangguk.


"Lalu kenapa Xin Le memberinya racun?"


"Karena Xin Le lbh takut jika manusia yang mati."


"Jika Xin Le takut menyakiti manusia, kenapa menciptakan racun?"


Xin Le terdiam sesaat, memikirkan jawaban untuk pertanyaan dari neneknya.


"Brakkk!"


Pintu ruangan terbuka, Tian Feng membawa Qing Xia masuk ke dalam ruangan.

__ADS_1


"Wanita ini sekarat!" Ucap Tian Feng yang berdiri di depan Se Se dan Xin Le.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2