
"Manis, renyah, dan segar. Enak sekali! Aku akan memetik semuanya untuk Xin Le!"
Qing Xia mulai memetik buah-buah yang tersisa di pohon. Selesai memetik ke 7 buah berbintang, Qing Xia menatap daun keemasan yang bersinar terang.
'Apakah daun ini ada kegunaannya?" tanya Qing Xia dalam hati.
"Mungkin Xin Le akan menyukainya karena ini jenis tanaman yang langka." ucapnya sambil mengangguk.
Daun yang berjumlah 8 helai turut dipetik dari dahannya, Qing Xia menyimpan semuanya untuk diberikan kepada Xin Le. Setelah pohon itu bersih dan hanya tersisa batang dan ranting, muncul bayangan hitam yang mirip dengan seekor burung kecil.
Qing Xia terperanjat, dia memundurkan langkahnya, menghindar dari bayangan hitam yang tampak berbahaya.
"Manusia kurang ajar! Berani sekali kau mencuri buah 8 bintang yang ku tanam selama ribuan tahun!"
Perlahan, bayangan hitam itu mulai menampilkan bentuk aslinya. Seekor burung kecil yang memiliki bulu berwarna warni di sekujur tubuhnya, burung itu terlihat sangat cantik dan imut.
"Apa kau yang sedang berbicara tadi?"
"Memangnya ada orang lain lagi di sini selain aku dan manusia lancang sepertimu?"
"Oh...! Jadi benar kau bisa berbicara?"
"Jangan omong kosong! Cepat kembalikan buah yang ambil dari pohon ini!"
"Memangnya apa bukti jika pohon ini milikmu?"
"Kenapa pula aku harus memiliki bukti untuk itu?"
"Kalau kau tidak mempunyai bukti, itu artinya pohon ini tidak ada pemiliknya. Jadi aku boleh memetik dan mengambilnya sesuka hatiku."
Burung mungil menjadi marah dan kesal, dia terbang memutari batang pohon dan bertengger di salah satu ranting.
"Jika kau tidak mengembalikan sisa buah kepadaku, aku akan memakan dagingmu, mengeluarkan kedua matamu lalu melempar tulangmu untuk dimakan harimau." ancam burung tersebut dengan nada yang menggemaskan.
Qing Xia tertawa, dia berjalan mendekat dan menangkap burung itu dengan tangannya.
"Memangnya kau sanggup?" ejek Qing Xia meremehkan burung di genggamannya.
"Manusia lancang, lepaskan aku!" teriak burung itu seraya meronta-ronta mencoba melepaskan diri.
Qing Xia mengeratkan genggamannya, ia mengangkat tubuh burung sejajar dengan tatapan matanya.
"Hei jelek! Kau ini sebenarnya makhluk apa? Kenapa kau bisa berbicara dengan manusia?" Tanya Qing Xia penasaran.
__ADS_1
"Aku Raja burung! Pemimpin dari semua jenis burung yang ada di alam ini. Namaku Niao Wang, bukan jelek!" sahut burung tersebut setelah lelah meronta.
Qing Xia melepaskan genggamannya, dia meletakkan Niao Wang di atas ranting pohon.
"Ah sudahlah, aku tidak akan menyiksa makhluk lemah sepertimu. Aku pergi!" Ucap Qing Xia kemudian berjalan keluar dari goa.
Niao Wang tidak terima dirinya di remehkan, dia menyerang Qing Xia dengan kekuatan dewa yang bisa membuat manusia menjadi budak Niao Wang. Namun anehnya, Qing Xia sama sekali tidak terpengaruh dengan serangan dari burung tersebut.
Dia meneruskan pencariannya terhadap Xin Le. Dan Niao Wang yang kebingungan pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti Qing Xia secara diam-diam.
"Mau apa lagi burung jelek ini? Kenapa dia malah mengikutiku?" Tanya Qing Xia dalam hati setelah melihat Niao Wang yang sedang bersembunyi di balik sebatang pohon.
Tiba-tiba Qing Xia mengingat ucapan dari Niao Wang, "Dia berkata jika dirinya adalah pemimpin dari semua burung yang ada di alam ini. Kalau begitu..."
Qing Xia berbalik, menatap batang pohon tempat Niao Wnag bersembunyi. Dia berlari dan melompat, mendarat di belakang Niao Wang yang masih hinggap di sebatang ranting.
"Hei jelek!" panggil Qing Xia.
"Uuuaaaaa!" teriak Niao Wang terkejut dengan suara Qing Xia yang tiba-tiba berada di belakangnya.
"Kau bilang kau pemimpin semua burung kan?" Tanya Qing Xia dengan wajah galak.
Niao Wang segera mengangguk dengan bangga.
Secara anehnya, Niao Wang langsung menuruti perintah. Dia memanggil semua burung dengan berbagai jenis yang berada di sekitarnya.
Dalam waktu beberapa menit, jutaan burung berkumpul mengelilingi Qing Xia dan Niao Wang. Sebagian terbang di atas sambil menunggu perintah dari Raja mereka.
"Aku minta pertolongan dari kalian semua. Tolong carikan seorang anak kecil yang bernama Xin Le. Dia memiliki wajah imut dan tampan. Jika kalian melihatnya, tolong sampaikan kepadaku! Bisakah kalian melakukan itu?" Tanya Qing Xia yang secara alami berbicara dengan para burung.
Semua burung beterbangan, mereka memutar di atas Qing Xia lalu membentuk huruf "Baik" yang berarti mereka akan menjalankan perintah.
Niao Wang sedikit terkejut, sebab ia baru pertama kali melihat ada seorang manusia yang bisa berbicara dengan para burung.
Dia menatap Qing Xia, penasaran dan kebingungan dengan manusia di depannya. Karena tanpa dia sadari, dia juga mengikuti perintah dari wanita itu.
"Hei manusia, kau ini sebenarnya makhluk apa? Kenaoa kau bisa mememberikan perintah kepadaku dan juga para burung?" Tanya Niao Wang sambil memiringkan kepalanya.
Qing Xia tertawa dan terkekeh, ia lalu memasang wajah dingin sambil berkata, "Aku adalah raja dari raja burung!" jawab Qing Xia sesuka hatinya.
Niao Wang mengepakkan sayapnya, geram dan kesal dengan manusia di hadapannya itu.
Sedangkan Qing Xia kembali melompat ke atas pohon untuk mencari keberadaan Xin Le.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah lembah yang berada di kaki gunung Huo San, tumbuh berbagai macam rumput dan tanaman obat serta beracun. Dan di sanalah bocah kecil itu berada. Dia berkeliling mencari tanaman obat dan beracun untuk membuat beberapa jenis racun langka dan juga obat penawar yang bisa menyembuhkan segala jenis racun.
Xin Le duduk di depan tanaman rumput yang belum pernah ia lihat sebelumnya, dia menatap sambil berpikir bagaimana cara untuk mencabut tanaman itu tanpa merusak akar-akarnya.
"Hei bunga dan rumput, apa kalian tidak bisa keluar dengan sendirinya?" keluh Xin Le lalu menghela napas di depan tanaman rumput.
Xin Le tertarik dengan bunga yang berada di pucuk rumput tersebut. Bunga berwarna jingga dengan sedikit titik titik putih di bagian kelopaknya.
Beberapa ekor serangga bersayap terlihat beterbangan, mengelilingi lembah yang berwarna hijau cerah. Bunga berwarna warni tumbuh di pucuk beberapa jenis rumput yang berbeda, membuat lembah tersebut terlihat indah.
Seekor burung terbang di atas lembah, burung kecil berwarna putih yang hanya seukuran telapak tangan manusia dewasa. Burung putih terjun ke bawah dengan kecepatan tinggi lalu mendarat dan hinggap di atas kepala Xin Le.
"Hei burung, jangan pup di kepalaku ya!" Ucap bocah itu sambil melirik ke atas.
Burung putih terbang mengelilingi Xin Le, setelah dua putaran, ia hinggap di sebuah tanaman yang berada di depan bocah tersebut. Burung putih memperhatikan wajah Xin Le sambil memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, kemudian mengangguk sebanyak tiga kali.
"Kau sedang mengajakku berbicara?" tanya Xin Le kepada burung putih.
Burung itu mengangguk
"Apa yang ingin kau bicarakan?"
Burung putih mengepakkan sayap, mengarahkan paruhnya ke atas lalu berbalik badan.
"Apa itu? Aku tidak mengerti!"
Burung putih mematuk-matuk ranting di bawah kakinya, kesal karena Xin Le tidak mengerti perkataannya.
"Ah, kau sangat mengganggu! Pergi sana!" Ucapnya mengusir burung putih.
Burung putih terbang tinggi ke langit, dia membuat suara-suara kicauan yang sedikit menganggu di telinga Xin Le.
Bocah itu menatap ke atas, menunjuk burung putih yang masih terbang mengelilingi lembah.
"Hei burung berisik! Aku akan memanggangmu jika kau masih terus menggangguku!"
"Groarrrrr!"
Suara binatang buas terdengar di dekat Xin Le, dia berhenti berteriak lalu berbalik ke belakang.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1