
Setelah kepergian Se Se dari kamarnya, Qing Xia menyelinap keluar. Dia menuju ke kediaman Fang untuk memberi pelajaran kepada Fang Ai Li.
Qing Xia melompat dari satu atap ke atap bangunan yang lain. Dia melihat sekeliling bangunan di kediaman Fang untuk memastikan posisinya aman untuk bersembunyi.
Sekeliling kediaman di tumbuhi dengan tanaman bunga mawar dan lily yang indah. Sebagian bangunan terbuat dari emas dan berhias mutiara laut yang mahal dan langka.
Jalan menuju ke aula utama bersusun patung-patung giok yang dibuat oleh pemahat terkenal dengan harga yang luar biasa. Giok-giok itu sendiri merupakan barang mahal karena ukurannya yang besar dan sangat jarang di temukan.
Jelas keluarga Fang sangat kaya raya jika di bandingkan dengan keluarga Yang. Meskipun masih jauh dari kekayaan keluarga Han, keluarga Fang sudah termasuk 10 keluarga bangsawan terkaya di negara Han.
Setibanya di atas atap bangunan kamar milik Fang Ai Li, Qing Xia turun dari atap lalu menyusup masuk ke dalam secara diam-diam.
Fang Ai Li saat itu sedang tertidur lelap, dia tidak menyadari kehadiran Qing Xia di sana.
Qing Xia berjalan perlahan mendekati tempat tidur, dia menutup mulutnya dengan telapak tangan ketika melihat Fang Ai Li yang tertidur dengan mulut menganga dan meneteskan air liur.
"Ck... Ck... Ck...! Nona bangsawan tetapi gaya tidurnya seperti ini!" pikir Qing Xia sambil menahan tawanya.
Pikiran licik tiba-tiba singgah di kepala Qing Xia, dia tersenyum licik lalu mengeluarkan sebuah botol yang berisi bubuk beracun. Racun yang baru saja diberikan oleh Ibu mertuanya.
Qing Xia mengeluarkan bubuk beracun itu lalu menebarnya di sekitar wajah Fang Ai Li.
"Aku akan pelan-pelan menyiksamu sampai kematian datang menjemputmu. Nikmatilah racun ini, sampai jumpa! Ah salah, semoga kita tidak berjumpa lagi." batin Qing Xia.
Qing Xia keluar dari kamar, dia lalu melompat ke atas atap. Ketika memeriksa sekeliling kediaman dengan mata tembus pandang, Qing Xia melihat sosok seorang wanita yang tidak asing di ingatannya.
"Mo You Li!" gumam Qing Xia saat mengenali wajah wanita itu.
"Kenapa dia berada di sini?" tanya Qing Xia dalam hati.
__ADS_1
Karena penasaran, Qing Xia melompat ke atas bangunan tempat dia melihat Mo You Li. Dia melihat di dalam sana ada seorang pria paruh baya yang sedang bermesraan dengan Mo You Li.
"Fang Chang Guo?" ucapnya begitu melihat wajah pria tersebut dengan jelas.
"Ternyata kau menyembunyikan wanita ini. Kupikir dia sudah hidup menderita, tapi ternyata dia hidup dengan baik di tempat ini dan menjadi selir kesayangan dari musuh ayahku." pikir Qing Xia.
Qing Xia mengepalkan tangannya ketika melihat Fang Chang Guo yang sedang bersenang-senang dengan selirnya.
"Ayah menderita selama beberapa tahun ini, hidup seperti pengemis di jalanan dan menyembunyikan diri dari semua orang. Tetapi kau, penjahat sebenarnya malah hidup dengan penuh kenikmatan dan kehormatan. Aku akan menghancurkan semua keluarga Fang dengan kedua tanganku sendiri." gumam Qing Xia.
Qing Xia berbalik hendak pergi dari sana, baru saja dia berjalan tiga langkah ke depan, Qing Xia berbalik lalu menatap Mo You Li dengan mata yang membesar.
"Apakah wanita ini adalah salah satu dalang dibalik kemalangan Ayah? Sial, seharusnya aku membunuh mereka berdua."
Qing Xia menyesal telah membiarkan kedua wanita itu tetap hidup. Tetapi penyesalan tidaklah berguna saat ini karena keluarga Yang telah hancur di tangan kedua orang licik yang sedang bermesraan di dalam kamar tersebut.
"Ayah, Xiao Yen, aku berjanji akan membuat mereka semua menderita hingga menginginkan kematian." ucap Qing Xia dengan sorot mata yang tajam. Kebencian dan amarah terlihat jelas di raut wajahnya.
"Seandainya aku membunuh kedua wanita itu, kediaman Yang mungkin tidak akan hancur. Semua ini salahku!" pikir Qing Xia.
Qing Xia merasa pengap di dalam kamar, dia keluar dari kamar untuk mencari udara segar. Saat berjalan-jalan di sekitar taman, Qing Xia melihat cahaya terang yang jatuh dari langit. Cahaya itu turun tepat di dalam kamar Qing Xia.
"Cahaya apa itu?" tanya Qing Xia yang langsung berlari mengejar cahaya tersebut.
"Brakkk!"
Qing Xia membuka pintu kamar dengan kasar, dia melihat seekor burung bercahaya yang sedang terbang mengelilingi kamarnya.
Burung itu berbentuk seperti burung pada umumnya, tetapi dia memiliki ekor yang bercabang tiga. Bulu-bulunya berwarna merah terang dengan sedikit warna keemasan di kedua sisi sayapnya. Seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya terang yang mirip dengan sinar matahari.
__ADS_1
"Makhluk apa ini?" ucap Qing Xia sembari mendekati burung bercahaya itu.
"Hai majikan!" ucap burung itu sambil mengepakkan sayapnya mengelilingi tubuh Qing Xia.
"Hei burung jelek, berhentilah berputar. Kau membuat kepalaku pusing!" umpat Qing Xia lalu menarik ekor burung tersebut agar dia berhenti terbang memutari Qing Xia.
"Aku ini burung terindah di nirwana. Bisa-bisanya majikan menghinaku dengan sebutan jelek! Apakah mata majikan ku ini bermasalah?" sahut burung itu menatap Qing Xia sambil memiringkan kepalanya ke kanan lalu ke kiri secara bergantian.
"Matamu yang bermasalah! Dasar burung jelek!" ucap Qing Xia sambil menepuk ringan paruh burung itu.
"Lepaskan aku, kau membuat bulu ekorku berantakan!" keluh burung itu lagi sambil meronta-ronta untuk melepaskan diri dari genggaman Qing Xia.
"Plukkk!"
Qing Xia melepaskan genggamannya, burung bercahaya langsung terpental ke lantai karena dia meronta sekuat tenaga.
"Hahaha...! Selain jelek, ternyata kau juga bodoh!" ucap Qing Xia sambil menertawakan burung itu.
Burung bercahaya itu menggeleng-gelengkan kepalanya yang terasa pusing. Dia lalu terbang ke depan wajah Qing Xia sambil merepeti wanita yang dia panggil majikan itu.
"Sial sekali aku mendapat majikan sekasar ini, aku akan meminta untuk membatalkan kontrak denganmu. Kau wanita jahat, aku tidak mau menjadikanmu sebagai majikan!"
Qing Xia kembali menangkap ekor burung itu lalu bertanya kepadanya.
"Apa yang sedang kau katakan? Majikan apa? Kontrak apa? Aku tidak mengerti kata-kata yang kau ucapkan."
"Aku di kirim ke dunia ini untuk menjalin kontrak dengan mu, manusia yang terpilih." ucap burung itu sambil mengepakkan sayapnya.
"Apa maksudnya terpilih?" tanya Qing Xia lagi.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^