
Se Se melihat sayap di belakang punggung Tian Feng, dia langsung mengenali sayap tersebut tanpa perlu bertanya kepada pria itu.
"Phoenix!" Gumam Se Se tanpa sadar.
Tian Feng mengalihkan tatapannya, melihat Se Se yang juga sedang menatapnya dengan tajam.
"Bagaimana wanita ini mengetahui keberadaan phoenix?" Batin Tian Feng.
Tian Feng menurunkan tatapannya ke arah Qing Xia yang semakin pucat dan lemah.
"Tapi saat ini menyelamatkan Qing Xia lebih penting, aku akan bertanya padanya nanti." Ucapnya dalam hati.
"Hei burung jelek! Apa yang kau lakukan pada menantuku?" Tanya Se Se seraya berlari menghampiri Tian Feng yang masih mengangkat Qing Xia.
"Aku hanya mengantarnya kemari."
"Ikut denganku, tempat ini tidak cocok untuk merawat pasien." Perintah Se Se seraya berjalan cepat menuju ke kamar Qing Xia.
Xin Le ikut berlari mengikuti langkah Se Se dan Tian Feng.
"Apa yang terjadi pada ibu? Lalu, siapa paman bersayap ini? Sayapnya sangat panjang, bolehkah aku meminta bulu-bulunya untuk di jadikan bahan obat?" Pikir Xin Le.
"Baringkan dia di sini!" Perintah Se Se kepada Tian Feng dengan nada datar.
Tian Feng berjalan mendekati ranjang, tempat tidur luas dengan alas kain sutra berwarna keemasan. Ia menurunkan Qing Xia di atas permukaan tempat tidur dan berjalan menjauh untuk memberikan ruang kepada Se Se.
"Ck... Aku jadi mendengarkan perintah dari manusia ini!" Kesal Tian Feng di dalam hati.
Se Se memeriksa luka Qing Xia, ia hendak membuka pakaian Qing Xia namun tangannya berhenti ketika mengingat di sampingnya masih ada seorang laki-laki asing.
Se Se menarik tali pengikat tirai, ia menutup tirai tempat tidur sebelum melepaskan pakaian Qing Xia.
Setelah memeriksa luka Qing Xia dan menghentikan pendarahan, Se Se mengambil jarum akupuntur untuk menusuk titik sadar di tubuhnya.
__ADS_1
"Dia akan tertidur selama beberapa hari. Kuharap ini bisa sedikit mengurangi rasa sakitnya." Batin Se Se.
Se Se keluar dari tirai, dia melihat Tian Feng yang masih berdiri dengan wajah santai. Tidak terlihat sedikit pun kecemasan di wajah pria tersebut.
"Dia belum menyembunyikan sayapnya." Ucap Se Se dalam hati.
Se Se mendekati Tian Feng dan menatap tajam ke arahnya.
"Apa kau salah satu phoenix yang baru lahir?" Tanya Se Se kepada pria di depannya.
"Tidak, aku lahir ribuan tahun yang lalu namun tertidur panjang karena suatu kutukan. Sepertinya kau sangat mengenal bangsa phoenix." Ucap Tian Feng memperhatikan wajah Se Se yang terlihat familiar.
Se Se mengingat cerita tentang seekor burung phoenix yang di kutuk karena melakukan kesalahan fatal dan tidak mengakui kesalahannya meskioun ia telah menyebabkan langit murka.
"Kau adalah phoenix yang di kutuk oleh leluhurmu sendiri?"
Tian Feng membesarkan bola matanya, dia tersentak karena ada manusia yang mengetahui kisah tentang dirinya yang sudah berlalu ribuan tahun.
"Siapa kau sebenarnya?" Tanya Tian Feng penasaran dengan identitas Se Se.
Tian Feng terdiam sesaat, "Hahaha...! Kau bercanda ya? Mana mungkin leluhurku memiliki kontrak dengan manusia." Ucapnya sambil tertawa menyepelakan kata-kata Se Se.
"Huo Feng si bodoh itu tidak pernah datang lagi sejak tahun lalu. Apa dia baik-baik saja?" Tanya Se Se sedikit mengkhawatirkan Huo Feng.
NB: Huo Feng adalah nama phoenix yang membuat kontrak hidup mati dengan Se Se (Baca di karya "The Princess Story")
Tian Feng terkejut mendengar nama leluhurnya di sebut oleh seorang manusia biasa. Apalagi dia menambahkan kata bodoh untuk sebutan phoenix agung di nirwana, seakan tidak takut dengan keberadaan Phoenix Agung yang terkenal dingin dan tegas.
"Kau benar-benar mengenal leluhurku?" Tanya Tian Feng dengan mata yang membesar.
"Aku kan sudah bilang, dia itu budakku!" Jawab Se Se sambil menyeringai.
Tian Feng menelan salivanya, tanpa sadar kakinya mundur beberapa langkah ke belakang.
__ADS_1
"Ti... Tidak mungkin!" Gumamnya dengan wajah tak percaya.
Se Se tersenyum sinis sambil melangkah mendekat. Tian Feng terus memundurkan langkahnya hingga memcapai dinding ruangan.
"Jadi, di mana burung bodoh itu sekarang?"
Tian Feng tidak tahu apa yang harus ia jawab sebab dia pun tidak mengetahui keberadaan Huo Feng. Sudah beberapa bulan phoenix agung meninggalkan nirwana tanpa memberi kabar kepada phoenix lain, beberapa keturunan Huo Feng bahkan berpencar mencarinya namun belum menemukan keberadaan pemimpin mereka.
"Kau tidak mau menjawabnya?" Tanya Se Se dengan nada mengancam.
Tian Feng menggaruk kepalanya, "Sebenarnya... Aku juga tidak tahu di mana keberadaan Phoenix Agung."
Se Se berhenti melangkah, dia memperhatikan wajah Tian Feng dengan tatapan menyelidik untuk melihat apakah ada kebohongan di mata pria itu.
Setelah memastikan jika Tian Feng memang tidak mengetahui keberadaan Huo Feng, Se Se berbalik dan berjalan menjauh dari pria tersebut.
"Jika kau bertemu dengannya, katakan kepada burung bodoh itu untuk datang menemuiku!" Perintah Se Se kepada Tian Feng.
"Ba... Baik." Jawab Tian Feng bingung harus memanggil dengan sebutan apa kepada majikan dari pemimpin mereka.
"Kau membuat kontrak dengan menantuku?" Tanya Se Se seraya mendudukkan dirinya di atas kursi.
"Ya, aku melakukannya secara sepihak. Jadi dia tidak akan terkena masalah jika terjadi sesuatu kepadaku."
"Untung kau masih memiliki hati nurani!" Sindir Se Se dengan nada dingin.
Dalam pikirannya, Se Se sedang berpikir jika phoenix di dekatnya ini pernah membuat satu planet terbakar hangus hanya karena seseorang mencabut bulunya. Se Se merasa aneh, sebab dia tidak melihat kekejaman di mata Tian Feng. Malah sebaliknya, pria itu tampak memiliki hati yang baik dan rela berkorban.
"Apa benar dia yang sudah membakar satu planet hingga musnah?" Tanya Se Se dalam hati.
Brakkk!
Pintu terbuka secara kasar. Han Ze Xin berlari masuk dari balik pintu.
__ADS_1
"Qing Xia...!"
^^^BERSAMBUNG...^^^