Putri Jenderal Yang S2

Putri Jenderal Yang S2
Episode 33


__ADS_3

"Xin Le..." Panggilnya sambil berlari memeluk tubuh bocah kecil itu. "Kau baik-baik saja? Ada yang sakit?" Tanya Qing Xia dengan wajah cemas.


Xin Le menggelengkan kepala. Dia merasa sangat sehat dan nyaman. Tubuhnya juga terasa lebih ringan dari pada sebelumnya.


Qing Xia menatap Se Se dan Han Ze Xaun secara bergantian, seakan sedang bertanya kepada kedua orang tuanya itu. "Apa yang terjadi?"


"Qing Xia, mari kita bicara di luar!" Ajak Se Se sambil berjalan keluar.


Han Ze Xin baru saja tiba, dia mengikuti Se Se dan Qing Xia menuju ke taman.


Ketiganya duduk di kursi taman, Se Se menghela napas panjang lalu mulai menceritakan kejadian aneh yang terjadi kepada Xin Le.


"Sejujurnya, kami mengira Xin Le sudah meninggal. Dia tidak bernapas dan tidak merespon saat dipanggil. Ibu memeriksa denyut nadinya, tidak ada denyut yang teraba. Kami sempat putus asa dan menangisi kepergian Xin Le."


Mata Se Se mulai berkaca-kaca, dia merasa sedih mengingat kejadian mengerikan yang baru saja mereka lalui.


Han Ze Xin menghapus air mata ibunya dengan sehelai sapu tangan dari kain sutra.

__ADS_1


Se Se menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan. Dia kembali melanjutkan ceritanya.


"Saat kami tidak memperhatikan Xin Le dan sibuk menangisi kematiannya, dia tiba-tiba saja terbangun dan memanggil nama Ye Wu Shuang."


"Ye Wu Shuang?" Ucap Qing Xia mengulangi nama yang disebut oleh Se Se.


"Benar. Dia menyebut dengan sangat jelas. Tetapi kami tidak mengetahui siapa wanita yang dipanggil oleh Xin Le. Ibu sangat takut terjadi sesuatu dengan Xin Le. Berkali-kali Ibu memeriksa denyut nadinya, dan anehnya... Racun di dalam tubuh Xin Le menghilang dengan sendirinya." Ucap Se Se yang kembali meneteskan air mata.


"Ibu, jangan bersedih lagi. Seharusnya kita bahagia karena Xin Le sudah sehat. Benar, kan?" Ucap Qing Xia mencoba menghibur hati Ibu mertuanya.


"Benar, Bu! Xin Le akan baik-baik saja sekarang jangan khawatir!" Ucap Han Ze Xin sambil memeluk dan menepuk pelan pundak Ibunya.


Han Ze Xin menahan lengan Qing Xia yang hendak berjalan lebih dulu. Dia menarik perlahan tangan istrinya hingga kedua tubuh mereka saling menempel.


"Jangan jauh-jauh dariku!" Ucap Han Ze Xin sambil menatap wajah Qing Xia.


"Maaf..." Qing Xia merasa bersalah karena mengabaikan suaminya. Padahal sejak awal dia sudah mengetahui jika Han Ze Xin mengikutinya masuk ke dalam hutan.

__ADS_1


"Ayo masuk bersama!" Ajak Qing Xia sambil menggenggam tangan Han Ze Xin.


Pria itu tersenyum, dia mengeratkan genggaman tangannya lalu berjalan bersama ke dalam kamar Xin Le.


"Ibu, Ayah! Lihat ini..." Ucap Xin Le dengan senyuman lebar.


Xin Le mengeluarkan cahaya biru dari tangannya kirinya dan tangan kanannya mengeluarkan cahaya merah yang mirip dengan nyala api.


Han Ze Xin dan Qing Xia terkejut melihat keanehan dari putra mereka. Keduanya menatap Xin Le dengan mata yang membesar dan alis yang mengerut.


Ketiga orang yang berada di dalam kamar Xin Le ikut terkejut saat melihat api membara di atas tangan bocah kecil itu.


"Xin Le, kau baik-baik saja?" Tanya Qing Xia sambil melangkah mendekat.


Xin Le menganggukkan kepala sambil tertawa riang sementara kelima orang yang menatapnya saat ini merasa sangat khawatir dan cemas. Mereka tidak mengetahui cahaya apa yang ada di tangan Xin Le dan khawatir apabila cahaya itu bisa melukai bocah kecil itu.


"Aku akan menjadi seorang ahli obat dan racun yang hebat!" Seru Xin Le dalam hati.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2