
Burung yang berada di atas segera turun dan menghampiri Qing Xia.
"Kau mengerti apa yang ku katakan?"
Cittt! Cittt!
"Sepertinya kau memang mengerti. Tolong bantu aku untuk menemukan Niao Wang. Aku perlu menemuinya sekarang juga!" Pinta Qing Xia penuh harap.
Burung hitam itu terbang ke atas, berputar-putar sambul mengeluarkan suara "Citt Citt". Setelah beberapa saat, ratusan burung mulai berdatangan dari segala arah, membentuk kumpulan burung yang padat di langit.
"Tolong cari keberadaan Niao Wang! Aku mohon kepada kalian..."
Kumpulan burung mulai menyebar, mereka membantu Qing Xia untuk menemukan di mana Niao Wang berada.
Han Ze Xin bersembunyi di balik pepohonan, dia melihat semua yang dilakukan oleh istrinya. Termasuk berbicara dengan para burung yang berterbangan di atas.
"Yang Qing Xia... Siapa sebenarnya dirimu?" Batin Han Ze Xin.
Qing Xia terduduk lemas di tanah yang penuh dengan dedaunan kering dan akar tanaman yang menjulur keluar.
"Xin Le, kau harus bertahan. Ibu pasti akan menyelamatkanmu." Gumam Qing Xia sambil menatap langit.
Seekor burung raksasa terbang di atas sana, burung itu turun begitu melihat Qing Xia.
"Niao Wang!" Panggil Qing Xia dengan senyuman yang merekah.
"Hei manusia! Apa yang kau lakukan di sini? Kenapa kau mencariku dengan begitu putus asa?" Tanya Niao Wang setelah mengecilkan bentuk tubuhnya.
Qing Xia menangkap dan mencengkram burung berwarna warni itu dengan tangan kanannya.
__ADS_1
"Apa kau memiliki penawar racun untuk tanaman yang berada di lembah beracun?" Tanya Qing Xia tanpa berbasa basi.
"Sakit! Sakit! Lepaskan aku!" Teriak Niao Wang sambil meronta.
Qing Xia melonggarkan cengkramannya.
"Dasar manusia bodoh! Kau selalu saja menyakitiku!" Keluh Niao Wang dengan nada kesal.
"Jika kau tidak segera menjawab pertanyaanku, kau akan segera menjadi burung panggang!" Ancam Qing Xia dengan wajah serius.
"Akan ku katakan! Akan ku katakan kepadamu!" Teriak Niao Wang sambil mengepakkan sayapnya meskipun dia tidak bisa melepaskan diri dari cengkraman Qing Xia.
Niao Wang memuntahkan sebutir pil berwarna warni dari paruhnya. "Itu, ambil dan berikan kepada bocah itu." Ucap Niao Wang seolah sudah mengetahui keadaan Xin Le.
Qing Xia mengangkat tubuh Niao Wang hingga sejajar dengan tatapan matanya.
"Sejak awal, kau sudah mengetahui jika Xin Le keracunan?" Tanya Xin Le dengan nada dingin.
Qing Xia mengambil ancang-ancang, diq mengayunkan tubuh Niao Wang ke belakang lalu melemparnya dengan keras ke sebuah pohon besar yang berada di depannya.
"Aduhhhhh... Duhhh....!"
Niao Wang berteriak kesakitan, dia mengepak-ngepak kedua sayap sambil menggelengkan kepalanya. Setelah rada sakitnya berkurang, Niao Wang terbang mendekati Qing Xia dengan wajah marah.
"Hei manusia bodoh! Kenapa kau marah kepadaku?" Ucap burung itu dengan nada kasar.
"Kau tahu tanaman itu beracun, tetapi kau diam saja ketika Xin Le menyentuhnya! Membiarkanmu tetap hidup saja sudah menjadi belas kasihan terbesar dariku! Jika terjadi sesuatu kepada Xin Le, aku akan datang untuk memenggal lehermu!" Ucap Qing Xia dengan mata yang berapi-api.
Qing Xia melompat ke atas pohon, pergi meninggalkan Niao Wang yang melongo dengan wajah yang terlihat bodoh.
__ADS_1
"Hah... Padahal bocah itu akan baik baik saja tanpa obat penawar." Gumam Niao Wang yang perlahan menunjukkan wujud manusianya.
"Hei manusia bodoh yang satu lagi! Kau mau bersembunyi sampai kapan?" Ucap Niao Wang sambil menatap pohon besar di dekatnya.
Han Ze Xin keluar dari balik pohon. Dia mendekati Niao Wang yang saat ini berwujud manusia.
"Kau ini sebenarnya makhluk apa?" Tanya Han Ze Xin dengan sikap waspada.
"Aku Raja burung." Jawab Niao Wang singkat.
"Qing Xia... Kenapa dia bisa berbicara dengan burung-burung? Siapa dia sebenarnya?"
Niao Wang tersenyum licik begitu muncul keisengan di dalam kepalanya.
"Jika ku katakan, Istrimu itu seorang siluman yang bisa memerintah burung. Apa yang akan kau lakukan?"
Han Ze Xin membeku sesaat, dia memikirkan jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan Niao Wang.
"Jika Qing Xia seorang siluman... Aku tidak tahu harus berbuat apa. Mungkin... Aku akan berpura-pura tidak mengetahui apapun dan terus mencintainya sampai akhir hidupku!" Batin Han Ze Xin.
Han Ze Xin menatap tajam wajah Niao Wang untuk sejenak. Dia melompat ke atas pohon dan mengikuti Qing Xia kembali ke kediaman Han.
"Hahaha... Manusia memang makhluk yang bodoh!" Ucap Niao Wang setelah tertawa lebar.
Saat ini, hari mulai terang. Qing Xia baru saja tiba di kediaman, buru-buru ia berlari masuk ke dalam kamar Xin Le.
"Xin Le, Ibu pulang!" Ucapnya sambil mendekati tempat tidur.
Se Se, Han Ze Xuan dan Han Ze Xia berada di dalam kamar. Mereka sedang menatap Xin Le yang kini duduk di atas ranjang dengan wajah cerah dan merona.
__ADS_1
"Selamat Pagi, Ibu!" Ucap Xin Le menyapa kedatangan Qing Xia.
^^^BERSAMBUNG...^^^