Putri Jenderal Yang S2

Putri Jenderal Yang S2
Episode 18


__ADS_3

Liu Zhi dan Qiao Hua terlihat cemas dan tidak berdaya saat melihat Han Ze Xin yang tak sadarkan diri di samping mereka. Raut wajah mereka tampak merasa bersalah dan takut atas apa yang terjadi.


"Saya tidak tahu apa yang terjadi," kata Liu Zhi dengan suara gemetar. "Kami hanya ingin menyampaikan pesan penting kepada Han Ze Xin. Kami tidak bermaksud untuk menyakiti atau meracuninya."


Qiao Hua, yang masih terdiam dan tak bergerak, akhirnya memberanikan diri untuk berkata, "Saya benar-benar minta maaf atas apa yang terjadi. Saya tidak pernah bermaksud untuk meracuni Han Ze Xin. Saya tidak tahu apa yang salah dengan teh yang saya bawa."


Yu merasa curiga terhadap Qiao Hua dan merasa bahwa dia sedang berbohong. Namun, dia memilih untuk menunggu hasil dari penyelidikan lebih lanjut sebelum membuat kesimpulan yang pasti.


Yu mengangkat tubuh Han Ze Xin, dia berniat membawa Tuan Mudanya kembali ke kediaman Han terlebih dahulu. Tetapi kedua orang yang berada di dalam kamar segera mencegah Yu.


"Tolong baringkan Han Ze Xin di atas tempat tidur!" ucap Sima Liu Zhi dengan nada memerintah.


Sementara Qiao Hua juga maju mendekati Yu lalu berkata, "Jangan membawanya, kami yang akan mengurus Tuan Muda mu hingga dia sadar!"


Yu merasa bingung dengan reaksi Liu Zhi dan Qiao Hua yang menolak untuk membiarkan dia membawa Han Ze Xin kembali ke kediaman Han. Dia merasa semakin curiga dengan perilaku mereka yang terlihat mencurigakan.


"Mengapa kalian tidak membiarkan saya membawa Tuan Muda?" tanya Yu dengan suara tegas dan tajam.


"Kami khawatir bahwa hal ini akan menarik terlalu banyak perhatian dan membuat situasi semakin buruk," kata Liu Zhi dengan wajah gelisah. "Kami berharap kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan cara yang lebih tertutup."


Yu merasa semakin curiga dengan alasan yang diberikan oleh Liu Zhi dan Qiao Hua. Dia menyadari bahwa ada sesuatu yang mereka sembunyikan darinya. Tetapi kondisi saat ini akan merugikan Yu apabila melawan keinginan mereka. Sebab di luar penginapan, ratusan prajurit keluarga Sima telah mengepung sekeliling tempat itu dengan alasan memperketat keamanan. Yu akhirnya mengalah, dia menunggu kesempatan untuk membawa pergi Han Ze Xin secara diam-diam.


Yu merasa hatinya berat karena tidak bisa membantu Han Ze Xin dengan segera. Namun, dia tidak akan menyerah begitu saja. Yu mulai merencanakan bagaimana cara membawa pergi Han Ze Xin dari penginapan itu.

__ADS_1


Yu mengamati setiap gerakan Liu Zhi dan Qiao Hua dengan teliti. Dia mencari celah untuk bisa membantu Han Ze Xin. Namun, semakin dia mengamati, dia menemukan satu rahasia yang mereka sembunyikan.


Ternyata, Liu Zhi dan Qiao Hua adalah mata-mata dari keluarga Sima. Mereka dikirim untuk memantau Han Ze Xin dan menemukan kelemahannya. Keluarga Sima ingin menguasai kekuatan dari keluarga Han, dan Han Ze Xin adalah salah satu kuncinya.


Yu merasa jengkel dan marah. Dia merasa bahwa Liu Zhi dan Qiao Hua pasti pelaku dibalik Tuan Mudanya yang tidak sadarkan diri. Namun, dia tidak bisa mengambil tindakan gegabah. Dia harus menunggu kesempatan yang tepat untuk membantu Tuan Mudanya.


Sudah beberapa jam waktu berlalu, tidak ada tanda-tanda jika Han Ze Xin akan terbangun. Yu berdiri di luar kamar untuk memastikan keamanan dari Tuan mudanya yang saat ini sedang berbaring tak sadarkan diri.


Qiao Hua datang ke kamar itu, dia meminta Yu untuk menyingkir dari sana karena mereka akan melakukan pengobatan untuk Han Ze Xin. Yu hendak menolak, dia melangkah ke depan untuk menghalangi wanita itu masuk ke dalam kamar. Baru satu langkah, "Brukkk!" Yu terjatuh pingsan.


Qiao Hua menatap Yu yang berbaring lemah di lantai, dia menyunggingkan senyuman licik kemudian berjalan masuk ke dalam kamar tempat Han Ze Xin terbaring dalam kondisi tak berdaya.


"Han Ze Xin! Akhirnya, saat yang ku tunggu-tunggu telah tiba. Hari ini, kau akan menjadi milikku sepenuhnya! Hahaha...!" seru wanita itu sembari melepaskan semua pakaiannya. Tak lupa ia membuka topeng kulit yang dia pakai di wajahnya untuk menyamarkan diri.


Tangan kekar Han Ze Xin tiba-tiba bergerak, dia menahan tangan Qiao Hua yang berusaha melepaskan pakaiannya. Han Ze Xin membuka mata lalu melempar tubuh wanita itu ke lantai.


Suara berisik dari dalam kamar membuat Liu Zhi mendobrak masuk ke dalam. Melihat tubuh Qiao Hua yang tidak mengenakan pakaian, Liu Zhi tampak sangat marah. Dia menatap tajam ke arah Han Ze Xin lalu menuduh pria itu yang telah menodai Qiao Hua.


Han Ze Xin melemparkan senyum sinis ke arah Liu Zhi, dia bangkit dari tempat tidur lalu bertanya kepada pria itu.


"Apakah ini rencana yang kalian siapkan untukku?"


Han Ze Xin lalu mengalihkan tatapannya ke arah Qiao Hua yang saat ini meringkuk di lantai tanpa mengenakan apapun di tubuhnya.

__ADS_1


"Kau pikir makhluk sejelek ini bisa membuatku bergairah? Ck... Ck...! Dia terlihat seperti seekor lintah di depanku. Apa kau tahu rasanya saat melihat seekor lintah?"


Han Ze Xin melemparkan kata-kata yang menusuk dan menghina Qiao Hua yang sebenarnya adalah Qin Yi Yi. Dia kemudian melanjutkan kembali kata-katanya.


"Jijik! Itulah yang ku rasakan! Aku merasa jijik saat melihatnya!"


Qiao Hua, yang sebenarnya adalah Qin Yi Yi, menundukkan kepalanya. Dia merasa marah karena rencananya gagal, apalagi saat ini dia sangat malu mendengar penghinaan yang keluar dari kata-kata pria di hadapannya. Dia merasa seperti sebuah sampah yang tidak berguna di hadapan Han Ze Xin.


Liu Zhi berjalan cepat ke arah ranjang, dia menarik selimut untuk menutupi tubuh Qin Yi Yi yang masih meringkuk di lantai.


"Han Ze Xin! Kau benar-benar keterlaluan!" tegur Liu Zhi yang memang sudah berjanji akan membantu Qin Yi Yi untuk mendapatkan tempat sebagai istri Han Ze Xin atau setidaknya sebagai seorang selir.


"Terserah kau mau berkata apa! Urusan kita sampai di sini saja. Mulai sekarang, aku Han Ze Xin, tidak akan pernah menerima undangan apapun lagi dari keluarga Sima! Sampaikan itu kepada keluargamu!" ketus Han Ze Xin lalu beranjak pergi.


"Fiuuuu...!"


Sima Lui Zhi meniup peluitnya, semua prajurit keluarga Sima menyerang masuk ke dalam kamar. Mereka berusaha menangkap Han Ze Xin.


Dou Dou saat itu pergi mencari makanan, selain Dou Dou, ketiga pria dari keluarga Han telah di amankan oleh prajurit Sima. Ketika kembali, Dou Dou merasakan keanehan yang janggal. Sebab dia melihat kereta kuda milik majikannya telah dipenuhi dengan anak panah yang menacap di sekelilingnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Dou Dou dalam hati.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2