
"Bukankah kau datang dari dunia lain? Dan kau juga memiliki kekuatan suci yang di berikan oleh malaikat maut. Bukankah begitu?" sahut burung itu dengan memiringkan kepalanya ke kanan lalu menatap Qing Xia dengan matanya yang bulat.
"Aku memang datang dari dunia lain, tetapi apa maksudnya kekuatan suci? Aku tidak mengerti! Lagi pula, dari mana kau mengetahui hal ini?" tanya Qing Xia penasaran.
"Kau ini banyak sekali pertanyaan ya!" seru burung bercahaya itu sambil menggelengkan kepala.
Karena kesal dengan sikapnya, Qing Xia melemparkan burung itu ke udara.
"Keluar sana! Dasar burung jelek!" ucap Qing Xia mengusir burung itu dari kamarnya.
"Aku juga tidak ingin berada di sini. Huhh..." sahut burung tersebut, dia lalu terbang keluar menembus dinding kamar Qing Xia.
Qing Xia terkejut melihat burung itu menembus dinding kamarnya, dia pun bertanya-tanya dalam hati. "Makhluk apa itu? Hantu? Monster? Alien?"
__ADS_1
"Dunia ini benar-benar aneh. Banyak sekali hal yang tidak masuk di akal. Aku sendiri juga termasuk salah satunya! Ya... Mana ada orang yang menyangka jika aku datang dari dunia yang berbeda, kecuali Ibu yang juga datang dari masa depan." gumam Qing Xia lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Setelah berbaring beberapa menit, burung bercahaya yang di usir Qing Xia kembali masuk ke dalam kamar. Burung itu berubah menjadi seorang pria muda tampan dengan mata yang berwarna merah darah.
Dia mendekati Qing Xia, menatapnya untuk beberapa saat. Manusia burung itu melukai jarinya lalu meneteskan setetes darah dari ujung jarinya di kening Qing Xia.
"Aku tidak ingin melakukan ini, tetapi jika aku menolak, aku juga akan segera binasa. Ku harap kau tidak akan terlalu marah setelah bangun nanti." ucapnya dengan suara berbisik.
Tetesan darah dari jari pria itu masuk ke dalam kulit Qing Xia lalu menghilang tanpa meninggalkan bekas. Beberapa menit kemudian, muncul tanda merah berbentuk phoenix di kening Qing Xia.
Qing Xia masih terlelap karena pengaruh dari darah phoenix. Dia memimpikan hari di mana dia masih menjadi seorang pembunuh berdarah dingin.
Di dalam mimpi, Qing Xia membunuh Han Ze Xin yang menjadi target terakhir dari misinya sebelum dia di tembak mati oleh rekannya.
__ADS_1
Qing Xia menembakkan peluru tepat di kepala Han Ze Xin yang berada di hadapannya. Pria itu menatap wajah Qing Xia dengan raut wajah yang bahagia. Begitu tubuh pria itu ambruk, Qing Xia berlari ke arahnya dan menangkap tubuh Han Ze Xin yang hampir menyentuh lantai keramik.
"Ti... Tidak! Kenapa aku membunuhnya? Ini pasti mimpi kan? Kenapa aku masih berada di dunia ini?" ucap Qing Xia dengan wajah panik.
"Tidak, ku mohon bangunlah!" ucap Qing Xia yang mulai mengeluarkan air mata.
"Ku mohon, Tolong buka matamu! Xin, maafkan aku! Hikz... hikz..."
Qing Xia terus menangis sambil memeluk mayat Han Ze Xin. Dia merasa kebingungan dan ketakutan melihat tubuh suaminya yang mulai dingin.
"Ada apa dengannya? Cepat panggilkan Ibu! Cepat!" teriak Han Ze Xin di dunia nyata.
Han Ze Xin mengangkat tubuh Qing Xia, posisi Qing Xia kini duduk bersandar di tubuh Han Ze Xin yang berada di belakangnya.
__ADS_1
"Qing Xia, Yang Qing Xia!!!" teriak Han Ze Xin dengan wajah panik.
^^^BERSAMBUNG...^^^