Putri Kebanggaan Jendral Tianzhi

Putri Kebanggaan Jendral Tianzhi
prolog


__ADS_3

di sebuah rumah seorang wanita yg sebelumnya tertidur terbangun dan di kelilingi oleh beberapa orang


"Jian ? kau sudah sadar ?" wanita tersebut berusaha agar bisa melihat dengan jelas dan


"tunggu, tangan ini ? pa-janha jangan aku masuk ke buku yg di bawa Kelin kemarin !! astaga sekarang sebagai apa aku ?" batin Kalista bingung


"jianying ? kau tidak apa kan ?" mendengar nama yg di sebut pria paruh baya di depannya Kalista berpikir tenang "oke seperti aku masuk ke tubuh wanita yg berakhir mati ditangan adik tiri nya ? dan dengan tragis ? padahal aku seorang putri jendral ?"


"emh..a-aku tidak apa ayah" Kalista berusaha duduk dan akhirnya di bantu oleh pelayan nya "nona perlahan saja" sang pria paruh baya itu mengangguk "benar kata bibi Lin , Jian ? ayah tahu kau sedih karna ibumu yg meninggal..tapi ada sesuatu yg harus ayah sampaikan padamu" jianying terdiam "bulan lalu kau ingat ? kau pergi dengan ayah untuk berperang ? dan kau juga membantu ayah memobilisasi prajurit karna itu hari ini kau akan ayah bawa untuk menemui kaisar"


dari ekor mata Kalista dapat lihat ekspresi terkejut ibu dan anak tak tahu diri itu "a-apa ? kakak di panggil oleh kaisar ?" sang ibu ikut membantah "tuan Jian sepertinya masih lemah karna kesedihan nya tentang perginya Kakak bagaimana kalau Li mei saja yg menggantikannya ?"


Kalista berdesis "tidak bisa ,ini adalah pujian yg diberikan kaisar pada nona pertama mana bisa di gantikan oleh orang lain.." tegas bibi Lin "k-kau !!" bibi Lin tak bergeming "yg di katakan bibi Lin benar ,Li Wei kita tidak bisa melakukan hal itu kaisar akan marah kalau tahu" Li Wei segera menghampiri jendral dan memegang tangan nya "tuan aku tahu ,tapi lihat lah jiyin masih lemah itu hanya akan memalukan kaisar kalau ia datang" Kalista sudah tak tahan


"ayah...yg di katakan nyonya Li benar tapi bibi juga bukan salah walau kondisi lemah ini undangan penting karna itu jiying akan pergi dengan ayah" jendral tersenyum "bagus ,kau bersiap-siap lah bibi Lin bantu ia bersiap ayah akan menunggu mu di depan rumah" jiying mengangguk "terimakasih ayah"


ayah Jian pergi meninggalkan kamar "jianying kau masih sakit bukan ? bagaimana dengan luka mu ?" Kalista menoleh datar "kenapa tiba-tiba peduli ? bukannya nyonya Li membenci ku ? karna membuat saudara Li mei tak bisa datang ke istana ?" Li mei berdiri menghampiri Kalista dan menarik kerah baju tidur Kalista tanpa malu


"nona apa yg anda lakukan !! lepaskan nona pertama !!" sarkas bibi Lin "jangan macam-macam kau jian kau hanya gadis bodoh yg tak diinginkan oleh ayah kau punya hak apa bicara seperti itu pada ibu ku" dengan santai Kalista menarik tangan Li mei agar menjauh darinya "jangan memanggil nya ayah ,kau bukan putri nya dan ingat kalian hanya selir dan putri selir, bibi Lin bawa mereka pergi aku harus bersiap untuk menemui kaisar" bibi Lin mengangguk dan segera membawa mereka keluar


"Li Wei ,Li mei ,Li hua jangan berharap setelah hari ini kalian bisa tinggal di rumah ini dengan tenang...aku akan membalas semua yg kalian lakukan dengan perlahan untuk membalas perbuatan kalian terhadap jianying.."


__ADS_1



![](contribute/fiction/3713397/markdown/20570621/1638885646254.jpg)



**Liu** **jianying


putri jendral kerajaan Lionel


baik ,pendiam ,ramah


anak dari istri pertama jendral Liu



![](contribute/fiction/3713397/markdown/20570621/1638885646258.jpg)



**Kalista Emory


wanita dari masa depan

__ADS_1


seorang pemimpin kelompok menakutkan


di hormati ribuan orang


memiliki basis kuat ,cerdik dalam rencana , bersiasat dan selalu berpegang pada prinsip nya**


"***kalau aku berkata iya tidak ada yg bisa melawan


perintah dan kata-kata ku mutlak berani menyalakan api jangan pernah berharap tak terbakar***..."



\*\*\*tidak ada menyangka seorang wanita masa depan yg memiliki tekad kuat dan prinsip yg tak terkalahkan memasuki tubuh gadis lemah lembut dan hanya pasrah menerima semua perbuatan buruk dari selir dan putrinya



Kalista wanita yg tak ingin mengalah dan percaya kalau semua yg ia lakukan tercapai berniat membalas sedikit demi sedikit luka jianying dengan kejam dan menyakitkan sampai mereka lebih berharap mati dibanding hidup di dunia....



tidak ada satupun yg berani melawan atau bahkan menentang karna berbicara tanpa izin hanya akan mengantar nya pada hidup yg menyakitkan sampai ingin mati


__ADS_1


jianying memiliki keahlian dalam bermain alat musik dan memiliki kemampuan untuk memimpin hanya saja kurang dalam melakukan perkelahian berbeda dengan Kalista yg bisa melakukan segalanya kecuali semua yg berkaitan dengan perempuan seperti mencuci atau pun memasak


__ADS_2