Putri Kebanggaan Jendral Tianzhi

Putri Kebanggaan Jendral Tianzhi
21


__ADS_3

"i-ini ?" tianzhi berjongkok "ayah ,adik aku datang" jianying langsung sadar


'astaga ini makam ayah dan adik tianzhi ? tapi kenapa dia membawa ku ? di tambah ini sedikit menakutkan walau sejujurnya aku tak merasa khawatir dari awal mereka turun dari tandu'


"ayah apa kau beristirahat dengan tenang ?" jianying langsung ikut berjongkok "salam paman dan..." tianzhi tersenyum "panggil saja Xuan" jianying mengangguk "salam a xuan maaf datang malam dan tak membawa kan bunga ,aku tak tahu kalau akan berkunjung menemui kalian" tianzhi bangkit dari jongkok membuat jianying juga ikut bangun


"kau mau apa ?" tianzhi duduk di sebuah batu dekat dengan pohon besar yg berada di pinggiran air terjun "ada sesuatu" jianying ikut duduk "ayah mu dan..." tianzhi menatap air terjun "ayah ku meninggal setelah peperangan karna racun ,saat itu adik ku xuan yi juga mengalami sakit keras" jianying terdiam "aku ikut sedih tentang paman" jianying menaruh tangan nya di atas tangan tianzhi


"setelah kematian adik dan ayah ku ibu menutup diri dan tak ingin keluar dan hanya aku yg berjuang selama ini" jianying melihat tatapan mata tianzhi yg terlihat tenang padahal menyimpan luka "aku berumur 17 ibu meninggalkan ku dan mengirim ku ke sekolah militer hingga aku menjadi seperti ini ,setiap waktu aku selalu datang ke rumah nya untuk menemuinya tapi beliau selalu menolak ku" jianying merubah posisi tangannya menjadi menggenggam tangan tianzhi "aku disini" tianzhi tersenyum kearah jianying dan menarik nafas pelan


"beliau menolak ,aku selalu ingin menemuinya aku tak ingin hidup seperti ini aku membutuhkan seseorang untuk menyemangati ku" jianying tak bisa menahan diri ia bangun dan memeluk tianzhi "kau harus tetap hidup... jangan berpikir untuk mengakhiri semuanya" tianzhi menggeleng di pelukan jianying


"tidak ada alasan untuk aku tetap hidup...sampai kau datang..." jianying terdiam tianzhi melepas pelukan nya dan menatap matanya dalam "kau hadir membuat semangat ku hidup seumur hidupku aku tak pernah tersenyum atau tertawa di dekat orang lain hanya ketika bersama mu" jianying menatap dalam mata tianzhi

__ADS_1


"karna itu.... izinkan aku mencintaimu lebih dan memberikan rumah terbaik untuk kau tinggali di masa depan" jianying mematung "ka-kau ??" tianzhi bangkit "ya aku melamar mu ,aku akan meminta izin ayah mu setelah kita sampai esok... bagaimana ? kalau kau menolak aku benar-benar...." belum selesai bicara tianzhi di buat bungkam oleh jianying yg mencium bibir nya lembut


terbawa suasana tianzhi menekan tengkuk jianying lembut dan menaruh tangannya di pinggang ramping jianying





"itu seperti nya nona dan tuan jendral" semua orang beralih menatap ke sinar terang di tengah kegelapan yg berjalan mendekat "syukurlah mereka kembali"


__ADS_1


"nona anda tidak terluka kan ?" bibi Lin menghampiri nya dengan khawatir "tidak apa ,kaki ku hanya sakit karna terjatuh" ya tianzhi dan jinying datang dengan posisi tak bisa di pikirkan



"kalian berpikir apa ? kaki ku sakit karna jatuh !!" kesal jianying melihat tatapan jianzhen yg tak biasa "iya kami percaya ,kalau begitu merepotkan jendral membawa nona masuk kedalam tandu" tianzhi mengangguk dan berjalan masuk "lanjutkan perjalanan"



pagi nya seluruh penduduk istana mendengar kedatangan dan kemenangan yg di dapatkan dari peperangan sebelumnya dan para pasukan yg kembali hari ini



seluruh jalan menuju istana kaisar ramai dengan ucapan terimakasih dan selamat datang kembali yg di ucapkan kepada pasukan yg tiba dari peperangan dan mendapat kemenangan bahkan sebuah perjanjian

__ADS_1


__ADS_2