Putri Kebanggaan Jendral Tianzhi

Putri Kebanggaan Jendral Tianzhi
33


__ADS_3

Jianying kembali masuk kedalam dengan mangkuk obat Tianzhi bangkit dan membantunya "aku baik-baik saja untuk apa memapah ku" Tianzhi mendudukkan Jianying ke samping ibunya


"Jianying, terimakasih sebelumnya sudah membantu bibi" Jianying menggeleng "tidak perlu bibi ,aku melakukannya karna berhutang pada bibi ,jika bukan karena tindakan ku pada dekrit itu bibi tidak mungkin di racuni seperti ini" ibu Tianzhi meraih tangan Jianying yg meremas jubah nya sendiri


"penasihat kemarin meminta ku untuk menjauhkan kalian ,dan meminta ku menolak mu sehingga Tianzhi bisa kembali ke Medan perang tapi aku tidak melakukannya, jika aku menyetujuinya ketika anak itu kembali dia akan benar-benar mengulang kembali masa lalu ketika ayah dan kakaknya itu , Jianying sebelum nya bibi akan mengatakan ini padamu"


Jianying terdiam mendengarkan "setiap dari kalian memiliki rahasia masing-masing ,aku mengerti tapi apa kau juga percaya kalau Tianzhi bisa menyimpan rahasia mu ? dia juga bisa melakukan itu ,dan kehidupan istana tidak semudah atau senyaman orang lain lihat banyak siasat jahat yg akan terarah pada mu ketika kau mengambil keputusan melawan"


Jianying mengangguk "aku mengerti bibi ,anda tidak perlu khawatir tentang itu aku juga belajar dari kehidupan ku kalau semuanya penuh dengan siasat untuk bertahan hidup di sekitar istana kau harus tahu batasan dimana kita menyerang dan membuat garis pembatas untuk menghindari peperangan, semua orang akan haus pada jabatan sehingga tak peduli saudara atau bahkan anak kecil akan terkena akibatnya"


"karna alasan itu juga ,ibu ku memberiku obat agar aku sakit dan tidak mengikuti debut bangsawan seperti gadis biasanya dan itulah alasan juga kenapa makam ibu ku tidak bisa dibangun" Tianzhi menepuk pundak nya lembut ,seolah memberikan kekuatan nya agar tetap berdiri , Jianying membawa tangan Tianzhi dan membawanya keatas punggung tangan bibi


"bibi jangan khawatir, aku percaya bisa menghadapi masalah yg hadir nanti ,kami bisa berbagi pikiran lalu mendapatkan cara menyelesaikan nya ,bahkan jika istana benar-benar mengeluarkan dekrit suci aku hanya bisa membawa putra mu lari dan tinggal sembunyi-sembunyi di hutan" ibu Tianzhi tersenyum "kalau begitu aku sudah tenang , setidaknya putraku ini memiliki seseorang yg akan memarahinya ketika mengambil jalan tengah, aku akan mendoakan agar kalian seumur hidup terus bersama hingga memberiku cucu yg menggemaskan"


Jianying bersemu seketika "bibi bicara apa sih" Tianzhi terbatuk sembari memalingkan wajahnya ,ibu Tianzhi tersenyum "terimakasih sudah hadir satu sama lain dan saling melengkapi" Jianying menatap Tianzhi sejenak lalu tersenyum

__ADS_1




setelah kediaman ibu Tianzhi tenang , Jianying duduk di taman kediaman Tianzhi , Tianzhi sedang pergi mengurus rumah nya sendiri .



Kelin menghampiri nya "nona , bagaimana ? apa perlu aku mencari informasi ke istana ?" Jianying menggeleng "untuk sekarang jangan ,apa kau sudah mendapat siapa yg berada dibalik insiden ini ? aku tahu pelakunya tapi kita tetap perlu bukti nyata bukan hanya perkataan bibi saja" Kelin mengangguk "aku tahu ,aku akan berkeliling dan mencari informasi jelasnya nona kau tidak merasa sesuatu ? kau juga terkena racun kan ?" Jianying tersenyum "itu akan di detoks sendirinya biarkan saja"




Jianying menepuk lembut punggung tangan Kelin "kau belum belajar ? ketika menghadapi musuh yg memiliki ribuan cara untuk menjatuhkan, kau harus tenang dan memikirkan solusi kalau aku memikirkan terlalu serius mereka mengira aku berniat menyerang sehingga mereka akan menyerang lebih dulu ,tapi kalau aku terlihat santai begini setidaknya lawan mengira aku akan pergi dan tidak mengusik mereka sehingga mereka tidak akan menyebabkan kekacauan"

__ADS_1



"jangan menganggap diam nya seseorang ternyata untuk melihat saja ,asal kau tahu didunia ini penjahat yg sangat kejam bukanlah orang yg membunuh langsung melainkan diam mengamati lalu menyerang hingga musuhnya tak berkutik menurutmu kenapa raja setiap dihadapkan masalah akan tenang sedangkan para menteri nya ketakutan ,itu karna dia sadar ada jalan lain yg bisa dia ambil tanpa perlu melakukan banyak hal ,jika benar-benar buntu maka membunuh adalah cara terbaik"



Kelin terperangah "nona ,pantas kau seroang pemimpin terbaik di grup kita bahkan ular putih takut padamu ternyata karna ini ,nona kau sangat keren aku akan pergi sekarang dan mencarikan makanan selera nona" Jianying mengangguk



Tianzhi datang menghampirinya, Jianying menoleh "kau sudah selesai ?" Tianzhi mengangguk "sudah ,aku mengirim seseorang untuk mencari tahu dekrit suci nya" Jianying mengangguk "kau tidak perlu buru-buru, kita bisa menunggu perlahan oh kudengar dari pelayan ada salah satu prajurit mu yg ditemukan tewas ?"



Tianzhi mengangguk "kau sudah mendengarnya ? ku pikir itu mata-mata penasihat menurutmu bagaimana ?" Jianying tersenyum "tidak ada yg tahu ,biarkan begini dulu saja untuk saat ini dan aku lebih baik meminimalkan orang yg tahu pasukan rahasia mu, aku takut maksud dari pembunuhan prajurit itu untuk mencari tahu kelemahan mu" Tianzhi mengangguk "aku akan melakukannya nanti ,kalau begitu bertanya padamu apa yg akan kau lakukan beberapa hari kedepan ?"

__ADS_1



Jianying menatap datar kedepan "mengurus kediaman lah ,sebelum dekrit nya jelas aku perlu mengganti beberapa mata-mata di kediaman lalu mencari seseorang untuk membantu kita" Tianzhi menepuk pundak nya "baiklah katakan padaku kalau kau membutuhkan sesuatu dan ini...." Jianying menatap bingung "apa itu ?" Tianzhi berjalan ke belakang Jianying dan memasangkan sebuah tusuk konde giok indah "aku membelinya karna indah dan ternyata sangat cocok padamu" Jianying tersenyum merasakan hiasan di tusuk konde tersebut "terimakasih"


__ADS_2