Putri Kebanggaan Jendral Tianzhi

Putri Kebanggaan Jendral Tianzhi
4


__ADS_3

tabib istana sudah memeriksa "lapor kepada yang mulia kaisar tangan tuan putri sudah cukup membaik tapi sepertinya beberapa hari ini ada gerakan yg membuat luka nya lebih lama membaik" kaisar menatap jianying "yang mulia maafkan hamba ,hamba melatih pedang dengan satu tangan padahal tangan hamba terluka"


semua orang diam "kenapa putri bertindak gegabah ?" jianying menatap sendu kearah permaisuri "hamba dengar kalau dalam 2 Minggu kedepan jendral muda tianzhi akan memimpin pasukan biru menuju musuh karna itu hamba pikir tak bisa hanya diam dan menunggu pulih maaf hamba lancang" tianzhi bangun tiba-tiba dan bersujud "tolong yang mulia memaafkan tuan putri jinying sebenarnya beberapa hari ini hamba yg membantu tuan putri berlatih pedang dengan satu tangan"


kaisar terdiam "kalian ini....karna sudah begini ya sudah kalian lanjutkan saja selama tak meninggalkan batas lebih dan jendral jangan terlalu bertindak kasar pada putri jianying" tianzhi mengangguk "hamba mendengar kan"


"sudah karna perayaan akan di mulai aku ingin putri jianying menemani hamba selama perayaan, apa bisa ?" jianying menunduk "maaf yang mulia hamba pikir Li mei lebih pantas karna dia sangat pandai berbicara dan berteman ,dan Li mei pasti bisa membantu yang mulia putri pertama sedang terluka jadi tak akan nyaman"


jendral Liu berbalik melirik tajam Li Wei yg main bertindak tanpa berpikir "apa yg di katakan bibi Wei benar yang mulia ,mungkin lain kali hamba yg akan menemani yang mulia permaisuri" kaisar melirik permaisuri yg sepertinya tak ingin ditemani selain dengan jianying "putri jianying terlalu berpikir banyak dan selir Wei saya tahu yg baik apa selir berpikir kalau keputusan saya salah ?" Li Wei langsung bersujud "hamba tak berani yang mulia permaisuri"


kaisar mengangguk "bagus kalau begitu ,putri jianying kau dan jendral tianzhi akan menemani yang mulia permaisuri melihat bunga di taman



__ADS_1


jianying berjalan di samping yang mulia permaisuri dengan jendral tianzhi berdiri tepat di kanan permaisuri dan jianying berdiri di kiri nya



"jianying ? apa kau memiliki nama panggilan ?" jianying mengangguk "emh jianying memiliki nya ibu dulu sering memanggil jianying sebagai jinying dan begitu juga ayah baru-baru ini kalau orang lain akan menyebut jianying sebagai putri Jian" permaisuri mengangguk "kalau begitu apa jianying tak masalah kalau permaisuri memanggil mu jinying ? itu akan sangat bagus" jinying tersenyum kecil "hamba akan sangat bersyukur semoga yang mulia permaisuri dan yang mulia kaisar di berikan umur panjang"



permaisuri mengangguk "semoga ,jendral tianzhi juga ? kenapa tidak ingin menggunakan embel pangeran di banding jendral ?" jinying melirik tianzhi yg diam "yang mulia bisa memanggil hamba seperti itu jika ingin" permaisuri mengangguk "baiklah jadi aku akan memanggil kalian putri jinying dan pangeran tianzhi"




setelah kepergian yang mulia permaisuri tertinggal jianying dan tianzhi di taman "putri jinying sepertinya mengingat sesuatu sampai seperti itu" jianying menoleh "emh pangeran tianzhi terlalu banyak berpikir hamba mana berani berpikir lebih di dekat pangeran" jianying berjalan mendului pangeran tianzhi

__ADS_1



"apa putri sudah mendapatkan pedang pribadi ?" jianying menoleh "tentu saja seperti pangeran yg memiliki Tian jianying juga memiliki Zhi Liu bagaimana menurut pangeran ?" tianzhi mendekat dan menepuk dahi jianying "Zhi Liu mu tak akan bisa mengalahkan Tian Qi ku" jianying menatap sebal "pangeran bermain-main"



tiba-tiba tianzhi menarik tangan kiri jianying "apa luka nya masih sakit ?" jianying terdiam melihat wajah tianzhi terlalu dekat dan tatapan lembut tianzhi dengan spontan jianying menarik tangan nya "sudah tak masalah hanya menunggu bekas hilang" jianying berpaling "kalau aku bertanya jawab yg serius" tianzhi kembali menarik tangan jianying dan menekannya tanpa sengaja "aw...pangeran ka-kau !!" tianzhi yg sadar langsung mengangkat tangan jianying dan meniup luka yg di perban tersebut



"maaf ,apa begini sudah tak sakit ?" jianying diam melihat tianzhi dan sebaliknya sampai...."jianying ada.... jendral tianzhi ? maaf mengganggu" jianying langsung menjaga jarak dan memperbaiki ekspresi nya "a-ayah dan yang mulia kaisar ada apa ?" kaisar tersenyum penuh arti tidak ada apa-apa hanya putri jianying tolong tinggal di paviliun Qi sebentar untuk mengobrol dengan para teman sepantaran putri"



jianying melirik tianzhi yg diam tak merespon "emh baik kalau begitu hamba pamit" jianying melangkah pergi di tengah jalan bibi Lin datang "nona...." tuan Liu tersenyum kecil "hamba akan mencari tianba untuk mengatakan sesuatu selamat tinggal yang mulia kaisar dan jendral Lui"

__ADS_1



setelah kepergian jianying dan tianzhi "jendral Lui jujur saja mereka sangat baik bukan ?" jendral mengangguk "tentu akan sangat bagus kalau jianying dan jendral tianzhi bisa melakukan pernikahan" kaisar dan tuan Liu bertukar pandangan


__ADS_2