
jianying siap dengan pakaian nya
"jinying apa kau sudah siap ?" jendral masuk "jinying bukan kah pakaian ini terlalu biasa untuk menemui kaisar ? apa kau ingin mempermalukan keluarga kita ?" jianying menatap Li Wei datar "bibi aku dan ayah datang untuk menerima panggilan bukan menjadi selir untuk apa memakai pakaian berlebihan"
sang ayah tersenyum "begini juga pantas mari kita pergi" jianying mengangguk "jinying akan merepotkan ayah" sang ayah menarik lembut tangan jinying membawa nya naik keatas kereta kuda menuju istana kaisar
setelah beberapa perjalanan mereka sampai di istana
beberapa pelayan membawa ayah dan jianying menuju aula perkumpulan para menteri dan pejabat negara
"jendral Liu dan nona jianying memasuki aula" semua orang beralih menatap anak ayah tersebut
__ADS_1
"hormat hamba pada yg mulia kaisar negri Leoni" sang kaisar mengangguk dan beralih menatap jianying yg menunduk hormat "salam hormat semoga yang mulia diberikan umur panjang ,hamba Liu jianying memberi salam" sang kaisar tersenyum
"emh ,nona Jian apa kau sudah diberitahu oleh ayah mu tentang kedatangan mu kemari ?" jianying mengangkat kepala sebentar dan beralih menunduk "tidak yang mulia" sang kaisar mengangguk "kalian ayah dan anak akur kan ?" jendral langsung mengangkat tangan hormat "tentu saja yang mulia ,hanya saja beberapa waktu lalu ia baru sadar setelah beberapa hari pingsan" sang kaisar menatap jianying yg menunduk
"benarkah itu ? apa yg terjadi pada nya ?" jianying mengangkat kepala "maaf yang mulia memang benar beberapa hari ini hamba sudah tertidur di atas kasur itu hanya karna kesehatan hamba yg sedang tak baik" kaisar mengangguk "memang nya apa yg terjadi sampai kesehatan putri jendral Hui terganggu ?" jendral Hui menunduk
"maaf kan hamba yang mulia i-ini kelalaian hamba" jendral menunduk malu "bukan salah mu jendral kau juga pasti sedih ketika istri yg menemani mu berdiri sampai sekarang pergi ya kan Baginda ?" kaisar mengangguk setuju dengan perkataan permaisuri nya "benar ,sudah semuanya diharapkan kedepannya tak membicarakan ini dan jianying aku sebagai kaisar ingin memberikan sebuah jabatan untuk mu"
semua orang menatap diam tak percaya "hamba takut menolak" kaisar melirik kearah pria yg duduk tenang tak bergeming sedikit pun "ku dengar putri jendral memiliki kemampuan dan analisis kuat bagaimana menjadi wakil jendral tianzhi ?" jianying terdiam sejenak "hamba takut tak bisa memenuhi harapan yang mulia" jianying sedikit bingung terlihat juga beberapa pejabat bahkan ayahnya sendiri khawatir
__ADS_1
"benar yang mulia nona jianying masih terlalu muda di tambah Medan yg di hadapi jendral muda tianzhi selalu berbahaya bagaimana seorang perempuan...." pejabat yg belum saja selesai terdiam karna sebuah sumpit kayu tertancap di hadapannya "pejabat Qiu ? apa anda meragukan keputusan yang mulia ? atau anda terlalu meremehkan tuan putri jianying ?" pejabat tersebut bungkam "Qiu yan tak berani yang mulia ,jendral muda tianzhi"
"jadi bagaimana putri jianying ? biar tianzhi melihat potensi mu dalam pertarungan nanti kalau memang baik aku tak akan segan mengangkat mu dan ayah mu" jianying terdiam dengan tawaran yang mulia tapi di satu sisi "yang mulia.." jianying menahan tangan ayahnya "hamba akan berusaha sekuat tenaga untuk menerima keputusan yang mulia kaisar" semua orang terdiam
semua orang di bubarkan jianying harus menunggu ayahnya karna ada yg ingin di bicarakan dengan yang mulia kaisar dan dengan berat hari jianying harus menunggu di taman utama istana Lionel
"tuan putri jianying memiliki keberanian besar ya ? sampai menyetujui keputusan yang mulia kaisar" jinying menoleh dan langsung memberi hormat "hormat jendral muda tianzhi....jianying memang memiliki nyali besar tapi selama berusaha itu akan mungkin" tianzhi tersenyum "benar-benar nyali besar kalau begitu tuan putri tak perlu memanggil ku dengan salam hormat panggil saja tianzhi"
jianying menunduk "jianying tak berani" tianzhi mendekat ke arah jianying "kalau begitu aku mengharapkan semangat nona jianying nanti di Medan darah" jianying berdesis "jinying !!" merasa terpanggil jianying mengangkat kepala "ayah"
"hormat jendral muda tianzhi ,apa putri ku melakukan sesuatu ?" tianzhi menggeleng "tidak ,putri anda benar-benar cukup berani saya hanya mengobrol sebentar kalau begitu saya akan meninggalkan kalian" tianzhi melangkah pergi membuat jianying bernafas lega "ayah ?" jendral menatap jianying "jinying kau bisa menolak kenapa menerima nya ? kau tidak belajar pedang kecuali umur 5 tahun" jianying menunduk "tapi kalau jinying menolak ayah akan malu di tambah para pejabat tersebut selalu memandang rendah ayah jinying tak bisa melihat itu"
jendral mengusap kepala jinying "kau terlalu berlebihan , hari ini mari kembali dulu dan membicarakan di rumah besok aku akan meminta sepupu mu membantu mu belajar beladiri" jianying mengangguk "baik ayah"
__ADS_1