
jianying melihat sekeliling "a-aku dimana ?" jianying berusaha melihat dengan jelas sekitarnya dan sebuah suara menyadarkan nya
"nona semua sudah berjalan pasukan jendral sudah berangkat dan mata-mata kita sudah berada di antara pasukan bala bantuan" jianying terdiam melihat sosok nya duduk dan mulai melihat kearah meja
"nona jendral Kembali" jianying menatap terkejut "jendral kau sudah kembali ?" tianzhi yg datang dengan pakaian perang nya mendekat "bagaimana ?" jianying yg duduk mengangguk "sesuai rencana pasukan bala akan segera mundur dengan tuan wu kita hanya perlu menyerang ke arah belakang dengan pemanah" tianzhi mengangguk
"kau sudah bekerja keras istirahat lah sebentar biarkan yg lain memandu" jianying mengangguk dan pergi ke tendanya di tengah jalan ia tak sengaja melihat seorang yg tertutup berjalan mencurigakan
jianying terus berjalan sampai tak sadar sebuah panah api meluncur dan menembak kearah tenda spontan jianying berbalik dan melihat tianzhi yg sudah keluar "tianzhi berhati-hatilah !!" tianzhi hanya tersenyum di saat seorang pria tak terlihat jelas membawa pedang untuk menusuk tianzhi
__ADS_1
"jianying !! jianying sadar lah" jianying membuka mata nya nafasnya tersengal "syukurlah" jianying baru saja akan bangun tepat ketika tianzhi memeluk tubuhnya "k-kau benar benar..." jianying hanya diam tangannya sebisa mungkin menepuk pundak tianzhi untuk tidak khawatir "a-aku sudah lebih baik" tianzhi melepas pelukan dan menatap jianying
"kau tidak merasa sakit ?" jianying menggeleng "tidak aku sudah lebih baik hanya perlu istirahat sejenak" tianzhi mengangguk "jendral karna nona sudah sadar anda harus segera ke garis depan pasukan kita sudah menunggu anda" jianying sadar ini sudah pagi dan pasukan seharusnya sudah bertemu dan beradu pedang
"tianzhi kau tidak bisa disini pergi lah.." tianzhi menatap sedih "kau yakin akan baik-baik saja ?" jianying mengangguk "aku akan segera membaik bawalah pasukan mu dan hadapi musuh aku di belakang akan melakukan sebisa ku" tianzhi menghela nafas pelan
"itu dengan syarat kemenangan" tianzhi tersenyum penuh kemenangan "tentu saja ,kau sudah berjanji jadi jangan mengingkari nya" tianzhi mengecup kening jianying dan berbalik pergi semua yg melihat hal itu terdiam
"jendral kau ?" belum sempat berpendapat tianzhi segera menyeret pengawal nya pergi dari sana "jangan bicara lagi" melihat itu jianying menarik tangan nya dan mendengus "dasar jendral tak tahu malu !! jianzhen keluar sekarang jangan masuk sampai aku memberi perintah dan kalian juga" semua orang bergegas keluar atas perintah jianying
__ADS_1
"apa nona malu ?" mendengar kata polos jianzhen jianying membalikan badannya "keluar untuk apa masih bicara hah !!" jianzhen langsung pasrah pergi di ikuti beberapa pelayan dan tabib yg mengobati nya sebelumnya
tianzhi berjalan dengan berani menuju Medan perang sedangkan pasukan bala bantuan yg di pimpin oleh tuan Jun dan wu sudah berada di belakang gunung
seorang pengawal menghampiri mereka "tuan jendral dan pasukan utama sudah berjalan dan akan segera sampai di Medan perang" tuan wu bernafas lega berbeda dengan Jun yg sedikit meringis "lalu bagaimana dengan nona itu ?" pengawal mengangguk
"nona jianying sudah sadar dan berada di tenda utama untuk beristirahat sejenak" wu mengangguk "syukurlah kalian para prajurit bersemangat lah kemenangan akan jatuh pada tangan kita" para pasukan menjerit semangat
Jun yg mencengkram tombak nya "hebat juga karna berhasil selamat kalau begitu aku akan meminta rekan menghabisi nya di tenda utama lagi juga tak lama lagi nyawanya akan segera pergi" Jun tersenyum smirk
__ADS_1