
tianzhi dan jianying sekarang sudah duduk dengan tenang , jianzhen juga menyajikan teh untuk mereka .
"jendral ,dahi anda lebam bagaimana itu bisa terjadi ?" tianzhi menggeleng "bukan apa-apa" walau berkata begitu tianzhi mengalihkan pandangan pada jianying yg sudah memalingkan wajah .
"nona...apa anda memerlukan sesuatu yg lain ?" jianying menatap jianzhen "ah ,besok aku ingin kau tetap di kediaman menjaga di dekat pintu , khawatir akan ada kerabat lain" jianzhen mengangguk "kalau begitu aku akan meminta penjaga memperketat penjagaan" jianying mengangguk
"kalau begitu ,aku akan pergi dulu" Jianzhen membungkuk sebelum pergi dan menutup pintu .
"jinying ,kau tidak merasa kejam ?" jianying menatap tianzhi , pandangan nya tertuju pada dahinya yg memang sedikit lebam "jangan khawatir ini akan segera sembuh" tianzhi yg baru saja menutup mata sejenak lalu membuka mata terdiam
"maaf ,siapa yg menyuruhmu terus menggoda aku akan meniup nya agar tidak sakit" jianying sudah berada di depannya dan meniup lebam di dahinya ,tianzhi benar-benar terhipnotis dengan jarak sedekat ini ia bisa menghirup aroma tubuh jianying yg sangat khas.
tangan nya terulur untuk menahan jianying ,jianying berdecak pelan "tianzhi ,kalau kau tak ingin terluka lagi jauhkan tangan mu" tianzhi tidak mendengarkan ia tetap menaruh tangannya itu ke kebelakang perut jianying
"biarkan dulu begini" jianying yg sudah ancang akan memukul menahan tangan nya ,ia melirik tianzhi yg sudah menundukkan kepalanya dan bersandar pada perut jianying , "kau bertindaklah seperti jendral ,ada apa tidak biasanya kau begini" tianzhi menggeleng "tidak ada ,hanya saja beberapa hari ini kau pasti lelah kan ?"
__ADS_1
jianying terdiam "kau teruslah ingat apa yg akan ku katakan ya ?" jianying terdiam mendengar itu tianzhi melepaskan jianying dan menangkap kedua tangan jianying yg tergantung kosong di udara ,ia menggenggam erat tangan itu
"jianying...didunia ini kau adalah satu-satunya hal terpenting di hidupku ,kau bisa membagikan semua rasa sakit ,sedih atau sesuatu yg memberatkan mu padaku ,kau sudah berjanji pada ku kalau kau akan berada disisi ku selamanya ,kau berjanji di depan ayah dan adik ku" jianying termenung
"aku tidak ingin kau terbebani oleh sesuatu sendirian ,kau bisa menceritakan padaku dan kita bisa pikirkan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah nya, kau bisa kan percaya padaku dan menceritakan semuanya ?" jianying terdiam ,ia tak bisa mengontrol ekspresi nya untuk saat ini , pikiran nya berkecamuk tentang kebenaran dirinya ,tentang dirinya yg bukan dari dunia ini .
melihat perubahan wajah jianying ,tianzhi terdiam sejenak lalu dengan perlahan ia menggapai wajah jianying ,ia menatapnya sejenak lalu tersenyum "kau bisa mengatakan semuanya pelan pelan ,aku akan selalu menunggumu ,kau tidak perlu khawatir aku akan meninggalkan mu ,karna selamanya aku akan berada di samping mu dan mendukung mu" tianzhi mendekatkan dahinya dan dahi jianying .
"yah ,kau kan selalu datang tanpa di undang seolah-olah ini adalah rumah mu bukan kediaman jendral" tianzhi tersenyum ia menepuk kepala jianying "ya ,kau kan rumah ku dan sebaliknya jadi apa salah kalau aku datang kesini ? lagi juga aku kan membantu mu mengurusi urusan kediaman kan ?"
__ADS_1
mereka sudah sampai ,bibi Lin terdiam melihat mereka "jendral , seharusnya tidak perlu repot hingga mengantar nona besar ke kamar ,anda bisa memanggil pelayan..." tianzhi menggeleng "tidak perlu ,aku yg akan mengantar nya sekarang dan dimasa mendatang nanti"
jianying menutup mulut nya karna merasa mengantuk "nona besar sepertinya sudah mengantuk ,kalau begitu jendral tidak perlu repot lagi , sisanya biar saya" tianzhi mengangguk pasrah
sebelum pergi ia mengecup kening jianying lembut dan tersenyum "beristirahat lah ,aku akan kembali" jianying tidak menjawab sama sekali ,ia hanya memandang tenang berbeda dengan beberapa pelayan yg melihat dan bibi Lin ,yg terkejut melihat adegan itu
"aku pergi..." tianzhi mulai pergi dan jianying segera masuk kedalam kamar nya tanpa menunggu lama , ia juga langsung menutup rapat pintunya "aku akan melakukannya sendiri ,bibi tidak perlu khawatir" bibi Lin mengangguk pasrah dan segera pergi dengan pelayan .
__ADS_1
di dalam kamar jianying mendengus kesal "tianzhi apa sangat menyenangkan ? , benar-benar hebat berani melakukan hal seperti itu didepan bibi Lin !! benar-benar tak tahu malu !!" jianying sangat kesal dan bergegas melepas semua barang yg melekat di badannya hingga tersisa jubah dalam nya lalu segera berbaring tidur