
siangnya jinying langsung di ajarkan oleh tianzhi dengan alasan agar tidak membuang-buang waktu
"entah kenapa aku merasa jendral tianzhi seolah sengaja ?" tianzhi menoleh "apa tuan putri menuduh ku yg merencanakan hal ini ?" jinying menggeleng "hamba mana berani ,lagi juga ini tulus perbuatan Li mei tapi kenapa jendral tianzhi ingin membantu ku ? dan menolak sepupu mengajari ku ?" tianzhi menatap datar
"tidak ada alasan penting ,hanya dia tak berpengalaman dan kalau di lihat dari cara memegang pedang bukannya putri....... berpura-pura ?" jinying terdiam ketika tianzhi membisikkan sesuatu yg benar-benar mengejutkan "apa maksud jendral ? aku memegang pedang di umur 5 tahun bagaimana bisa aku berpura pura ?" tianzhi menggeleng "tidak ada komentar mari mulai saja , jangan ragu" jinying tersenyum "hamba tidak pernah ragu terhadap keputusan hamba atau jalan yg hamba lalui"
beberapa hari berlalu kaisar secara khusus mengundang jinying untuk datang ke acara ulangtahun permaisuri yg sudah pasti di hadiri oleh banyak putri bangsawan
tuan Liu secara khusus meminta jinying membuat terkejut untuk yang mulia permaisuri dan dengan sisa waktu sedikit jinying berhasil menyelesaikan hadiahnya dan bersiap untuk berangkat
setelah selesai jinying keluar dari kamar nya dan pergi ke keluar rumah terdapat 2 tandu sedang "emh bibi Lin ada yg ikut pergi juga ?" bibi Lin mengangguk "sepertinya begitu putri" jinying tersenyum kecil
__ADS_1
"kakak pertama ,maaf membuat mu menunggu" jinying menoleh "emh adik mei memakai pakaian cantik ? apa menyiapkan hadiah untuk yang mulia permaisuri ?" Li mei mendengus "ayah bilang kakak sudah membuatkan nya untuk kami jadi tak perlu ,apa kakak pertama tak membuatnya untuk adik ?" jinying memalingkan wajah "mei tidak apa ibu sudah menyiapkan hadiah nanti kau berikan pada yang mulia permaisuri ya ?" Mei mengangguk
"jangan buang-buang waktu lagi ,jinying kemari lah ada hal yg ingin ayah bahas padamu" jinying yg akan menaiki tandu di tahan Li mei "ayah apa pantas kakak pertama naik tandu bersama ayah ? bagaimana dengan ibu ku ?" jinying menarik sudut bibirnya pelan "kalau begitu adik sepertinya harus berangkat dengan tandu lain karna bibi Lin akan duduk bersama ku" Li mei membulatkan mata "a-apa ?"
"tuan ? bagaimana ini kita tak mungkin meninggalkan Li mei kan ?" jinying langsung naik tanpa menunggu jawaban jendral Lui "Li mei kau dan ibu mu duduk saja di sini" jendral yg sudah naik ke dalam tandu turun berpindah ke tandu jinying
kaisar mengangguk "tidak perlu sungkan ,jendral siapa kah 2 wanita di belakang mu ?" jendral Lui sedikit ragu "maaf menyela yang mulia kaisar dia adalah selir ayah dan adik Li mei mereka keluarga jauh ibu ku" jinying melirik Li mei yg sangat terkejut begitu juga Li Wei
"benarkah ? ouh kalau begitu kalian silahkan duduk" jinying melangkah bersama jendral Liu menuju bangku yg di berikan Li mei dan Li Wei sedikit menahan kesal karna gelar mereka disebutkan dengan santai
__ADS_1
"hari ini yang mulia permaisuri ulangtahun apakah keluarga jendral memberikan sebuah hadiah ?" jinying melirik tianzhi yg sepertinya berniat mencari masalah "jendral muda terlalu terbuka ,tentu saja kami keluarga jendral menyiapkan hadiah jinying" jinying membungkuk baru saja akan bangun "kakak ,biar aku saja" Li mei berniat menyerobot dan dengan sengaja menarik gaun jinying beruntung jendral tianzhi menahannya agar tak jatuh
"a-adik....apa yg kau lakukan ?" jinying menyipitkan mata menahan kesal "ma-maaf kakak ,tangan ku licin mohon yang mulia memaafkan Li mei yg gugup..." permaisuri mengangguk "jendral muda terimakasih bantuannya" jinying mendorong lembut jendral beralih berdiri tegak
"yang mulia permaisuri hamba meminta maaf atas kecerobohan adik karna ini pertama kalinya ia datang ke istana" permaisuri tersenyum "tidak apa ,kalau boleh tahu hadiah apa yang putri jianying buatkan untuk ku ?" jianying mengangguk
"ini adalah lilin aromaterapi ,dengan harum bunga mawar 🌹 kesukaan yang mulia permaisuri" kaisar mengerutkan kening "lilin ? bagaimana menggunakannya ?" jinying membungkuk "mohon yang mulia permaisuri mengizinkan saya membakar sesuatu" permaisuri mengangguk
jinying menarik kotak hadiah dan membakar sumbu dari lilin aromaterapi tak berangsur lama dari nyala Lilin harum bunga mawar semerbak mengelilingi aula membuat semua orang menjadi tenang
"benar-benar bagus ,putri berbakat sekali Yun tolong ambil lilin nya dan letakkan disini" pelayan permaisuri datang dan membawa lilin tersebut ke sebelah permaisuri "hadiah yg menarik ,putri jinying sangat menjanjikan" puji kaisar "yang mulia kaisar terlalu memuji" jinying berjalan kembali menuju bangku duduknya "kerja bagus jinying" tuan Liu mengusap kepala jinying lembut "terimakasih ayah"
"benar-benar mengesankan hadiah dari putri jinying lalu bagaimana dengan adiknya ?" jinying menatap kesal beberapa pejabat yg sepertinya sengaja "emh yang mulia permaisuri sebagai ucapan maaf karna kejadian tadi mei mei ingin menarikan sebuah tarian tapi yg mengiring suaranya kakak pertama" jinying menoleh dengan senyum kesal
"maaf adik ,tangan kakak sedang tidak bisa bermain musik jadi tak bisa menemani adik menari" kaisar beralih menatap pergelangan tangan jinying yg dari tadi di sembunyikan "jendral apa yg terjadi pada tangan putri jianying ?" jendral membungkuk hormat "ada sebuah kesalahan yang mulia sehingga membuat putri ku terluka" kaisar melirik tianzhi
"bagaimana kah kejadiannya ? luka nya seperti tak ringan" jinying berdiri memberi hormat "yang mulia sebenarnya ini masalah keluarga kami tapi karna yang mulia kaisar ingin tahu kami akan mengatakannya sehari setelah kembali dari istana ayah bertanya bagaimana untuk pelatihan dan hamba mengatakan putri siap melakukannya mulai besok untuk mengasah keterampilan pedang karna itu ayah mengundang sepupu Kun untuk membantu hamba berlatih"
__ADS_1
"langsung berlatih ? apa luka itu di sebabkan pedang ?" jinying menarik tangannya malu "benar yang mulia di tengah latihan tiba-tiba Li mei memeluk jinying membuat kehilangan fokus dan karna sedang beradu ringan dengan Kun jinying mendorong Li mei menjauh dan tanpa sengaja melukai tangannya" kaisar mengangguk "aku dengar jendral muda tianzhi juga hadir ? bagaimana dengan keadaan apa benar ?"
tianzhi mengangguk "itu benar yang mulia hamba melihat dengan mata kepala hamba dan yg di katakan jendral Liu dan Putri jinying benar tak ada yg berbeda" kaisar mengangguk "kalau begitu tabib periksa tangan putri jianying" Li wei terdiam karna perintah yang mulia kaisar