
tianzhi sampai "salam untuk jendral besar" jendral Heng menatap ke arah tianzhi yg masuk "ada apa dengan jendral ini ? wajah anda sangat pucat apa karna sesuatu ?" tianzhi menggeleng "jendral Heng terlalu perhatian ,ada urusan apa jendral kemari bukan kah anda sudah membeli selir itu ?" jendral Heng berbalik melihat ke arah gadis yg duduk di dekatnya
"benar tapi aku dengar kalau anda membawa putri jendral Liu ? aku jadi ingin tahu bagaimana rupa putri jendral" tianzhi tersenyum remeh "maaf sayangnya nona jianying sedang kembali dan beristirahat jadi mungkin tak bisa menemui jendral" jendral Heng membanting gelasnya
"wow apa jendral tianzhi sudah tak peduli pada kemenangan ? kenapa kau tidak mengizinkan kalau nona jianying menemui ku ?" tianzhi berdesis
"kalau tidak bisa terpaksa aku harus menghukum bawahan Anda yg berani datang ke wilayah saya" tianzhi menghela nafas "jendral Heng nona jianying sudah beberapa hari ini tak bisa istirahat karna itu sekarang tak bisa di ganggu ku harap jendral memaklumi" jendral Heng berbalik menatap tajam pemimpin wu
__ADS_1
"siapa ini ? apa bawahan juga bisa mengatakan hal seperti itu pada ku ?" pemimpin wu terdiam "prajurit pukuli pria tua itu" seorang pengawal bangkit dari sisi Heng jiu . pengawal tersebut mengangkat tangan nya baru saja akan menyentuh
"Zhen" seseorang melesat cepat dan menendang jauh pengawal tersebut ke depan pintu masuk "k-kau rendah beraninya !!" pengawal mengumpat baru saja akan bangun sebuah aura menyeramkan menyerang di belakang membuat nya sontak berbalik "k-kau !!"
"nona" jianying berdiri di depan pintu "selamat datang nona" jianying mengangguk "tadi kau mengatakan apa ?" pengawal tersebut bergetar ketakutan "kenapa diam ?" pengawal tersebut menggeleng ketakutan "ha-hamba tak be-berani" jianying menarik nafas lembut
jianying beralih menatap selir yg mencari perkara dengan nya sebelumnya "aku tanya kembali dengan posisi apa kau berkata begitu pada ku ?" jianying melirik jianzhen dengan cepat jianzhen mundur dan berdiri di samping jianying "kenapa masih diam ? bawa seperti permintaan nona" pengawal yg akan maju terhenti "ganti jianzhen patahkan kaki kirinya dan lumpuhkan tangan kanan nya" Jianzhen mengangguk dan berbalik
__ADS_1
setelah selesai jianying maju mendekati tianzhi "nona" pemimpin wu bangkit dan memberi hormat "pemimpin wu" pemimpin wu mengangguk dan duduk ketika merasa hormat nya di terima "apa ini putri dari jendral Liu ? sungguh tak terduga putri jendral yg di katakan bodoh sangat dewasa di luar dugaan" jendral Heng bangun dan bertepuk tangan
"jendral Heng terlalu berlebihan ,kalau tak salah jendral Heng sudah selesai membeli tawanan kan ? lalu kenapa masih berada di sini apa anda tak malu berada di kamp musuh yg mengalahkan mu ?" jendral Heng meringis karna perkataan jianying yg menusuk
"benar tapi hamba datang juga ingin mengajak berdamai dengan nona jianying ? apa itu bisa ?" jianying memalingkan wajahnya "jendral nya ada di hadapan semua orang apa anda meremehkan jendral tianzhi kami ?" jendral Heng menggeleng "tentu saja tak berani tapi yg aku dengan nona jianying cukup berpengaruh di pasukan dan peperangan kali ini" jianying yg cukup menunggu ini berbalik
"jendral mendapat dari mana ? bahkan burung kecil saja tak tahu dan mengira nya benar-benar di luar nalar" Heng tersenyum kecil "ya tapi kalau di izinkan aku ingin dengar bagaimana caranya anda mendapat pikiran seperti itu ?" jianying menggeleng
__ADS_1
"di banding dengan jendral yg menaruh mata-mata di kamp aku tak sebanding dengan rencana luar biasa jendral kan ?" semua orang terdiam