
besoknya semua orang berkumpul di istana untuk mengantarkan kepergian pasukan membela istana dan untuk menjaga kedamaian yg sudah di usahakan selama beberapa dekade ini
semua orang sudah berkumpul begitu juga dengan jianying yg sekarang berada di samping ayah nya . tianzhi menghampiri jianying "kau sudah siap ? ada sedikit perubahan" jianying mengangguk mendengar perkataan tianzhi
"mereka sudah kembali tadi malam kan ? sepertinya menghindari kita" tianzhi hanya diam menatap jianying yg sepertinya sudah siap
kaisar dan permaisuri tiba membuat keadaan yg hiruk-pikuk itu hening dan terdengar salam panjang umur untuk kaisar dan permaisuri nya bahkan para pangeran yg baru datang menghadiri acara itu
"jinying ,pergi lah untuk meminta doa dari permaisuri" pinta jendral Liu dengan tenang jianying mengangguk "baik ayah" jianying dan tianzhi berjalan bersama meminta doa pada permaisuri dan kaisar
__ADS_1
"kalian akan berangkat hari ini.....aku hanya akan menyampaikan satu hal kembali lah dengan selamat" jianying terdiam "semoga kedamaian akan segera terwujud dan tidak akan ada peperangan kembali" jianying melirik permaisuri yg tampak murung
"ayah ,wanita ini ? kau di jadikan negosiasi ?" jianying memalingkan wajah matanya meredup gelap "apa maksud pangeran ?" tianzhi dan yg lain ikut menoleh bingung "kenapa wanita seperti dia berada di Medan perang ? bukan kah seharusnya menikah ?" jianying berdesis
"maaf lancang pangeran jianying adalah putri ku yg akan menemani jendral tianzhi berperang bukan barang tukar untuk negosiasi" tianzhi melihat jendral Liu yg sedikit kecewa "bagaimana bisa ? bukannya dia akan menyusahkan pasukan ? dan jendral besar Liu apa kau gila mengirim putri mu atau kau sudah tak membutuhkannya lagi ?" jianying yg sudah tak tahan
"putri ke 8 terlalu berlebihan ,hamba mengerti tentang ketidaktahuan pangeran tapi....kata kata yg di lontarkan pangeran sedikit tak sopan" jianying benar-benar tak tahan "putri jianying mohon maaf kan kakak kedua dia tidak pernah dengan tentang wanita yg pergi ke Medan perang kecuali pergi ke tempat pertemuan negosiasi untuk menjadi wanita Harem" jianying mengangguk
"jinying sudah lah, kau harus bersiap" jianying melirik ayah nya yg seolah menyuruhnya mundur "mari bersiap agar tidak terjadi hal buruk" jianying berbalik dengan tegas
__ADS_1
pasukan di siapkan "jinying ini pedang yg ayah katakan malam itu....ini adalah Zhi Hien senjata temurun keluarga kita" jianying menatap pedang di hadapannya
semua orang terpanah pada pedang tersebut "benar-benar pedang yg bagus" jianying terdiam sejenak "ini untuk kau gunakan ,ayah hanya berharap kau kembali dengan selamat tanpa terluka sedikitpun" jianying mengangguk pelan "jianying berjanji akan kembali dan menemui ayah" tuan Liu maju dan merengkuh tubuh jianying "bagus nak ,ayah akan menunggu kedatangan mu kembali"
tianzhi menghampiri mereka "kita sudah harus berangkat ,dan paman jangan khawatir tian berjanji akan melindungi jianying dari pedang musuh" tuan Liu melepas jianying dan tersenyum "terimakasih pangeran, berangkatlah" jianying mengangguk dan segera memasuki kereta kuda
__ADS_1