
sesampainya di kediaman jianying langsung di bantu berganti pakaian dan berendam sebentar di air hangat "nona saya tidak ada karna melakukan seperti keinginan nona" jinying mengangguk "bagaimana ?"
"yg hamba dengar pangeran Shin dan putri Shu qin ini tidak sederhana nona ,ibu dari kedua adik kakak ini di angkat menjadi ratu sebulan yg lalu tepatnya seminggu setelah kemenangan kerajaan dan setelah raja sebelumnya di nyatakan tewas" jianying mengangguk "lalu ?"
"yg hamba dengar kematian raja sedikit aneh , padahal sebelumnya yg mulia raja itu tak mengalami sakit tapi tiba-tiba di pagi hari bisa di temukan tewas padahal tidak ada tanda-tanda racun atau serangan" jianying bangun "kalau begitu mati dengan misterius sangat aneh" pelayan itu mengangguk "bukan hanya itu setelah kenaikan ratu baru itu para pangeran dari istri lain raja yg kebetulan sedang berperang semuanya tewas"
jianying "benar-benar di luar dugaan ,oh ya apa kau sudah memeriksa karna hal apa aku bisa kehilangan kendali dan tak bisa melakukan apapun ?" pelayan menggeleng "belum nona tapi saya akan mengirim seseorang untuk memeriksa lagi" jianying mengangguk "itu lebih baik ,oh ya bagaimana selir ?" pelayan membungkuk
"selir Li hanya diam tak bergerak seolah tersihir" jianying mengangguk "aku menduga bahwa tidak ada yg bisa kabur dari mata kutukan ,kalau begitu bantu aku satu hal lagi....." belum selesai bicara seseorang mengetuk pintu "nona Qin yu datang" jianying menoleh "Qin yu ? kau kembali cukup cepat" Qin yu membungkuk
"nona kebetulan pangeran Shin datang ke istana pangeran ke 2 tiba dengan pangeran ke 4 dan 5" jianying terdiam "pangeran ke 4 ? bukannya dia dinyatakan mati ?" Qin yu mengangguk "itu hanya gosip nona selama ini pangeran sepertinya di sembunyikan apalagi yg saya dengar pangeran ke 2 membawa pasukan khusus dan menyembunyikan nya" jianying terdiam
di cerita memang pangeran ini akan muncul tapi bukan sekarang , seharusnya ketika utusan kerajaan sea muncul tapi sekarang bahkan sudah ada ,apa ada yg berubah dari ceritanya ?"
__ADS_1
"oh ya nona ketika hamba dalam perjalanan kemari hamba melihat tuan Lui sedang berbicara dengan jendral tianzhi" jianying mengangguk "kalau begitu bantu aku bersiap ,aku perlu menemui jendral dan ayah" kedua pelayan itu mulai menyiapkan jianying
di satu sisi "jadi jendral ada apa anda muncul ?" tianzhi membalikkan badannya "setelah jendral dan keluarga kembali anda pasti sudah dengar kan ? pangeran ke 2 dan pangeran yg lain datang" tuan Liu terdiam sejenak
"kalau begitu jianying harus mendengar ini ,pelayan panggil putri pertama"
__ADS_1
"aku disini ayah" jianying muncul dengan 2 pelayan di dekatnya "jinying perang di majukan" jianying mengangguk "ayah mari bicara di dalam kalau begini akan berbahaya" jianying memberikan sebuah saran "tentu mari masuk dan bicara dulu" jianying memberi kode pada Qin yu dan Qiu Yan untuk memulai nya
ketika berada di dalam ruangan jianying sengaja menyentuh tembok dan sekelilingnya baru duduk "jendral silahkan bicara" tianzhi mengangguk "tadi setelah kedatangan ke 3 pangeran surat datang yg mengatakan pasukan musuh sudah bergerak dan hampir memasuki perbatasan kita" jianying mengangguk "secepat itu ? lalu bagaimana dengan perjalanan kali ini ? kalian bahkan belum berangkat ?" jianying menepuk lembut lengan ayah nya
"ayah tidak perlu khawatir jendral pasti sudah mengirim beberapa pasukan untuk berjaga-jaga di situasi seperti ini ,lagi juga walau kita berangkat besok atau lusa itu akan cukup karna ada jalan potong dari sini menuju perbatasan kan ?" tianzhi tersenyum "putri jianying memang tak bisa di remehkan ,apa yg di katakan tuan putri benar jendral anda tidak perlu khawatir hanya saja putri perlu mempersiapkan diri" jianying mengangguk
__ADS_1
"dan jendral bagaimana kalau keberangkatan nya di samakan dengan keberangkatan utusan kerajaan putri Shu qin ?" tianzhi terdiam sejenak "apa putri sudah sangat siap ? bahkan meminta di majukan menjadi besok ?" jianying tersenyum "dengan ini kita bisa mencegah hal buruk di tengah perjalanan utusan persahabatan kerajaan dan lebih baik kan ?" tianzhi mengangguk